<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289</id><updated>2011-12-08T09:15:52.943-08:00</updated><category term='analisis media'/><title type='text'>Samudra Kebebasan, Dunia Ilusi</title><subtitle type='html'>Kata Pram, Menulis adalah proses untuk menggapai keabadian...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-3831671204115934587</id><published>2011-11-11T21:28:00.000-08:00</published><updated>2011-11-11T21:33:58.843-08:00</updated><title type='text'>Gus Dur Tidak Perlu di Bela</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-qBMoC5zOl_4/Tr4FIiOBIwI/AAAAAAAAAIk/ijrmAkRv0E8/s1600/gus%2Bdur.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-qBMoC5zOl_4/Tr4FIiOBIwI/AAAAAAAAAIk/ijrmAkRv0E8/s320/gus%2Bdur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673978224716096258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Gus Dur banyak pihak yang merasa kehilangan, baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Sebagai sebuah tokoh Gus Dur banyak mempunyai simpatisan baik itu dari kalangan Nahdliyin sebagaimana posisi beliau mantan Ketua Umum PB NU, sebagai warga nagara beliau adalah mantan Presiden, dan di kalangan umat beragama Gus Dur merupakan tokoh pluralisme.&lt;br /&gt; Kepergian Gus Dur di peringati dengan berbagai macam seremonial, haul setahun di rayakan dengan begitu meriah di pesantren ciganjur, berbagai komunitas diskusi di adakan dalam rangka mengkaji pemikiran beliau, dan berbagai acara seremonial dilakukan untuk mengenangnya. Seolah kepergian Gus Dur sebagai sebuah kemeriahan yang sedikit sekali penghayatan.&lt;br /&gt; Forum Gusdurian atau yang semacamnya tentunya mempunyai ekspektasi tinggi bahwa perjuangan gus dur tidak berhenti setelah beliau meninggal. Tentunya Gus Dur tidak akan mau ketika forum-forum ini hanya mengkultuskan beliau dan memakai istilah Gusdurisme sebagai mana penolakan Mark ketika hendak di sebut marxisme. Gus Dur tentu tidak hendak membangun zaman “pasca” Gus Dur yang seolah menandai kebesaran beliau sebagai sebuah tokoh.&lt;br /&gt; Pandangan penulis bahwa Gus Dur tidak minta untuk di bela dengan menuntut pemerintah memberi gelar pahlawan, atau dengan acara seremonial yang miskin penghayatan tentang kepergiannya. Sebagai seorang tokoh besar, Gus Dur merupakan pejuang yang dengan konsisten membela kaum mustadafin dan inilah yang diminta Gus Dur untuk di bela bukan gusdurnya.&lt;br /&gt; Spirit perjuangan gus dur inilah yang harus kita teladani dan menjadi sikap serta cara pandang kita dalam membangun peradaban. Gus Dur mengajarkan kita untuk berfikiran terbuka tanpa terkotak kotakan dengan dogma-dogma agama. Berfikiran dan bertindak terbuka inilah yang mengantarkan Gus Dur menjadi tokoh semua golongan bukan tokoh warga NU dan muslim saja. Gus Dur membuka ruang dialog umat beragama dalam rangka perdamian dan penyamaan di mata hokum. &lt;br /&gt; Gus Dur juga mengajarkan kita untuk membangun Indonesia baru yang damai tanpa prasangka dan bebas dari kebencian. Untuk itu, masa lalu yang kejam, kelam, serta tidak toleran harus diputus. Partisipasi masyarakat mesti dibangun, yang lemah tidak ditinggalkan. Dengan persahabatan yang luas dan menyeluruh itu kita baru bisa membangun Indonesia yang kuat. Untuk itu Gus Dur tidak keberatan untuk meminta maaf kepada korban 1965 yang diserang oleh Banser NU. Meskipun Gus Dur mengatakan bahwa ia juga memiliki kerabat yang terbunuh dalam peristiwa Madiun 1948. Namun, balas dendam itu tidak ada gunanya dilanjutkan. Kita tidak akan mampu mewujudkan rekonsiliasi tanpa menghilangkan stigma atau kecurigaan terhadap suatu kelompok.&lt;br /&gt; Sebagai seorang kepala Negara misalnya, Gus Dur tidak seperti gaya pencitraan SBY, Gus Dur mengajarkan kepada kita tentang substansi bukan bungkus. Bukan pencitraan namun substansi perjuangan yang di ajarkan kepada bangsa ini. Gus Dur juga mengajarkan kepada kita untuk menjadi pemimpin semua golongan bukan pemimpin umat muslim dengan menghilangkan diskriminasi terhadap etnik Tionghoa dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 6/2000 yang dikeluarkan tanggal 17 Januari 2000 untuk mencabut Inpres 14/1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China. Pada masa Orde Baru, orang takut bersembahyang di kelenteng atau melakukan acara budaya Tionghoa lainnya. Namun sejak masa pemerintahan Gus Dur, tahun baru Imlek dijadikan libur fakultatif.  &lt;br /&gt; Dan banyak perjuangan gus dur yang lain yang harus kita perjuangankan bukan malah membela gus dur yang seyogyanya tidak usah dan minta untuk di bela. Gusdurian seyogyanya tidak di jadikan kata sifat oleh para pengkaji pemikiran Gus Dur, yang mensifati Gus Dur tanpa melanjutkan perjuangan Gus Dur. Sebagai kata sifat tentunya Gusdurian akan terkooptasi oleh pemikiran Gus Dur tanpa ada dinamisasi pemikiran serta keberlanjutan perjuangan Gus Dur secara praksis karena hanya di jadikan kata sifat. &lt;br /&gt; Namun seyogyanya Gusrian menjadikan Gus Dur kata kerja karena bilau memang subyek dari semua perubahan. Gus dur menjadi kata kerja tentunya tidak seperti ungkapan marxisme yang cenderung mengkultuskan dan mensifati Mark. Namun menjadikan Gus Dur kata kerja lebih dinamis dan melanjutkan perjuangan beliau sebagai guru bangsa.  &lt;br /&gt; Dalam rangka memperingati hari pahlawan ini, tidak usahlah kita membela Gus Dur untuk di tetapkan menjadi pahlawan nasional. Biarkan pemimpin kita menilai objektif tentang kepahlawanan Gus Dur tanpa harus kita melakukan desakan atau belaan terhadap Gus Dur, toh Gus Dur tidak perlu untuk di bela. Spirit dan keberlanjutan perjuangan Gus Dur inilah yang harus kita lanjutkan untuk memperjuangan yang minoritas, terpinggirkan dan yang subordinat. Karena bagaimanapun Gus Dur adalah tokoh yang substansial yang tidak butuh gelar pahlawan sekalipun karena gus dur bukan tokoh pencitraan seperti pemimpin kita saat ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sampaikan pada acara diskusi Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) pada Tanggal 10 November 2011 dengan tema “Spirit Perjuangan Gus Dur dan Hari Pahlawan” di UIN MALIKI Malang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-3831671204115934587?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/3831671204115934587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=3831671204115934587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3831671204115934587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3831671204115934587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/11/gus-dur-tidak-perlu-di-bela.html' title='Gus Dur Tidak Perlu di Bela'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qBMoC5zOl_4/Tr4FIiOBIwI/AAAAAAAAAIk/ijrmAkRv0E8/s72-c/gus%2Bdur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-3245444669976813894</id><published>2011-09-24T12:22:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T12:24:20.256-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Kebangsaan Kaum Pergerakan</title><content type='html'>Dinamika kebangsaan yang semakin tidak menentu, moralitas pemimpin bangsa sangatlah memperihatinkan. Setidaknya di kepemimpinan SBY jilid dua kita hanya di pertunjukan konflik dan arena korupsi yang tak kunjung padam. Mulai dari kasus century, Rekening gendut jendral, kasus Gayus tambunan, kasus suap pemilihan gubenur BI, rekening gendut kepala daerah, suap proyek wisma atlet dan yang terakhir suap di kementrian tenaga kerja dan transmigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara dan sistem pemerintahan hanya mempertontonkan kita dari kasus ke kasus. Tidak ada penyelasaian yang konkrit dari semua kasus. Semua tertutupi oleh kasus baru. Kalau politik itu seni dan korupsi bagian dari seni, tentunya kita sangatlah berdosa karena telah menonton seni yang tidak bermutu, amoral, serta merugikan sesama. Seni yang tidak mempertontonkan keindahan melainkan keburukan para pelakunya dengan tindakan merugikan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni korupsi yang merugikan sesama dan kita hanya bisa menjadi penontonnya tentunya sangatlah tidak etis. Nahi munkar yang di ajarkan agama tentunya musprow ketika kita hanya berdiam diri atau malah menjadi persetujuan dari tindakan korupsi mereka. Logika dasarnya, kalau kita hanya berdiam diri yang merugikan sesama, maka bisa dikatakan kita menyetujuhi tindakan tersebut. Kita melegetimasikan bahwa korupsi itu hal wajar dalam politik dan tidak perlu di persoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum pergerakan sebagai pilar demokrasi, tentunya mempunyai tanggung jawab moral atas situasi kebangsaan yang kini terjadi. Narasi bangsa yang semakin mengarah kepada ujung cerita bahwa bangsa ini tidak bisa menjadi besar, menjadi negara gagal atau sebutan yang lain. Tentunya menjadi alasan bahwa insan pergerakan harus turut andil dalam menyelasaikan persoalan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal kontribusi konkrit yang bisa kita berikan adalah bagaimana kita bisa kembali kepada gerakan moral. Mahasiswa yang sering disebut makhluk idependen yang bebas dari kepentingan politik seharusnya menjadikan gerbong dalam menyerukan gerakan moral. Gerakan yang berdasarkan keberpihakan kepada kaum tertindas serta bersandarkan kepada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang patut kita serukan, fitrah pergerakan menjadi landasan kita dalam melakukan aksi penyadaran. Karena sebagai gerakan ekstra parlementer yang harus di optimalkan adalah menyadarkan bahwa yang subordinat itu ditindas dan yang dominan itu menguasai dan menindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah mahasiswa sebagai agen penggerak ini tentunya menjadi hal penting untuk di sadarkan. Tanpa ada kesadaran sebagai fitrah penggerak, sangatlah kecil di harapkan kontribusi mahasiswa sebagai agen perubah bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita di takdirkan untuk berproses di PMII tentuanya kembali kepada khitoh PMII merupakan keharusan. Dalam artian mengembalikan gerakan ini kepada gerakan intelektual bukan semata gerakan politis. Karena dalam prespektif penulis, pergerakan yang di rancang selama ini kurang populis serta kurang mempunyai efek domino jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khitoh pergerakan sebagaimana tertuang dalam fakta sejarah, bahwa organisasi ini seharusnya menjadi organisasi pergerakan yang bertumpu pada kaderisasi yang bisa sebagai sarana mahasiswa menempa diri dalam menggali potensi seganap kader. Mendesain kaderisasi jangka panjang merupakan keniscayaan ketika situasi zaman yang semakin terus berdinamika dan sebagai garansi organisasi ini bisa berkembang melintasi zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke khitoh pergerakan inilah yang akan membuat kita menjadi organisasi yang kembali fitrah, yakni organisasi yang suci karena berasaskan kepada Nilai Dasar Pergarakan serta organisasi yang dinamis dan tidak menjadi fosil karena renta tidak bisa mengikuti perkembangan zaman sebagaimana kefitrahan yang di sandang manusia ketika hari raya Idul Fitri. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-3245444669976813894?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/3245444669976813894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=3245444669976813894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3245444669976813894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3245444669976813894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/09/refleksi-kebangsaan-kaum-pergerakan.html' title='Refleksi Kebangsaan Kaum Pergerakan'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-2443743600474872657</id><published>2011-08-19T20:09:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T20:42:04.408-07:00</updated><title type='text'>Dekatkan Dengan Masyarakat, PMII UIN Malang Melakukan Sahur On The Road</title><content type='html'>	Hal berbeda di lakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dalam menyambut ramadhan, pada hari sabtu (20/8) dini hari PMII UIN Malang melakukan Sahur on The road atau sahur bersama dengan para anak jalanan. Berkerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Griya Baca, PMII membagikan sekitar seratus lima puluh bungkus plastik yang di dalamnya ada uang tunai, baju bekas dan makanan untuk sahur.&lt;br /&gt;	Warga Pergerakan yang terlibat membagikan sahur ini sekitar lima puluh orang, mereka melakukan kunjungan kepada griya baca selaku LSM yang menagani anak jalanan. Di tempat ini sekitar enam puluh anak jalanan berkumpul dan menunggu sahur bareng yang di sediakan oleh PMII. Sekitar Jam dua malam warga PMII UIN Malang ini bergegas menuju alun-alun kota malang untuk membagikan makanan yang tersisa. Dan pembagianpun berakhir sekitar pukul setengah tiga di alun-alun kota malang. &lt;br /&gt;	Nurul Mubarok selaku Ketua Komisariat PMII UIN Malang menyatakan bahwa sahur on the road ini sebagai media untuk mendekatkan PMII dengan masyarakat dan melakukan gerakan konkrit. “dua poin yang melatar belakangi adanya sahur on the road yaitu yang pertama adalah untuk mendekatkan mahasiswa pergerakan dan masyarakat sekitar, yang kedua adalah lebih konkrit bahwa mahasiswa itu pejuang masyrakat rakyat kecil” ungkapnya ketika di hubungi di sela-sela acara.&lt;br /&gt;	Selanjutnya inspirasi adanya sahur on the road ini sangatlah menarik, adalah banyak realita ketika anak jalanan di tanya kenapa tidak puasa, jawaban kebanyakan karena mereka tidak sahur. Hal inilah yang kemudian membuat masyarakat pergerakan tergugah untuk melakukan sahur on the road. “kita memberi sahur di malam harinya dan mudah-mudahan berpuasa di siang harinya” ungkanya.&lt;br /&gt;	Tidak hanya itu, Nurul Mubarok berharap acara ini berdampak internal bagi PMII. “Semoga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menjadi pelopor di lingkungan masyarakat” ungkapnya ketika di tanya harapan dari acara ini.&lt;br /&gt;	Selain itu, PMII yang organisasi non profit banyak hal yang harus di lakukan dalam mendapatkan dana untuk sahur bareng ini. Diantaranya dengan meminta sumbangan kepada mahasiswa baru dengan masuk ke kelas-kelas kuliah PKPBA dan juga adanya dukungan dengan IKAPMII. “saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa PKPBA yang telah meluangkan dananya” Ungkap mahasiswa semester akhir ini.&lt;br /&gt;	Selain memberi sahur dalam rangka memperingati bulan ramadhan, PMII sekaligus memperingati hari kemerdekaan republik indonesia. Hal ini dengan di adakannya penyebaran seribu bendera indonesia kepada anak jalanan. “kita juga membagikan seribu bendera kepada anak jalanan yang di akomodir oleh griya baca” ungkap Risandy Yudha selaku Wakil Ketua bidang dua.&lt;br /&gt;	Acara inipun di akhiri dengan do’a bersama di alun-alun dengan harapan acara ini bisa bermanfaat dan barokah, selanjutnya pada waktu perjalanan pulang sekitar tiga puluh sepeda motor warga pergerakan ini melakukan konvoi untuk membangunkan masyarakat sekitar kota malang.   &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-2443743600474872657?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/2443743600474872657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=2443743600474872657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2443743600474872657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2443743600474872657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/08/dekatkan-dengan-masyarakat-pmii-uin.html' title='Dekatkan Dengan Masyarakat, PMII UIN Malang Melakukan Sahur On The Road'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6507090363264283470</id><published>2011-04-26T22:56:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T22:57:27.660-07:00</updated><title type='text'>Pemilu Mahasiswa Ricuh</title><content type='html'>Perhelatan pemilu mahasiswa pada taggal 26 April 2011 kembali ricuh di Universitas Islam Negeri  (UIN) Malang. Pemilu yang semula akan di laksanakan 16 maret di undur karena ricuh menjadi pada 26 april kemaren. Pemilu yang di helat di depan gedung Student Center ricuh untuk kedua kalinya. &lt;br /&gt; Berawal dari Partai Pencerahan (PP) yang menganggap adanya pelanggaran konstitusi pada pemilu kali ini. Meskipun pihak BP2R ssebagai panitia pemilu telah menerangkan bahwa pemilu kali ini adalah legal sesuai surat edaran pembantu Rektor 3 yang menyatakan pemilu di undur selambat-lambatnya 2 bulan.&lt;br /&gt; Namun pihak PP yang dari awal berindikasi untuk menggagalkan pemilu melakukan premanisme di kampus islam ini. Pihak PP menyerang panitia pemilu yang mengurusi pemilu mahasiswa tersebut. Layaknya preman kampung mereka menyerang secara membabi buta kepada pantia pemilu. &lt;br /&gt; Tidak hanya menyerang, pihak PP yang di komandoi samawi inipun membakar kotak dan kertas suara. Pengamatan dilapangan dari berbagai sumber, bahwa pihak PP berniat untuk menggagalkan pemilu serta akan mentiadakan Republik Mahasiswa di UIN Malang selama setahun ini. Ada indikasi bahwa pihak PP takut untuk kalah yang dari awal memang kalah masa dari Partai Keadilan Demokrasi Mahasiswa (PKDM).&lt;br /&gt; Kericuhan yang dibuat Partai Pencerahan tentunya sangat di sesalkan oleh kalangan civitas akademika UIN Malang. Salah satunya adalah Abdul Halim, “ini adalah tindakan tidak dewasa yang dilakukan oleh mahasiswa yang seharusnya menjadi teladan sebagai agent perubahan” ungkap mahasiswa psikologi ini.&lt;br /&gt; Tidak hanya itu,  akibat kejadian tersebut menjadikan kampus tidak kondusif dan proses belajar mengajar terganggu. Dari masing-masing partai melakukan demonstrasi yang mengakibatkan suasana pembelajaran terganggu serta tidak kondusif. Hal senada juga di sampaikan oleh Samsul, “Ini pemilu yang sarat akan premanisme, masak preman kayak gitu bisa mengobrak ngabrik kampus, pihak birokrasi harus menempuh tindakan hukum bagi para preman tersebut” Ungkap mahasiswa berambut cepak ini. &lt;br /&gt; Kerugian akibat kerusuhan ini juga di alami oleh Hasyim Anwari sebagai panitia, dia mengalami luka-luka karena di hajar  oleh pihak PP. Hasyim Anwari di gebuki sasaat setelah mengamankan kotak suara yang hendak di bakar oleh pengurus Partai Pencerahan. Malamnya, Hasyim Anwari melakukan Fisum untuk kemudian akan di tindak secara hukum oleh pihak berwajib dan melacak pengurus Partai Pencerahan yang melakukan pemukulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6507090363264283470?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6507090363264283470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6507090363264283470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6507090363264283470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6507090363264283470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/04/pemilu-mahasiswa-ricuh.html' title='Pemilu Mahasiswa Ricuh'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7625720182134984540</id><published>2011-03-09T01:20:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T01:25:30.146-08:00</updated><title type='text'>Reshuffle Demi Kesejateraan Rakyat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-A_c4wHvGs90/TXdHUwSVH2I/AAAAAAAAAIY/n_23h0TiS4o/s1600/Karikatur-Reshuffle.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-A_c4wHvGs90/TXdHUwSVH2I/AAAAAAAAAIY/n_23h0TiS4o/s320/Karikatur-Reshuffle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582008685033758562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;khir-akhir ini kita diributkan isu reshuffle kabinet. Isu ini di keluarkan presiden tentang perlu adanya evaluasi dari menteri dari partai koalisi yang “nakal”. Partai golkar dan PKS disinilah yang dimaksud, akibat tidak sejalan dengan partai demokrat sebagai partai penguasa. Mulai dari kasus century sampai kasus pernyataan hak angket kasus perpajakan.&lt;br /&gt; Melalui pidatonya yang menggebu-gebu, Presiden mengungkapkan perlu adanya evalusi bagi kedua partai tersebut karena telah melanggar perjanjian koalisi yang di sepakati bersama. Hal inilah yang memicu perdebatan publik tentang reshuffle karena yang menyatakan adalah presiden. &lt;br /&gt; Di lain sisi, Isu reshuffle tentunya bisa menjawab mistrust rakyat kepada pemerintah. Ketidak percayaan inilah yang sedang melanda dinamika politik kita. Arena politik hanya sebagai barter kekuasaan dan sebagai pangguang hiburan. Sebagaimana hiburan, rakyat hanya di pertontonkan sandiwara para politisi yang jauh dalam rangka mensejahterakan rakyat.&lt;br /&gt; Masukan reshuffle kabinet pertama kali dilontarkan oleh partai oposisi PDIP, melalui ketua DPP Puan Maharani. Dengan kritik berbahasa persahabatan, puan menganjurkan pemerintah merhesuffle kabinet bagi menteri yang kurang optimal, terutama di sektor riil,industry dan ketenagakerjaan.&lt;br /&gt; Reshuffle yang merupakan hak preogratif presiden tentunya memberi keleluasaan bagi presiden untuk menggunakan haknya untuk mengevaluasi kabinet yang kurang optimal. Pemerintahan telah berjalan satu tahun setengah tentunya sudah waktunya untuk menilai kinerja para kabinetnya yang kurang optimal.&lt;br /&gt; Namun, yang melanda pemerintahan sekarang adalah bagaimana kalkulasi politik jauh lebih penting dari pada kebaikan rakyat. Perhitungan politik dalam posisi koalisi tentu sangat diperhitungkan. Apalagi, golkar yang pada mulanya akan keluar dari koalisi meskipun pada akhirnya tidak jadi keluar. Tentunya kalkulasi politik lebih dipertimbangkan oleh presiden dari pada kinerja baik-buruknya kabinet. &lt;br /&gt; Kepentingan pribadi dan golongan inilah yang perlu dihilangkan untuk membangun pemerintahan yang kredibel. Memaknai reshuffle sebagai ajang evaluasi tentunya lebih penting dari pada sebagai barter kekuasaan demi mengamankan posisi masing-masing. Ketika kepentingan tersebut dihilangkan, penulis yakin pemerintahan yang berbasis kepada rakyat kecil akan lebih tercapai.&lt;br /&gt; Saat ini adalah momentum presiden untuk memperbaiki citranya dengan menggunakan reshuffle untuk kepentingan rakyat. Sebelum meresufle, Presiden tentunya sudah banyak mengkaji dari evaluasi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), staf ahli, biro kepresidenan, dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menilai kinerja kabinetnya yang baik dan buruk. Kedekatan pribadi dan partai dalam hal pemilihan menteri baru harus dikesampingkan demi terpilih kabinet yang benar-benar berkualitas. yang pada intinya, reshuffle adalah murni demi kesejahteraan rakyat, bukan hanya ritual tahunan dan tambal sulam kekuasaan. &lt;br /&gt; Baik dari kalangan professional maupun partai politik, demi kesejahteraan rakyat yang kian tak percaya dengan dinamika politik, reshuffle kabinet patut dilaksanakan. Tanpa niat tersebut, reshuffle tidak akan berdampak besar bagi kemajuan bangsa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7625720182134984540?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7625720182134984540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7625720182134984540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7625720182134984540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7625720182134984540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/03/reshuffle-demi-kesejateraan-rakyat.html' title='Reshuffle Demi Kesejateraan Rakyat'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-A_c4wHvGs90/TXdHUwSVH2I/AAAAAAAAAIY/n_23h0TiS4o/s72-c/Karikatur-Reshuffle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-2116430055892874155</id><published>2011-02-27T20:37:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T20:39:21.673-08:00</updated><title type='text'>EDAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-R0UbmbrHjY0/TWsm3CRzvqI/AAAAAAAAAIA/qmvbVZiT7uA/s1600/zaman20edan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-R0UbmbrHjY0/TWsm3CRzvqI/AAAAAAAAAIA/qmvbVZiT7uA/s320/zaman20edan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578595290374717090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edan, kata yang erat bagi warga malang. Julukan Arema juga singa edan, tentu maknanya bukan seperti yang sering kita kaji secara psikologi. Bukan karena singa itu gila dan tidak waras. Edan ala Arema tentu bermakna lain, edan bermakna semangat dan keedanan Arema dalam membentai musuh.&lt;br /&gt;Edan secara psikologi sering di istilahkan dengan hal yang tak normal, orang yang sering berbicara sendiri juga di sebut edan. Mereka yang nyeleneh juga terkadang di sebut edan. Bahkan Gus Dur oleh sebagian kelompok di katakan kyai edan karena kebedaannya. Nabi Muhammad pun pernah di sangka edan oleh kaum jahiliyah ketika beliau mengaku telah bertemu tuhan dan pergi ke langit ketujuh dalam waktu semalam. Jadi, penjustifikasian makna edan sangatlah subyektif dan edan secara singkat bisa disebabkan karena kebedaan.&lt;br /&gt;Ronggo Warsito, seorang santri dan penyair pernah memakai terminologi edan. Menurut beliau, zaman saat ini adalah zaman edan, artiannya yang tidak ikut edan tidak akan kebagian. Zaman yang berbeda inilah yang mencoba ditafsirkan oleh beliau, zaman yang ketika Ideologi dan nilai-nilai kebaikan dikesampingkan. Semua di anggap tiada, asalkan sudah edan karena hanya dengan edan mereka akan kebagian.&lt;br /&gt;Berbicara kebagian, banyak orang yang pengen kebagian. Hanya demi kebagian pulalah seseorang sering bertikai. Ada yang kepingin kebagian proyek, kucuran dana gelap, kecipratan hasil korupsi dan kebagian yang lain. Hanya yang edanlah yang akan kebagian.&lt;br /&gt;Gayus Tambunan dan kroninya tidak akan kebagian kekayaan begitu besar andai tidak ikut edan. Kyai pun banyak yang ikutan edan, ada yang demi membela istana, mengedankan diri dengan mengcounter para tokoh agama yang menyuarakan anti kebohongan. Andai tidak ikut edan pula, kampus kita tidak akan bertitel ISO meskipun realitasnya pelayanan dan kualitasnya biasa aja, praktek edan di praktekkan demi sebuah title ISO.&lt;br /&gt;Ronggo Warsito melanjutkan terminologinya, seberuntung orang yang ikut edan namun lebih beruntuang mereka yang tetap berpegang terhadap ideologi dan nilai-nilai. Kalau PMII, kita berpegang teguh akan nilai ke islaman kita. Berpegang pada nilai dasar pergerakan kita. Hanya dengan itulah kita terlepas dari keedanan yang lagi ngetren di bangsa ini.&lt;br /&gt; Mahasiswa sebagai manifetasi pergerakan, dari sinilah berbagai bentuk perubahan terjadi. Transformasi social yang dilakukan tentunya harus berpegang teguh pada ideologi sebagai insan pergerakan. Hanya dengan berpegang teguh, kita tidak akan ikutan edan.&lt;br /&gt; Ketika tokoh lintas agama menyerukan anti kebohongan, layakya organisasi kemahasiswaan juga menyerukan anti keedanan. Kalau bohongpun namun masih edan pasti akan tetap kacau. Orang berbohong bisa saja karena kebaikan dan belum tentu merugikan sesama, namun ketika praktek ke edanan ala Ronggo Warsito itu dilakukan maka segenap elemen bangsa ini akan ikut rugi. Ketika semua edan, hanya kepada mahasiswalah harapan untuk bisa mengartikan edan layaknya Arema, yakni edan yang penuh semangat, edan untuk menang dalam sebuah kompetisi, bukan edan menikam dan merugikan sesama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-2116430055892874155?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/2116430055892874155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=2116430055892874155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2116430055892874155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2116430055892874155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/02/edan.html' title='EDAN'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-R0UbmbrHjY0/TWsm3CRzvqI/AAAAAAAAAIA/qmvbVZiT7uA/s72-c/zaman20edan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-4402205495540110485</id><published>2011-02-27T20:33:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T20:36:19.350-08:00</updated><title type='text'>Pelatihan Untuk Kerukunan Dalam Beragama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BLMKQxIXZNU/TWsmPXaCosI/AAAAAAAAAH4/gXYzeydvNJA/s1600/1514170040e419a0fa18xj8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BLMKQxIXZNU/TWsmPXaCosI/AAAAAAAAAH4/gXYzeydvNJA/s320/1514170040e419a0fa18xj8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578594608851624642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan untuk menanggulangi umat agama yang anarkis layaknya sering dilakukan terutama bagi organisasi keagamaan yang mengaku moderat. Di ketahui, akhir-akhir ini kita dipertontonkan banyak kejadian kekerasan antar agama. Baik itu antar agama seperti islam-kristen, maupun sakte agama seperti ahmadiyah dan organisasi islam garis keras.&lt;br /&gt; Untuk menaggulangi, Lakspedam NU kota Malang pada tanggal 25-27 Februari kemaren mengadakan pelatihan harakah nahdliyah. Bertempat di gedung Aswaja center Bumiaji Kota Batu, pelatihan gerakan ini di ikuti oleh berbagai utusan kecamatan dibawah naungan NU kota malang.&lt;br /&gt; Tujuan utama pelatihan ini adalah mensinergikan gerakan arus bawah yang meliputi Majelis Perwakilan Cabang di lingkungan kota malang. Selain itu, maraknya gerakan islam radikal sebagai besar alasan kegiatan ini diadakan. NU sebagai organisasi social keagamaan yang moderat mempunyai kewajiban untuk turut serta mempunyai andil besar dalam perdamaian di bangsa ini.&lt;br /&gt; Pelatihan selama tiga hari ini, banyak memberi keterampilan bagi kader-kader NU sebagai peserta. Di antara pemateri tersebut adalah Prof.Kacung Maridjan, guru besar Unair ini menyatakan bahwa NU dalam melaksanakan gerakannya haruslah sebagai organisasi mandiri. Dimana gerakan ekonomi berbasis agama penting sebagai alternative gerakan NU terutama dalam bidang agama.&lt;br /&gt; Selain itu, dijelaskan juga silsilah munculnya gerakan islam radikal di nusantara. Munculnya gerakan islam redikal ini tentu tidak serta merta ada di Indonesia. Berbeda dengan wali songo yang melakukan akulturasi dan asimilasi budaya dalam melakukan penyebaran islam. Gerakan islam radikal banyak dipengaruhi oleh gerakan islam radikal yang ada di timur tengah. Diantaranya adalah Ikhwanul Muslimin yang ada di mesir, organisasi ini turut menjadi inspiratif dan pemicu munculnya gerakan mainstream yang ada di Indonesia semacam Hisbut Tahrir Indonesia.&lt;br /&gt; Peserta juga banyak di beri keterampilan terutama dalam melakukan perangkat gerakan seprti analisis SWOT, ansos serta permasalahan yang muncul di berbagai wilayah. Keterampilan mencari dan memacahkan masalah ini dirasa penting dalam membuat sebuah gerakan arus bawah terutama dalam menjadikian kerukuanan antar umat beragama.&lt;br /&gt; Tidak hanya itu, pelatihan ini juga di akhiri dengan dialog antar umat beragama di lingkungan kota malang. Dialog ini juga dilatar belakangi adanya FUB (Forum Umat Beragama) di kota malang. Dengan ada forum serta dialog ini diharapkan peserta pelatihan serta para umat beragama mempunyai kesedaran akan pentingnya kerukunan dan silaturahmi antar umat beragama.&lt;br /&gt; Tentunya, pelatihan serta dialog umat beragama ini tidak hanya bisa di lakukan oleh NU saja. Namun bisa juga dilakuakan organisasi Civil Society yang peduli akan kedamian dan ketentraman di masyarakat. Semoga dengan adanya pelatihan ini umat beragam semakin tambah dewasa dan cerdas dalam bermasyarakat serta tidak mudah terprovokasi yang mengakibatkan konflik horizontal berkepanjangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-4402205495540110485?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/4402205495540110485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=4402205495540110485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/4402205495540110485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/4402205495540110485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/02/pelatihan-untuk-kerukunan-dalam.html' title='Pelatihan Untuk Kerukunan Dalam Beragama'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BLMKQxIXZNU/TWsmPXaCosI/AAAAAAAAAH4/gXYzeydvNJA/s72-c/1514170040e419a0fa18xj8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-3701155477067930883</id><published>2011-01-21T01:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T01:55:20.442-08:00</updated><title type='text'>AYO SEKOLAH FILSAFAT.....</title><content type='html'>Pada setiap peradaban, selalu memunculkan tokohnya. Peradaban muncul tidaklah secara natural layaknya hukum alam.dalam setiap peradaban, ada yang kelam dan ada yang gemilang. Itulah sejarah selalu memiliki polemik dan cerita tersendiri dalam setiap pergolakannya.&lt;br /&gt;Kecemerlangan peradaban yunani, mungkin tidaklah bisa terjadi tanpa pemikir besar seperti Plato, socrates, aristoteles,thales dan yang lain. Para pemikir besar tersebutlah yang mewarnai kegemilangan peradaban yunani yang menjadi pusat ilmu, etika dan juga kebudayaan.&lt;br /&gt;Merekalah pelaku sajarah, mengubah dunia hanya dengan pemikirannya. Tidak puas dengan yang di lihat, dirasa, dan di dengar. Mereka selalu kritis dan menyangsikan segala realitas. Itulah filsafat, karnanya pula dunia bisa berperadaban, tidak mengekor pada dogma yang orang awam mudah terkelabuhi.&lt;br /&gt;Pada keemasan islam, kita mengenal Ibnu Rusdy, Ibnu Khaldun, Ibnu Taimiyah dan yang lain. Kecemerlangan para beliau, seakan mengubah paradigma bahwa islam hanya dekat dengan surga, islam menguasai peradaban dan sebagai pusat dari pengetahuan. Semua mempunyai tokoh kuncinya sendiri dalam setiap masa.&lt;br /&gt;Filsafat sebagai mother of science merupakan entitas yang penting dalam membentuk peradaban tersebut. Dengannya, orang bisa berpikir bebas, kritis dan juga memikirkan yang orang biasa tidak terpikirkan. Peradaban yang dinamis dan tercerahkan inilah yang mencoba kita bangun dengan di adakannya sekolah filsafat ini.&lt;br /&gt;Out Put dari sekolah ini adalah terciptanya “tokoh kunci” dalam membangun perdaban yang ilmiah dan kritis khususnya di lingkungan organisasi PMII. dengan rencana tinda lanjut membentuk komunitas pecinta filsafat dan pengetahuan lainnya, harapannya bisa membuat hijrah dari budaya jahiliyah menuju lingkungan organisasi yang terbudayakan kritis terhadap fenomena sosial, politik,ekonomi dan kebudayaan.&lt;br /&gt;Sasaran peserta adalah mereka yang mempunyai i’itikad mengubah dirinya sendiri dan lingkungan organisasi kedalam lingkungan ilmiah,filosifis dan kritis. Peserta adalah anggota,kader,warga dan pengurus Rayon PMII Al-Adawiyah dan juga PMII Sunan Ampel Malang. Peserta selain dari Rayon Al-Adawiyah dibataskan dua delegasi. Dan pendaftaran akan ditutup ketika sudah mencapai 35 orang. So...., Cepat daftarkan diri anda di acara dan kesempatan langka ini....&lt;br /&gt;Adapun informasi teknis sebagi berikut:&lt;br /&gt;Nama Kegiatan        : Sekolah Filsafat&lt;br /&gt;Tema Kegiatan        : BERHIJRAH DARI BUDAYA JAHILIYAH&lt;br /&gt;Penyelenggara        : Departemen Intelektual PMII Rayon “Penakluk”Al Adawiyah&lt;br /&gt;Hari/tanggal acara : Jum’at-minggu, 18-20 Maret 2011&lt;br /&gt;Tempat               : Gedung Sekolah Demokrasi Kota Batu.&lt;br /&gt;Pra-Sekolah Filsafat : 12-13 Maret 2011.&lt;br /&gt;Konstibusi Peserta   : Rp. 40.000&lt;br /&gt;Fasilitas            :Alat Tulis, Makan Selama 3 hari, Penginapan yang nyaman, Dan ilmu yang mencarahkan tentang filsafat oleh filsuf yang handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: Untuk konfirmasi pendaftaran dan informasi lebih lanjut silakan hubungi No HP berikut&lt;br /&gt;Nur Dianah (Ketua Pelaksana) : 08563188948&lt;br /&gt;Irham Thoriq (Co Dept Intelektual) : 085755546833&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-3701155477067930883?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/3701155477067930883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=3701155477067930883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3701155477067930883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3701155477067930883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/01/ayo-sekolah-filsafat.html' title='AYO SEKOLAH FILSAFAT.....'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6613658199661385298</id><published>2011-01-14T19:55:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T21:41:08.689-08:00</updated><title type='text'>BAN CEPOT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TTEbz2K5XLI/AAAAAAAAAHI/A-KO5lyr-hc/s1600/ban.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TTEbz2K5XLI/AAAAAAAAAHI/A-KO5lyr-hc/s320/ban.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562257592307768498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru yang lalu, saya beserta sahabat merayakan tahun baru di pantai Prigi di Trenggalek. Kita semuanya yang kuliah di malang, berangkat ke pantai dari rumah alfan teman saya di Trenggalek. Dalam perjalanan berangkat, iqbal dan sigit ditanyain teman saya yang ada dimalang, mereka berdua mengaku pergi ke jogjakarta dengan kereta api.&lt;br /&gt; Sebelum berangkat dari rumah alfan. Ibuku telepon, supaya berhati-hati karena malam tahun baru ramai. Beliau bertanya tentang saya yang tahun baru kemana. Dengan nada santai dan berbohong karena takut dimarahin soalnya tidak izin saya mengaku di malang saja tidak kemana-mana.&lt;br /&gt; Kamipun berangkat dengan mobil yang di bawa alfan. Perjalanan lancar-lancar saja, tidak ada kendalan dari mobil dan macetnya perjalanan. Setelah nyampe’ pantai kitapun merayakan tahun baru dipinggiran pantai prigi dengan main kartu dan makan-makan sepuasnya.&lt;br /&gt;Ke-esokan harinya, kitapun balik dengan rencana mau mengunjungi rumah sahabat yang ada di nganjuk. Sepintas perjalanan lancar, tidak ada kendala. Di mobil kitapun bensanda gurau. Tidak jauh dari pantai, terasa mobil yang kita naiki bergoyang, Bergoyang seperti ada gempa bumi. Bruakk.. Terdengar dari telinga saya. Mobilpun bergoyang seakan mau terbalik, seketika alfan meminggirkan mobil ketepi jalan.&lt;br /&gt; Kita turun, tidak disangka, ban kiri belakang mobil kita cepot. Ban mobil inipun cepot mengenai sepada motor pengguna jalan. Tak lama kemudian, orang yang terkena Ban mobil, melihat body sepeda motornya, setelah dilihat tidak ada kerusakan dan tidak ada lecet. Orang diseberang jalan tersebut menghampiri kami, dengan berpura-pura pincang, orang tersebut meminta kita uang untuk mengobati kakinya yang terkena ban. Padahal sepengatahuan warga sekitar, ban tidak mengenai kaki orang tersebut namun hanya mengenai sepeda motor bagian depan.&lt;br /&gt; Setelah melihat sepeda motor tidak mengalami kerusakan, orang tersebut menarget kita uang. Pertamanya minta seratus ribu, kita bilang tidak ada kalu segitu, selanjutnya orang tersebut meminta lima puluh ribu dan kita masih tidak punya uang untuk bayar segitu banyaknya. Uang kita tinggal tiga puluh lima ribu, dan inilah yang kita kasihkan ke orang tersebut. Meskipun tahu kita ditarget dan dibohongi tapi tetap mengasihkan uang tersebut dari pada nanti berurusan dengan polisi.&lt;br /&gt; Selanjutnya, karena pembenahan mobil membutuhkan waktu lama dan mencari bengkel tidak menemukan disekitar daerah tersebut. Kitapun harus mengambil alat kerumahnya alfan, karena alat dongkraknya alfan tidak membawa. Dan dengan i’itikad baik, orang yang rumahnya samping kita kecelakaan meminjamkan kita sepeda motor untuk mengambil alat.&lt;br /&gt; Pemilik rumah ini sangat baik, selain ramah dengan kita yang terkena musibah, kami yang menunggu pembenahan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore inipun memberi snack yang mengetahui bahwa kita kelaparan. Setelah selesai pembenahan, kamipun pamit pulang. Dan kami membelikan sesuatu untuk imbalan telah mmembantu kami dengan snacknya dan pinjeman motornya. Namun dengan senyum lebar, pemilik rumah tersebut menolak pemberian kita sambil berkata ”saya juga pernah mahasiswa, dan kewajiban saya sesama manusia adalah membantu yang terkena musibah dan membutuhkan” ungkapnya dengan nada  sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah  :&lt;br /&gt;  1. Kebohongan kepada orang tua dan teman tidak boleh karena akan         menyusahkan diri kita sendiri.        &lt;br /&gt;  2. Dalam dunia ini, selain ada orang jahat namun juga ada orang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan &lt;a href="http://newblogcamp.com/kontes/kontes-unggulan-cermin-berhikmah"&gt;Cermin Berhikmah&lt;/a&gt; di BlogCamp&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6613658199661385298?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6613658199661385298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6613658199661385298' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6613658199661385298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6613658199661385298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2011/01/ban-cepot.html' title='BAN CEPOT'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TTEbz2K5XLI/AAAAAAAAAHI/A-KO5lyr-hc/s72-c/ban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-780310333543500339</id><published>2010-12-03T01:39:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T01:42:17.773-08:00</updated><title type='text'>Lebih Dekat Dengan Karl Mark</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TPi7OVKlYpI/AAAAAAAAAGk/G_NcxoHXZSc/s1600/marx_jeune-be2a9.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TPi7OVKlYpI/AAAAAAAAAGk/G_NcxoHXZSc/s320/marx_jeune-be2a9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546388795980866194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    Membicarakan sosialisme sangatlah kurang lengkap bila tanpa membicarakan Karl Mark. Mark merupakan sosok controversial sekaligus inspiratif bagi para tokoh sosialis dan komunis di dunia ini. Terjadinya gerakan komunisme di Indonesia, Vietnam dan Uni Sovyet sangatlah dipengaruhi oleh pemikiran filsuf asal german ini.&lt;br /&gt;      Karl Mark lahir di kota Trier Kota perbatasan Jerman Barat pada tahun 1818. Lahir dari keluarga Yahudi meskipun ayahnya kemudian pindah agama Kristen Protestan. Kepindahan agama sang ayah ini banyak disesabkan alasan agar diterima sebagai pegawai notaris karena kota prusia tempat ayah Mark kerja berhaluan protestan, hal inilah yang juga menjadi faktor Mark tidak minat agama.&lt;br /&gt;      Latar belakang sang ayah yang seorang notaris, kemudian ayah Mark memintanya masuk di fakultas hukum, namun Mark terpaksa masuk fakultas hukum meskipun tidak minat karena Mark lebih tertarik pada syair. Kemudian, Mark pindah ke berlin tanpa menunggu izin sang ayah dan ditempat inilah Mark mulai belajar filsafat. &lt;br /&gt;Teori Kelas Karl Mark&lt;br /&gt;      Dalam segenap teori Mark, sangat simple tentang apa yang dicita-citakan Mark, harapan Mark bahwa dalam masyarakat tidak ada lagi kesenjangan kelas, dalam artian semuanya sama. Tidak ada yang kuat-lemah, majikan-buruh, kaya-miskin dan kesenjangan kelas lainnya. &lt;br /&gt;      Dalam analisis Mark, kita bisa memahami sejarah apabila kita sudah paham akan kelas sosial yang ada. Kelas sosial tersebut meliputi tentang kelas yang menguasai dan yang dikuasai. Landasan inilah yang menjadi tolak ukur kritik Mark terhadap masyarakat kapitalis. &lt;br /&gt;     Menurut Mark kelas sosial tersebut terdapat tiga macam, hal ini berbeda dengan anggapan banyak orang yang hanya membagi menjadi dua kelas. Ketiga kelas sosial tersebut adalah, pertama, kaum buruh yakni meraka yang hidup karena upah. Kedua, kaum pemilik modal yakni mereka yang mempekerjakan kaum buruh dan hidup karena laba. Ketiga, para tuan tanah yakni mereka yang mendapatkan uang dari hasil tanah yang dikerjakan oleh kaum buruh. Dikarenakan dalam pembahasan selanjutnya tidak akan dibahas tuan tanah dalam membuat keterasingan kepada kaum buruh dan tuan tanah akan di sejajarkan dengan pemilik modal maka yang akan dibahas lebih lanjut adalah dua kategori pertama.&lt;br /&gt;      Yang membedakan kelas atas (borjuis) dengan kelas bawah (proletar) adalah kalau kelas atas mereka memiliki modal dan mempunyai alat produksi. Sedangkan kelas bawah meraka yang hanya hidup dengan menjadi buruh dan bekerja kepada sang pemilik modal. Para pekerja hanya diberi pekerjaan demi memberi untung bagi para pemilik modal yang tidak bekerja dan mendapatkan hasil dari para pekerjaan kaum buruh, inilah yang biasanya disebut bahwa hubungan antara kelas atas dan bawah adalah hubungan yang ekspoitatif, kelas atas menghisap kelas bawah.&lt;br /&gt;      Hubungan transaksional yang terjadi antara kelas atas dan bawah tidak hanya dilambangkan melalui menifestasi dari kelas atas dan bawah. Namun juga kepentingan yang membuat kelas atas dan bawah tidak bisa damai dan membuat kelas bawah teralienasi dari lingkungan kerja, alat produksi, dan hasil produksi. &lt;br /&gt;      Kepentingan kelas juga didukung oleh apparatus negara yang merupakan negara kelas yakni negara yang dikuasai oleh penguasa kelas ekonomi. Selanjutnya, para pemilik modal ingin mendapat laba sebanyak-banyaknya dan para pekerja harus menghasilkan produksi demi upah yang banyak. Para pekerja merasa terasing inipun cendrung bersifat progresif dan revolusioner yang didorong kesadaran dan moralitas pekerja, hal inilah yang kemudian akan terjadi cita-cita mark bahwa para buruh yang tidak tahan di ekspolitasi mengambil jalan revolusi yang kemudian tercapailah masyarakat sosialis yakni masyarakat tanpa kelas dan tanpa kepemilikan pribadi. &lt;br /&gt;Alienasi&lt;br /&gt;      Dalam masyrakat kapitalisme, manusia ditakdirkan harus dan senangtiasa bekerja. Pekerjaan merupakan kebutuhan primer untuk memenuhi kebutuhan. Pekerja yang merupakan kebutuhan primer seharusnya menjadi hal yang menyenangkan dan bersifat kepuasaan. Namun yang terjadi di masyarakat kapitalisme industry, para buruh yang bekerja tidak lagi dengan sesuka hati, melainkan terpaksa sebagai sarana untuk hidup.&lt;br /&gt;      Keterasingan sang buruh inilah yang sering disebut Mark sebagai alienasi. Alienasi ini banyak bentuknya. Pertama yakni alienasi terhadap dirinya sendiri, para buruh tidak mempunyai penghargaan diri yang tinggi akibat hasil produksinya tidak menjadi bahan kebanggaan sebagai sebuah hasil dan karya dari yang dikerjakan. Hal itulah yang mengakibatkan sang buruh terasing dari diri sendirinya. Para buruh dijadikan seperti mesin yang membuat mereka terasing dari diri sendirinya.&lt;br /&gt;      Selanjutnya, Mark menyebutkan bahwa para proletar merasa terasing dari orang lain. Mark menyebutkan setelah terasing dari diri sendirnya, para buruh pun terasing dari lingkungan kerjanya yang merupakan manifestasi dari terasing dari orang lain. Keterasingan tersebut disebabkan adanya hak milik pribadi dan kelas sosial yang mengakibatkan sesama buruh saling bekerja untuk menghasilkan sebanyak-banyaknya produksi dan terasing dari lingkungan sekitarnya. &lt;br /&gt;      Dalam menyikapi keterasingan kerja inilah Mark menyebutkan bahwa solusinya adalah penghapusan hak milik pribadi. Kaum buruh bekerja hanya untuk mendapatkan uang untuk kelangsungan hidup. Semuanya saling bersaing menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Dengan penghapusan hak milik pribadi maka seseorang tidak lagi tergantung pada majikan dan tidak harus terpaksa untuk bekerja lagi karena sudah tidak ada yang menjadi majikan dan babu. &lt;br /&gt;      Selanjtnya, Mark membedakan tiga tahap manusia,. Tahap pertama adalah masyarakat purba yakni sebagai pembagian pekerjaan dimulai dan yang terjadi adalah masyarakat berpindah-pindah untuk cari makan. Tahap kedua, yang masih berkelanjtan sampai sekarang adalah tahap pembagian kerja yakni tahap hak milik pribadi dan tahap keterasingan bagi kaum pekerja. Tahap ketiga, yang juga cita-cita Mark yakni masyarakat yang bebas dengan ditandai dengan tidak adanya hak milik pribadi, yang inilah mimpi beser Mark untuk menciptakan masyarakat egaliter tanpa kelas sosial.  &lt;br /&gt;Cita-cita Sosialisme&lt;br /&gt;      Seperti di tegaskan Theimer bahwa masyarakat sosialisme adalah tidak ada kepemilikan pribadi yang ada hanyalah kepemilikan komunal. Yakni kepemilikan yang tidak individualis. Dalam pandangan cita-cita Mark bahwa kepemilikan semuanya di administrasikan kepada Negara. Dalam pandangan Mark, bahwa sosialisasi berarti adalah nasionalisasi asset pribadi kepada Negara. Namun ketika kaum kapitalis tidak lagi mempunyai ancaman, maka Negara kehilangan fungsinya dan selanjutnya pabrik-pabrik pun akan di urus oleh mereka yang bekerja secara langsung. &lt;br /&gt;      Ciri ciri masyarakat komunis menurut Mark adalah penghapusan milik pribadi atas alat-alat produksi, penghapusan kelas sosial, menghilangnya Negara dan penghapusan pembagian kerja. Namun ungkapan mark tersebut yang termanifestasi melalui teorinya masih menyisahkan banyak masalah. Masih bisa di dekonstruksi secara kritis dalam proses rasionalisasi pemikiran Mark. Bukan tanpa celah ketika hak milik di hapus, bukan tanpa celah juga ketika kaum proletar melakukan revolusi yang bisa jadi akan timbul borjuis-borjuis kecil muncul dari masyarakat proletar. Selanjutnya, silahkan berdialektika pengetahuan dan selamat berdiskusi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-780310333543500339?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/780310333543500339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=780310333543500339' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/780310333543500339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/780310333543500339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/12/lebih-dekat-dengan-karl-mark.html' title='Lebih Dekat Dengan Karl Mark'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TPi7OVKlYpI/AAAAAAAAAGk/G_NcxoHXZSc/s72-c/marx_jeune-be2a9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-8636584628932969152</id><published>2010-11-11T18:25:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T23:02:27.302-08:00</updated><title type='text'>Setahun Yang Lalu…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TNyoMbV4iMI/AAAAAAAAAGc/Mdob2VGqvhE/s1600/sweet-memory-girls.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TNyoMbV4iMI/AAAAAAAAAGc/Mdob2VGqvhE/s320/sweet-memory-girls.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538486573210306754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/home.php#!/profile.php?id=1088071436"&gt;AR&lt;/a&gt; inisialnya, Cau akrab ku memanggilnya. Orang yang selalu membuaku terkadang jengkel, sebel dan bahkan kangen. Lebaran Idul Adha ini tepat aku setahun mengenalnya. Tidak hanya mengenal, proses pendekatanpun sudah setahun lalu aku lakukan sebelum sekitar tiga bulan yang lalu kita jadian.&lt;br /&gt; Makam Bung Karno Blitar, tempat bersejarah bagi kami. Disitulah aku bertemu dengannya dengan seksama meskipun sebelumnya pernah bertemu waktu orientasi Fakultas yang pada waktu itu aku menjadi pendampingnya. Namun aku tidak tahu bagaiman paras wajahnya.&lt;br /&gt;Sebelum bertemu di tempat bersejarah itu, kami sudah sering sms-an dan saya telah melakukan pendekatan. Yang saya tahu, dia adalah anak dampinganku yang lahir di Banglades, selain itu saya kurang tahu. Wajahnyapun masih ingat-ingat lupa. &lt;br /&gt;Dengan memakai baju agak besar, jubah biasanya orang bilang. Warnanya ping, kulihat dari kejauhan, dia sedang bercakap dengan soni. Aku masih menuntaskan bacaan yasin di sebelah barat makam Bung Karno. Ku menghampirinya, wajahnya aneh kurasakan pada saat itu. tidak terlalu cantik, namun menawan. Setelah salaman, aku tak banyak mengungkapkan kata-kata. Gemetaran layaknya seorang ketemu cewek yang baru di dekatinnya.&lt;br /&gt;Setelah tak lama bicara, kita melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Rumahnya tak jauh dari makam Bung Karno. Tak lebih dari lima belas menit dari makam. Kita berjalan keluar makam. Melewati pasar yang ada di utara makam, satu-satunya jalan yang harus ditempuh ketika mau keluar. Sambil barjalan, sesekali aku berada disampingnya meskipun aku membisu tak bisa ngomong apa-apa. Sambil melihat pernak-pernik, aku mencoba mengajaknya bicara, namun cueknya minta ampun. Cuek kayak artis di ajak ngobrol penggemarnya. Banyak di cuekin, akupun salah tingkah, defense mekanism ku tak berguna waktu itu, aku sering lepas kendali disampingnya.&lt;br /&gt;Selain kita berdua, ada juga wanda yang menemaninya, Soni dan Iqbal. Tidak lama kemudian, Kami nyampek dirumahnya. Suasana dalam hatiku masih mencekam, mulutku seolah disolasi yang tak banyak mengungkapkan kata-kata. Kedua sahabatku, yang niatnya mencocokan kita pun tak banyak berbuat apa melihat aku malu tak bisa ngomong. Malah mereka yang banyak ngomong dengan cewek perwatakan cuek dan simple ini. &lt;br /&gt; Perjalananpun dilanjutkan kerumah sahabatku alfan di Terenggalek. Di rumah alfan inilah, aku membuat puisi pertamaku untuknya. Dengan hati yang senang, habis melihat wajahnya dengan jelas, akupun bisa mengimajinasikan bidadariku ini dalam setiap rangkaian kata yang aku ketik di hand phone. Suasana hatiku semakin senang, ketika esok harinya dia mengucapkan senang terhadap puisinya dan bilang bagus. Semenjak itu pulalah aku sering mengirimkannya puisi, sampai-sampai puisiku disalin kedalam buku tulis. Meskipun pada akhirnya dia bilang tida suka dengan puisi yang isinya hanya gombal.&lt;br /&gt; Lebaran Idul Adha mendatang, tepat satu tahun kisah kita berdua, tempat dimana kita bertemu untuk melihatmu dengan jelas, hati maupun fisik. Awal perjalanan panjang yang kita rajut dalam ruang dan waktu yang special. Hampir sepuluh bulan aku mendekatinya. Sejarah terpanjang dalam proses hidupku mengejar cinta. Mengejar cinta yang dimulai di hari Idhul Adha dimana para umat muslim ber kurban. Itulah mungkin yang hendak di ajarkan pada kita, bahwa hakikat cinta adalah kurban. Mulai dari kurban hati, perasaan dan kurban mood harus memahami orang lain dalam keadaan apapun. &lt;br /&gt; Setahun lalu, pertemuan kita yang menjadi awal dari segalanya. Lebaran Idul Adha inipun kita masih bersama. Merajut cinta dalam tawa maupun tangis. Yang kuharap tidak hanya lebaran Idul Adha kali ini saja kita bersama, lebaran selanjutnya ku ingin masih bersamamu. Disetiap lebaran Idul Adha kita masih bersama, sampai kita tak bisa lagi merayakan lebaran itu. Bersama, sampai kita mati tak menemui Idul Adha lagi. Semoga…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-8636584628932969152?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/8636584628932969152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=8636584628932969152' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8636584628932969152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8636584628932969152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/11/setahun-yang-lalu.html' title='Setahun Yang Lalu…'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TNyoMbV4iMI/AAAAAAAAAGc/Mdob2VGqvhE/s72-c/sweet-memory-girls.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-5622183889233586236</id><published>2010-11-02T09:22:00.000-07:00</published><updated>2010-11-02T09:32:58.637-07:00</updated><title type='text'>Siaran Pers "Aksi Penggalangan Dana Oleh PMII UIN Malang"</title><content type='html'>Kemarin tepatnya pada hari senin Tanggal 1November 2010 terjadi aksi yang di lakukan oleh Pergerakan Mahasisiwa Islam Indonesia (PMII) UIN Malang. Aksi tersebut tidak seperti biasanya yang dilakuakan ditengah kota atau di depan gedung anggota dewan kota malang. Aksi kali ini di laksanakan di depan kampus UIN Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aksi yang di mulai jam Sembilan pagi ini adalah aksi yang di gagas oleh PMII UIN Malang yang bertujuan aksi solidaritas dan penggalangan dana akibat tsunami yang terjadi di mentawai Sumatera Barat, Banjir Bandang di wasior Papua dan akibat letusan merapi yang terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aksi penggelangan dana ini dilakukan oleh para kader PMII yang terdiri dari berbagai Fakultas di UIN Malang. Aksi ini dimulai di depan klinik yang berada diselatan kampus UIN Malang. Tidak terpaut lama para mahasiswa di lingkungan kampus UIN Malangpun langsung dengan suka rela menyumbangkan dana untuk para korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya, para penggalang dana pun langsung merengsek di depan kampus yang tepatnya dijalan Gajayana Kota Malang. Para kader PMII inipun langsung berorasi di tengah jalan untuk mengetuk hati nurani pengguna jalan raya. Para pengguna jalanpun sangat berpartisipasi dengan menyumbangkan sedikit dananya ke para penggalang dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekitar jam 12 siangpun aksi penggalangan dana yang di kordinatori oleh Sahabat Shandhy Yudha ini di akhiri. Sandhy, langsung mengumpulkan kerdus yang di buat panggalangan dana. Uang yang diperoleh langsung dijadikan satu dan selanjutnya dilanjutkan dengan kordinasi lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dari hasil kordinasi, disepakati bahwa penggalangan dana akan dilanjutkan nanti sore jam 3 sore pada waktu kuliah intensif bahasa arab. Uang yang diperoleh pun lumayan banyak sekitar satu setengah juta. Uang yang di perolehpun tidak langsung di hitung karena akan melaksakan aksi lanjutan pada sore nanti tersebut. Rencananya semua uang yang diperoleh akan dihitung pada malam harinya dan akan di publikasikan kepada khalayak umum di lingkungan kampus UIN Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi penggalangan dana tersebut sangatlah penting untuk meningkatkan kepekaan sosial terutama kepada mahasiswa yang menyandang agent of sosial change. Hal ini juga disebutkan oleh Eriq “kami melakukan hal ini karena kami peka terhadap situasi sosial kita, terutama yang terjadi pada bangsa ini” ucap mahasiswa berambut panjang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penggalangan dana tersebut seharusnya menjadi ketukan nurani kepada para pemerintah. Mahasiswapun yang hanya bermodal nekad saja bisa melakukan gerakan sosial, tentunya para pemerintah daerah maupun nasional baik eksekutif maupun yang legeslatif harus lebih massif lagi dalam membantu para korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak hanya itu, tujuan penggalangan dana ini adalah sebagai pembuktian bahwa eksistensi gerakan mahasiswa yang belum mati. Selama ini mahasiswa cendrung enggan jika harus turun kejalan melakukan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Mahasiswa lebih senang melakuakan kuliah dan pulang dari pada melakukan aktivisme yang bersifat pembelaan terhadap rakyat. Dengan aksi ini, semoga menjadi awal untuk membuka nurani mahasiswa yang lain dan tentunya kepada pemerintah dalam melakukan pertolongan terhadap parakorban bencana di negeri ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-5622183889233586236?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/5622183889233586236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=5622183889233586236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5622183889233586236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5622183889233586236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/11/siaran-pers-aksi-penggalangan-dana-oleh.html' title='Siaran Pers &quot;Aksi Penggalangan Dana Oleh PMII UIN Malang&quot;'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7027954520241145103</id><published>2010-10-31T08:35:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T08:37:51.110-07:00</updated><title type='text'>Diam, Kunci Dari Dialog Intereligius</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TM2NPIwCNFI/AAAAAAAAAFM/oz_KRphgu7g/s1600/New+Book+DIALOG+INTERRELIGIUS-Arm1a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TM2NPIwCNFI/AAAAAAAAAFM/oz_KRphgu7g/s320/New+Book+DIALOG+INTERRELIGIUS-Arm1a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534234808294716498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hubungan antar umat beragama di kota malang akhir-akhir ini mengalami kemajuan. Mulai dari adanya komunitas Gusdurian sebagai wadah kaum antar agama dalam berdiskusi tentang ajaran Gus Dur terutama yang berkaitan dengan kerukunan umat antar beragama. Tidak hanya itu, lakspendam NU kota malang yang di motori M. Syafik, Mahpur dan yang lain ini intens berkomunikasi dengan umat agama lain di luar islam.&lt;br /&gt; Tidak hanya itu, hubungan baik dialog antar umat beragama tersebut juga Nampak dalam bedah buku berjudul “Dialog Inter Religius” pada tanggal 28 Oktober 2010  yang di selenggarakan di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sesana Kota malang ini. Dalam bedah buku ini banyak dari umat agama lain hadir, seperti penulis yang hadir sebagai dari agama Islam. &lt;br /&gt; Dalam diskusi yang mendatangkan langsung penulis yakni  Prof Dr. E Armada Riyanto  ini berlangsung menarik dan meriah dengan datangnya peserta yang hadir. Dalam kesempatan kali ini penulis yang akrab di sapa Romo Armda memaparkan pentingnya dialog antar umat beragama. &lt;br /&gt; Dalam pemaparannya, Romo Armada bahwa yang penting dalam dialog antar umat beragama maupun dengan agama sendiri adalah tiga hal. Pertama, adalah mimpi bahwa akan ada dialog antar denanga agama lain, karena hanya dengan mimpi antar umat beragama saling memahami dan mengerti. Kedua, lanjut romo armada, bahwa sebagaimana dialog yang penting adalah bicara, hanya dengan bicara umat beragama bisa saling memahami kemauan antar umat agama lain. Ketiga, dalam pandangan romo Armada, tidak hanya bicara namun dalam dialog juga harus diam, hanya dengan diam kita bisa mendengarkan umat agama lain dan hanya dengan diam tenggang rasa itu muncul.&lt;br /&gt; Tidak hanya itu, romo armada juga banyak menyinggung tentang prospek dialog antar umat beragam di asia maupun pandangannya di Indonesia. Selain romo armada, datang pula Guru Besar Sosiologi Agama dari UMM Malang yakni Dr. Samsul Arifin. Dalam penyampiannya bahwa dalam pandangan beliau bahwa esensi dari agama itu sama yakni pada intinya adalah mengajarkan kebaikan.&lt;br /&gt;  Dalam doa’, lanjut beliau bahwa  sama meminta akan hal kebaikan. Tidak ada do’a dari agama manapun yang meminta akan keburukan semuanya meminta kebaikan. Oleh sebab itu, karena saling meminta dan mengajarakan kebaikan maka antar agama harus berdialog untuk menemukan titik ideal dan saling melengkapi dari kebaikan tersebut.&lt;br /&gt; Selantnya, Dr. Samsul Arifin banyak juga melihat dialog antar umat beragama yang berkaitan dengan sosiologi agama. Dalam pandangan beliau, bahwa secara sosiologis bahwa dialog antar umat beragama adalah sebuah afirmasi perbadaan. Dalam artian saling menguatkan dari perbedaan, dan dengan adanya dialog antar umat beragama adalah afirmasi dari perbedaan tersebut bisa mewujudkan apa yang di ajarakan agama bahwa perbedaan itu adalah rahmat. &lt;br /&gt; Selain dua pembicara tersebut, hadir pula Romo Periera yang juga dosen di STFT tersebut. Berbeda dengan pemateri sebelumnya yang terkesan tegang, Romo Periera memaparkannya dengan diselingi humor. Dalam pemaparan beliau, Romo Periera banyak memberi masukan sekaligus keritikan yang berkaitan dengan buku ini.&lt;br /&gt; Dengan diselingi banyak humor, Romo Periera membedah buku ini perbagian, romo Periera mengkeritiknya mulai dari penulisan yang kebanyakan istilah asingnya yang terasa tidak populis dan hal-hal teknis lain yang menjadi kelemahan buku ini.&lt;br /&gt; Dengan adanya kegiatan semacam ini terutama dengan melibatkan dan mengundang agama lain akan bisa menjadi iklim yang bagus bagi kerukunan umat beragama di bangsa ini. Dengan adanya kegiatan semacam ini akan terjalin silaturahmi dan komunikasi yang intens antar umat beragama yang pada out put nya akan terjadi dialog dan saling pengertian antara umat beragama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7027954520241145103?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7027954520241145103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7027954520241145103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7027954520241145103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7027954520241145103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/10/diam-kunci-dari-dialog-intereligius.html' title='Diam, Kunci Dari Dialog Intereligius'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TM2NPIwCNFI/AAAAAAAAAFM/oz_KRphgu7g/s72-c/New+Book+DIALOG+INTERRELIGIUS-Arm1a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7446095500780626330</id><published>2010-10-27T22:54:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T23:11:40.570-07:00</updated><title type='text'>Pemuda dan Penyempitan Peran ( sebuah refleksi sumpah pemuda yang ke 82)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TMkUCpi5chI/AAAAAAAAAFE/Q0eUOYKRcBg/s1600/sumpah+pemuda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TMkUCpi5chI/AAAAAAAAAFE/Q0eUOYKRcBg/s320/sumpah+pemuda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532975652945883666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 28 oktober 1928, tepatnya pada kongres ke II di Jakarta para pelajar senusantara menetapkan sumpah pemuda. Di banding pancasila yang merupakan simbol Negara, sumpah pemuda tidaklah sebanding. Terlalu jauh sekaligus irasional jika membandingkan simbol Negara dengan sebuah sumpah, terutama yang hanya dibuat oleh seorang pemuda.&lt;br /&gt; Gerakan pemuda saat itu, yang termanifestasikan melalui sumpah pemuda merupakan tindakan konkrit di tengah bangsa ini sedang dikuasai oleh kolonial. Di tengah bangsa yang dijajah, pemuda saat itu telah mampu mengambil peran menyatukan dalam melawan kolonial.&lt;br /&gt; Sumpah pemuda, yang merupakan cerminan dari pemuda nusantara seakan menjadi tolak ukur dari kebhinekaan dan kesatuan bangsa ini. Pemuda tersebut mewakili dari berbagai daerah mereka seperti Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Minahasa Bond, Madura Bond, Pemuda Betawi dan lain-lain. Manifestasi pemuda nusantara inilah yang kemudian menjadi ikrar setia terhadap bangsa ini.&lt;br /&gt;Selanjutnya, penulis tidak akan memperpanjang historis sumpah pemuda yang pada ujungnya akan mengerucut pada satu person yang bias akan kepentingan, karena dalam pendangan penulis keberhasilan tentang gebrakan pemuda saat itu tidak hanya di sebabkan oleh satu individu saja, melainkan semua individu pemuda yang cinta akan persatuan melawan colonial.&lt;br /&gt;Kalau kita cermati, pemuda pada pra kemerdekaan sangatlah progres dan sumpah pemudalah salah satu gebrakan itu yang bisa menandai lahirnya Indonesia. Mulai dari Tan Malaka sembagai pemuda pemberontak saat itu, terutama dalam hal melawan penjajah. Tidak hanya itu Soekarno mulai berjuang melalui kendaraan PNI. Tidak hanya itu Hayam Wuruk pun menjadi raja di usianya yang baru enam belas tahun. Gajah madapun menjadi raja tak lebih dari umur dua puluh tiga tahun.&lt;br /&gt;Kalau kita bandingkan dengan pemuda saat ini, jarang sekali pemuda di usianya yang masih muda terjun keranah masyarakat yang permasalahannya kian kompleks. Melanjutkan tulisan ini tiba-tiba penulis teringat perakataan budayawan agus sunyoto. Tepatnya setahun lalu dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda di café Aquanus Soekarno Hatta Malang. Meskipun masih tak semuanya ucapan beliau penulis semua ingat, yang penulis masih ingat adalah bahwa pemuda saat ini kehilangan perannya sebagai pemuda.&lt;br /&gt;Penulis cermati, peran pemuda kekinian semakin menyempit di tengah pengotakan secara psikis dan justifikasi masyarakat modern tentang peran pemuda. Ambil contoh, dalam ilmu psikologis pemuda yang berumuran dua puluh tahunan.  Dalam ilmu psikologi pada usia saat itu yang dibahas tentang pergolkan nilai remaja, menyukai geng-gengan dan sampai puncak dari seks.&lt;br /&gt;Bangunan pengetahuan yang ditanamkan kedalam bawah sadar saat ini adalah bersifat positifistik yang sangat jauh dari ruh perjuangan masyrakat marginal. yang dijelaskan bahwa dalam usia remaja dan dewasa awal yang ada hanya sifat manja dan individualisme, inilah yang penulis sebut sebagai penyempitan peran pemuda saat ini.&lt;br /&gt;Kalau kita bandingkan, Hayam Wuruk bisa menjadi raja pada usia enam belas tahun kenapa pemuda saat ini malah di justifikasi dengan pengetahuan yang cendrung memperkecil peran pemuda. Kalau dahulu pemuda sudah berani memimpin sebuah kerajaan, pada saat ini alam bawah sadar pemuda sudah di hegemoni oleh globalisasi yang mengakibatkan hedonisme dan konumerisme yang malah membunuh kodrat pemuda yang hakikatnya penuh dengan spirit perjuangan.&lt;br /&gt;Dalam konteks kekinian, jarang sekali pemuda mengisi pos penting terutama yang bersifat perjuangan terhadap bangsa. Meskipun sebagian ada, namun suara pemuda tersebut tidaklah sebagai representasi dari pemuda ditanah air ini. Suara lantang pemuda tersebut banyak di motifkan kepentingan pribadi maupun kelompok yang cendrung pragmatis.&lt;br /&gt;Pada tahun 1965 kita mesih sering mendengar perjuangan Soe Hoek Gie yang dengan gigih memperjuangkan nasib rakyat, yang biasanya di kenal dengan perjuangan angkatan 65. Dalam berbagai kesempatan, dalam tulisan maupun dalam filmnnya, Gie banyak menyesalkan gerakan para pemuda yang cendrung tidak independen dan bias kepentingan kelompok. Hal ini penting karena gerakan pemuda seyogyanya sebagai pioner sebagai representasi rakyat seluruhnya, bukan golongan tertentu. &lt;br /&gt;Semangat sumpah pemuda merupakan momen untuk menciptakan gerakan pemuda yang kolektif bukan berkiblat pada golongan tertentu. Sumpah pemuda, pada dasarnya mengajarkan hal tersebut dimana pemuda dari sabang sampai maraoke bersatu menegaskan bangsa Indonesia tanpa kepentiangan dari sekte tertentu. &lt;br /&gt; Selain itu, seyogyanya ada revitalisasi peran pemuda yang secara historis peranannya sangatlah besar bagi bangsa ini. Pemuda identik dengan semangat patriotiknya tentu sangat naïf ketika peran itu dipersempit dengan hegemoni pengetahuan modern yang kering dari semangat memperjuangkan nasib masyrakat marginal.&lt;br /&gt;Memberi kepercayaan bagi yang muda untuk beraktualisasi, tidak hanya dalam diruang prifat melainkan di ranah public merupakan solusi yang koheren ditengah penyempitan peran dan fungsi pemuda yang senangtiasa di sandingkan dengan kata agen of change dalam berbangsa dan bernegara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7446095500780626330?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7446095500780626330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7446095500780626330' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7446095500780626330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7446095500780626330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/10/pemuda-dan-penyempitan-peran-sebuah.html' title='Pemuda dan Penyempitan Peran ( sebuah refleksi sumpah pemuda yang ke 82)'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TMkUCpi5chI/AAAAAAAAAFE/Q0eUOYKRcBg/s72-c/sumpah+pemuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-2128990389259251740</id><published>2010-10-22T09:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T09:53:04.460-07:00</updated><title type='text'>Budaya Ngopi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TMHBXFmLLpI/AAAAAAAAAE8/aS8Oyzbn5mo/s1600/kopi1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TMHBXFmLLpI/AAAAAAAAAE8/aS8Oyzbn5mo/s320/kopi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530914419771125394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Ngopi” adalah panggilan yang akrab didengar terutama bagi kalangan mahasiswa. Di kota malang.tidak sulit kita menemui mahasiswa yang sering ngopi, mulai dari café yang agak besar sampai warteg yang kecil. Mulai warung kopi yang ada di mal sampai yang terdapat di pinggir jalan.&lt;br /&gt; Dikota malang terutama didaerah dekat kampus, banyak tempat yang biasanya dijadikan tempat ngopi. Ngopi bagi kalangan mahasiswa adalah pekerjaan mangasyikan, ditengah tugas yang menumpuk dan perkuliahan yang padat, ngopi merupakan salah satu alternatif menghilangkan kepenatan tersebut.&lt;br /&gt; Budaya ngopi yang disertai dengan tongkrongan adalah budaya kebanyakan para mahasiswa. Diwarung kopi kita akan banyak menceritakan beraneka ragam persoalaan, mulai dari kuliah, cewek, bisnis sampai organisasi. Tidak hanya itu, ngopi terkadang sebagai ajang untuk berdiskusi bagi kalangan aktivis.&lt;br /&gt; Misalnya di salah satu café yang ada daerah Jl. Gajayana Kota malang ini, di café ini seringkali dijadikan tempat bagi para aktivis multi cultural dalam menjalankan diskusi. Mulai dari diskusi tentang bangsa yang pelik dan berat sampai diskusi yang ringan masalah remaja kekinian. Di café ini sengaja disediakan program untuk mahasiswa yang menjalankan diskusi, setiap para mahasiswa yang datang untuk diskusi sejumlah lima orang maka mendapat bonus satu bungkus rokok, begitu juga seterusnya sesuai dengan kelipatan lima mahasiswa yang datang. &lt;br /&gt; Budaya ngopi sesungguhnya banyak positifnya, mulai dari menambah jaringan dari berbagai macam kampus, ngopi juga mempunyai manfaat berupa menambah wawasan karena yang ada dalam ngobrol di warung kopi adalah berupa sharing dan diskusi kecil-kecilan.&lt;br /&gt; Membahas tentang budaya ngopi, tiba-tiba penulis teringat tentang sosok Gus Dur, sewaktu di mesir beliau jarang sekali kuliah, yang beliau lakukan adalah hanya keperpustakaan untuk membaca buku setelah itu beliau ngopi dengan teman-temannya serta mendiskusikan apa yang telah beliau baca. Di tempat ngopilah Gus Dur lebih banyak mendapatkan pengetahuan dan mengasah intelektuanya.&lt;br /&gt; Hal inilah yang membuat ngopi banyak menghasilkan manfaat. Tidak hanya dikelas kuliah yang bisa transaksi pengetahuan, diwarung kopipun kita bisa transaksi dan berbagi pengetahuan. Transaksi ini bisa berupa diskusi yang berat maupun yang ringan.&lt;br /&gt; Selanjutnya, ditengah budaya globalisasi ini, dimana pergaulan yang sangat bebas, ngopi bisa menjadi alternatif dan isu tandingan untuk mengcounter budaya globalisasi tersebut. Budaya modern yang banyak mengajarkan tentang konsumerisme dan matrialistik, dengan ngopi budaya tersebut bisa sedikit terkikis karena dengan adanya budaya ngopi maka pusat perhatian mahasiswa pada waktu lengang tidak lagi di mal besar yang menghabiskan banyak uang namun terpusat pada warung kopi yang hanya dengan dua ribu rupiah sudah bisa bersanda gurau dan bersenang-senang dengan teman sejawat.&lt;br /&gt; Tidak hanya bagi mahasiswa biasa, budaya ngopi justeru sering dilakuakan oleh para aktivis kampus. Para aktivis biasanya melaksanakan aktivitas organisasinya seperti diskusi, rapat dan merancang demonstrasi hanya cukup diwarung kopi. Tidak heran kalau para aktivis banyak jaringan, kerena diwarung kopi jaringan itu diperoleh. Baik jaringan sesama organisasi berbeda kampus maupun berbeda organisasi.&lt;br /&gt; Harapan penulis, budaya ngopi semoga terus terbudayakan. Jangan sampai budaya tersebut hangus kalah dengan budaya modern yang minim manfaat dan hanya menguntungkan para pemodal menengah keatas. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-2128990389259251740?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/2128990389259251740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=2128990389259251740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2128990389259251740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2128990389259251740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/10/budaya-ngopi.html' title='Budaya Ngopi'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TMHBXFmLLpI/AAAAAAAAAE8/aS8Oyzbn5mo/s72-c/kopi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-9113572860096454812</id><published>2010-10-07T02:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T02:35:21.003-07:00</updated><title type='text'>Kedisiplinan Yang Tidak Konsisten</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TK2UKSJjnEI/AAAAAAAAAEY/zK58wJbw_cc/s1600/Neta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TK2UKSJjnEI/AAAAAAAAAEY/zK58wJbw_cc/s320/Neta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525235222244990018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu (kamis,05-10-2010) penulis di tilang oleh Kepolisian Kabupaten Malang. Saat hendak menuju kampus pada sore hari, penulis tiba-tiba dihentikan oleh para polisi yang jumlahnya sekitar sepuluh orang. Setelah ditanya STNK dan SIM, penulis langsung mengeluarkan keduanya. Setelah surat-surat saya lengkap ternyata saya masih di kena tilang kerena lampu sepeda saya tidak hidup. &lt;br /&gt;Selanjutnya saya tanya, ini kan pada sore hari. Polisinya menunjukan peraturan lalu lintas yang berisikan bahwa meskipun pada siang hari wajib menyalakan lampu. Peraturan yang penulis belum tahu sebelumnya. Penulis membantah karena belum tahu peraturan tersebut, ternyata polisi perempuan yang menulis surat tilang itu membantah bahwa pihaknya telah sosialisasi selama satu tahun. Akhirnya sayapun ditilang.&lt;br /&gt;Besok paginya, sekitar jam setengah tujuh pagi penulis berangkat menuju kampus. Penulis mendapati pemandanagan yang aneh tidak seperti biasanya. Penulis melihat banyak polisi di sekitar perempatan kecil maupun besar. Penulis juga melihatnya di dekat perkantoran dan sekolah disekitar Kepanjen Kabupaten Malang. Situasi yang aneh memang, aneh Karena dihari-hari biasanya penulis tidak menemui polisi lalu lintas seramai itu pada pagi hari.&lt;br /&gt;Merasakan hal aneh yang ada kaitannya dengan polisipun penulis bertanya-tanya. Sambil mengendarai motor penulis memikirkan dari kejadian yang baru terjadi dan kejadian kemaren yang aneh karena  baru kali ini penulis di tilang karena tidak menyalakan lampu disiang hari. Tiba-tiba penulis teringat dari infrormasi yang penulis baca dari salah satu surat kabar kemaren siang.&lt;br /&gt;Berita itu tentang pergantian Kepala Polisi Republik Indonesia (KAPOLRI) dari AKBP Bambang Hendarso Danuri yang senter terdengar akan di gantikan AKBP Timur Pradopo. penulis ternyata menemukan kecocokan dari yang penulis baca dengan dua kejadian yang baru saja penulis alami. Ternyata ada kaitannya dari kinerja polisi tingkat bawah dengan pergantian kepala polisi tingkat nasional. &lt;br /&gt;Selanjutnya, penulis teringat beberapa tahun lalu. Yakni ketika Bambang Hendarso Danuri baru saja menjabat sebagai Kapolri, pada saat itu penulis ingat betul bahwa polisi setelah itu juga sangat rajin memberantas preman. Baik preman jalanan sampai preman yang ada dipasar-pasar. Tidak hanya itu para Bandar togel dari yang kecil sampai yang besarpun diberantas habis.&lt;br /&gt;Dari kejadian beberapa tahun lalu yang polisi sangat rajin memberantas preman ketika mempunyai kapolri baru, saya mempunyai sedikit kesimpulan bahwa kedua kejadian diatas yang tiba-tiba para polisi menjadi disiplin mungkin dikarenakan pergantian kapolri baru.&lt;br /&gt;Hal inilah yang patut kita cermati sebagai warga Negara. Ternyata aparat keamanan kita yang sering menggembar gemborkan kedisiplinan ternyata kedisiplinannya sering masuk angin. Disiplinnya hanya angin-anginan dan hanya ketika terjadi pergantian Kapolri saja. Hal ini sangat disayangkan karena masyarakat yang melanggar hukum tidak hanya terjadi ketika ada pergantian kapolri saja, masyarakat bisa melakukan kejahatan kapan dan dimana saja.&lt;br /&gt;Penulis tidak hendak menyalahkan dan memprotes karena penulis ditilang karena penulis manganggap salah karena telah melanggar hukum. Namun yang penulis sesali adalah karena yang dilakukan polisi adalah disiplin yang inkonsisten. Kedisiplinan yang ada indikasi lain yang tidak murni melayani rakyat dengan sepenuh hati. Semoga kedepannya dengan kapolri yang baru kepolisian kita dapat lebih disiplin selamanya, tidak angin-anginan ketika ada momentum pasca pergantian kapolri belaka. Semoga….!,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-9113572860096454812?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/9113572860096454812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=9113572860096454812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/9113572860096454812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/9113572860096454812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/10/kedisiplinan-yang-tidak-konsisten.html' title='Kedisiplinan Yang Tidak Konsisten'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TK2UKSJjnEI/AAAAAAAAAEY/zK58wJbw_cc/s72-c/Neta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-4633894514268696223</id><published>2010-10-04T21:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T21:39:43.476-07:00</updated><title type='text'>Agama dan Negara Sebagai Sumber Anti Kekerasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TKqriOXzUNI/AAAAAAAAADQ/SaBVCJBrJkg/s1600/WAR.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TKqriOXzUNI/AAAAAAAAADQ/SaBVCJBrJkg/s400/WAR.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524416497385165010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kita banyak menemui kekerasan di bangsa ini. Kekerasan tersebut melibatkan massa dengan jumlah banyak. Bisa dibilang kekerasan bentuk dari keberagaman kita sebagai negara yang multi etnis. Kekerasan tersebut terkadang terjadi antar suku, etnis dan bahkan agama.&lt;br /&gt; Beberaa waktu lalu kita di kegetken dengan  kekerasan antar umat beragama. Mulai dari FPI yang menyerang Ahmadiyah sampai penyerangan antara umat islam dengan kristen di tarakan beberapa waktu lalu. Dicermati agama memang banyak menimbulkan konflik dinegeri ini. Justifikasi agama sebagai penyebab kekerasan mamang tidak sepenuhnya benar,  apalagi agama pada dasarnya adalah sumber dari kedamaian.&lt;br /&gt; Agama  pada dasarnya tidak ada yang menganjurkan permusuhan apalagi kekerasan. Semua agama pada mulanya adalah rahmatal lil alamin yakni rahmat dari sekalian alam. Di negeri ini agama yang merupakan entitas tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa kita seharusnya bisa menjadi sumber ketentaraman bagi bangsa ini.&lt;br /&gt; Dengan demikian agama yang menjadi entitas kehidupan kita dalam sehari-hari harus dijadikan alat untuk menyatukan bangsa namun agama malah jadi sumber kekerasan. Dalam pandangan freud, bahwa seseorang sangatlah dibentuk oleh masa lalunya, di negeri ini yang kebayakan beragama sejak kecil maka secara otomatis agama akan mempengaruhi kualitas berkehidupan sosial di negeri ini. &lt;br /&gt; Perlakuan oknum agama yang melegalkan kekerasan atas nama agama, kalau penulis berpendapat sangat dipengaruhi tata agama yang dibentuk sejak kecil. Jangan salah kalau Habib Riziq pimpinan FPI dan para teroris itu memang di didik dalam lingkunagn keras dan fundamental dalam beragama sejak kecil.&lt;br /&gt; Hal inilah yang seharus kita lakukan, bahwa penanaman agama sejak kecil layaknya diajarkan agama yang moderat dan tidak mengajarkan membenci umat agama lain, yang biasanya ditanamkan bahwa umat agama lain adalah penghuni neraka dan lain sebagainya. Doktrinasi sejak kecil inilah yang akan menjadikan kualitas keberagamaan kita rendah terutama kaitannya dengan aspek social.&lt;br /&gt; Selain itu, mengajarkan pluralisme agama sangatlah penting malihat agama semakin hari hanya dijadikan ajang permusuhan. Pluralisme mengajarkan kita akan pentingnya menghargai keyakianan. Konsep pluralisme kalau kita gunakan dalam  bernegara tentunya sangat baik terutama dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila yang didalamnya terdapat Bhineka Tunggal Ika, berbeda namun tetap satu jua.&lt;br /&gt; Tak hanya agama yang berperan penting dalam membangun masyarakat yang damai dan nirkekerasan. Negarapun turut serta bertanggung jawab dalam membangun keselarasan dalam bermasyarakat. Kalau penulis katakan, ada kaitan yang penting antara Negara dan agama dalam membentuk bangsa yang nir kekerasan.&lt;br /&gt; Negara adalah pengatur kehidupan secara de jure. Dalam mengatur, Negara idealnya  dalam wilayah public dan tidak terlalu prifat. Dalam aspek kekerasan misalnya Negara hanya mengatur dan membuat regulasi hukum yang jelas untuk mewujudkan kedamaian masyarakat warga Negara. Negara hanya mengatur rugulasi yang bersifat umum dan berwilayah public. &lt;br /&gt; Dalam artian, Negara tidak terlalu jauh mengatur wilayah prifat dalam berkehidupan social. Negara harus menegakkan bahwa seluruh warga negara berhak akan kedamaian dan diperlakukan sama dalam wilayah hukum, apapun itu agama dan etnisnya. &lt;br /&gt; Kalau Negara hanya mengatur diwilayah public, agama idealnya mengatur diwilayah prifat interpersonal. Agama sebagaiamana penulis singgung di atas, layaknaya menciptakan perdamaian dinegeri ini. Agama seharusnya mengatur diwilayah prifat dalam kehidupan social.&lt;br /&gt; Agamalah yang mengatur etika dalam prilaku. Agama jauh lebih intim dari Negara dalam hal mengatur kedamain. Agama yang diajarkan sejak kecil dan sudah mendarah daging tentunya sangat mempengaruhi prilaku masyarakat terutama dalam menciptakan perdamaian. Agama yang merupakan keyakinan maka secara otomatis bersinggungan dengan hati dan tidak bisa disalahkan ketika berbeda dengan kita karena agama hanya keyakinan. Keyakinan seseorang bisa beraneka ragam sesuai hati mereka, jadi tidak ada alasan menjustifikasi bahwa yang kita yakinilah yang paling benar. &lt;br /&gt; Karena barupa kayakinan, agama menjadi signifikan dalam menciptakan anti kekerasan. Kalau agama yang kita yakini adalah sumber dari perdamain maka secara otomatis masyarakat kita yakin bahwa kekerasan adalah hal naïf dan bertentangan dari agama yang diyakini. Maka dari inilah agama harus kita yakini dan jawantahkan dalam kehidupan social kita bahwa agama adalah sumber dari perdamaian dan anti kekerasan.&lt;br /&gt; Oleh sebab itu agama dan Negara mempunyai peran penting dalem berkonsiliasi menciptakan masyarakat yang anti kekerasan. Keduanya mempunyai visi yang sama, agama dengan menciptakan agamawan yang anti kekerasan, sedangkan Negara mempunyai cita-cita luhur sebagaimana tertuang dalam pancasila yang intinya menciptakan masyarakat yang adil dan keadilan tidak akan tercapai apabila kekerasan masih terjadi dimana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-4633894514268696223?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/4633894514268696223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=4633894514268696223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/4633894514268696223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/4633894514268696223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/10/agama-dan-negara-sebagai-sumber-anti.html' title='Agama dan Negara Sebagai Sumber Anti Kekerasan'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TKqriOXzUNI/AAAAAAAAADQ/SaBVCJBrJkg/s72-c/WAR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7025687305595534140</id><published>2010-09-26T03:44:00.001-07:00</published><updated>2010-09-26T03:45:23.364-07:00</updated><title type='text'>Pasar Tradisional Yang Kian Terpinggirkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TJ8kOxfhopI/AAAAAAAAADI/JuunroqSgD4/s1600/PASAR.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 314px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TJ8kOxfhopI/AAAAAAAAADI/JuunroqSgD4/s400/PASAR.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521171504401851026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Pasar tradisional sangat penting bagi perjalanan ekonomi mikro bangsa ini, di dalamnya terdapat berbagai bentuk transaksi yang bisa membantu peretumbuhan ekonomi  kecil dan menengah. Di pasar tradisional kebanyakan masyarakat melakukan transaksi, mulai dari sembako, alat rumah tangga dan baju sekalipun.&lt;br /&gt; Kalau kita cermati di pedesaan banyak sekali pasar tradisional yang jauh dari kesan mewah dan bersahaja dengan terhadap lingkungan sekitar. Di pedesaan banyak kita jumpai dari kalangan petani dan nelayan menjadikan pasar tradisional sebagai tempat melakukan jual beli dari yang mereka hasilkan. Tempatnya yang bersahaja dan sederhana membuat pasar tradisional sangat digemari bagi rakyat kecil terutama dalam menjual hasil produksinya tanpa ada rasa ragu dan malu sedikitpun.&lt;br /&gt; Namun  dalam perkembangan zaman, pasar tradisional sedikit demi sedikit mulai tersingkirkan dengan banyaknya pasar modern dan mall yang lebih menjanjikan akan kenyamanan dan kemewahan. Barbagai kota besar dan kecil kita temukan mall dengan beraneka ragam nama. Mall inilah yang membuat pasar tradisional mulai tersingkirkan karena mall di anggap lebih mewah dan elit dari pada pasar tradisional.&lt;br /&gt; Akhir-akhir ini kita dikejutkan tentang akan di jadikannya pasar dinoyo dan blimbing di kota malang sebagai pasar yang lebih modern. Ditempat itu akan dibangun pasar modern yang rencanannya akan bersebelahan atau berada di depan pasar tradisional. Berbagi demonstrasipun digelar oleh para pedagang yang merasa dirugikan karena sesuai rencana investor bahwa pasar tradisional akan ditaruh dibelakang mall yang akan dibangun.&lt;br /&gt; Rencana pembangunan tersebut memang banyak memicu kontroversi terutama bagi pedagang yang sudah lama mengais rezeki di pasar tersebut. Mall yang direncanakan akan dibangun dengan dana Rp.441 Milyar ini tentunya sedikit banyak akan mengurangi pendapatan pedagang dari pasar tradisional tersebut. Hal ini dapat diperkirakan karena di masyarakat yang sudah modern yang ditandai dengan budaya konsumerisme ini akan lebih memilih pasar modern sebagai tempat belanja karena disitu terdapat kemewahan dan kemegahan meskipun harga yang lebih mahal.&lt;br /&gt; Pasar tradisional yang semakin punah ini harus kita sikapi bersama karena bagaimanapun begitu banyak masyarakat yang mengais rezeki dari pasar tradisional. Pasar modern  yang menjanjikan kemewahan dan elitis telah banyak memikat masyarakat untuk berbelanja dipasar modern. Hal ini membenarkan tentang pendapat Karl Mark bahwa saat ini yang mempunyai modal besar yang akan menguasai perekonomian. Sedangkan para pedagang kecil dipasar akan semakin tergerus oleh zaman modern.&lt;br /&gt; Selain itu, kalau kita identifikasi penyebab punahnya pasar tradisional salah satunya dikarenakan media massa yang seringkali mempromosikan modernitas dan gaya hidup yang elitis. Gaya hidup yang serba barat inilah yang turut membentuk alam bawah sadar masyarakat akan gaya hidup yang hal ini memancing masyaratkat untuk berbondong-bondong ke pasar modern yang elit. Jarang sekali seumpamanya pemerintah mempromosikan pasar tradisional baik di media cetak dan elektronik, hal inillah yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk turut meningkatkan omset pedagang pasar tradidional. Hal ini perlu karena tugas pemerintah adalah memihak dan membela yang lemah bukan malah memiha kapitalis yang cendrung merugikan masyarakat kecil kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7025687305595534140?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7025687305595534140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7025687305595534140' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7025687305595534140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7025687305595534140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/09/pasar-tradisional-yang-kian.html' title='Pasar Tradisional Yang Kian Terpinggirkan'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TJ8kOxfhopI/AAAAAAAAADI/JuunroqSgD4/s72-c/PASAR.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-5426630591592701715</id><published>2010-09-01T10:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T11:10:56.926-07:00</updated><title type='text'>Menjamurnya Komunitas Gus Dur-ian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6XJ2h9CKI/AAAAAAAAACg/8kJ9fcnAm4o/s1600/Gus+Dur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6XJ2h9CKI/AAAAAAAAACg/8kJ9fcnAm4o/s400/Gus+Dur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512009189460609186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurahman Wahid alias Gus Dur merupakan sosok luar biasa. Beliau adalah tokoh besar yang hidup melintasi zamannya. Gus Dur hidup melampuai ruang dan waktu. Secara “ruang” gusdsur hidup dengan berbagai macam “ruang” yang berbeda, dalam hal Agama Gus Dur yang mempunyai “ruang” Islam, namun beliau melampuai ruang keagamaannya. Gus Dur juga bisa berhubungan dengan ruang-ruang Agama lain. Begitu juga dalam berbagai bidang kehidupan Gus Dur menerobos ruang-ruang lain yang nota bene beliau tidak berada dalam ruang tersebut.&lt;br /&gt; Setelah meninggal dunia, Gus Durpun melampui batas “waktu”. Gus Dur hidup meskipun setelah meninggal dunia. Gus Dur terus dikenang dalam berbagai hal. Gus Dur banyak dikenal bukan karena beliau sebagai mantan Presiden ke-4 Republik Indonesia. Namun beliau dikenang karena pemikiran dan gerakan beliau melampuai ruang dan waktu. Inilah yang kemudian disebut sebagai pluralisme.&lt;br /&gt; Ketokohan Gus Dur sebagai bapak bangsa terus mengalir dan dikenang sampai keseluruh santero Nusantara. Banyak forum-forum yang mempunyai komitmen untuk melestarikan ajaran beliau. Seperti yang ada di kota Malang, di kota ini ada namanya Forum “Gusdurian Community”. Forum yang beranggotakan komunitas lintas agama ini mempunyai komitmen untuk melestarikan pemikiran dan gerakan Gus Dur terutama dalam hal kerukunan umat beragama, kemanusiaan dan pluralisme.&lt;br /&gt; Dalam forum yang dideglarasikan pada Tanggal 27 Agustus 2010 di gedung Perpustakaan UIN Malang  ini ada yang istimewa karena dihadiri oleh Alissa Wahid. Kehadiran putri Gus Dur dalam acara deglarasi tersebut terasa istemewa, karena baliau juga memberi wawasan dan motivasi terkait tentang Gus Dur. Alissa Wahid hadir dalam acara tersebut merupakan serangkaian tour Jatim untuk menghadiri forum Gus Dur di kota-kota Jawa Timur seperti Surabaya, Jombang, Kediri, Malang yang kemudian di akhiri di sumenep Madura. &lt;br /&gt; Adanya Forum Gusdurian ini tentunya banyak manfaat, di Malang manfaat tersebut sangat terasa terutama dalam hal kerukunan umat beragama. Manfaat tersebut juga dirasakan oleh Pendeta Suwignyo dari GKJW, beliau mengatakan bahwa dalam bangsa ini membutuhkan simbol semacam Gus Dur untuk menciptakan kerukunan umat beragama dan pluralisme. Simbol tersebut juga dirasa penting dalam menjadikan lawan tanding terhadap agama yang ekslusif dan anti akan pluralisme. &lt;br /&gt;Dalam acara deglarasi ini, Alissa Wahid menyatakan kesenengannya karena terdapat furum yang concert dalam melestarikan pemikiran Gus Dur. Beliau mengemukakan bahwa di nusantara selama ini banyak yang concern tentang Gus Dur. Namun, menurut beliau yang penting adalah pemikiran Gus Dur. Bukan malah pengkultusan terhadap Gus Dur secara buta. Menerut beliau, pihak keluarga kalau di suruh memilih antara ajaran Gus Dur tentang pluralisme dan kemanusiaan bisa teraplikasi di Indonesia namun nama Gus Dur tidak populer, dengan pilihan kedua yakni gus dur populer namun ajaran yang diperjuangkan gusdur malah tidak teraplikasi di Indonesia,. Menurut beliau, pihak keluarga seandainya disuruh memilih akan memilih pilihan pertama yakni pemikiran Gus Dur berjalan dengan baik meskipun Gus Dur tidak popular sama sekali.   &lt;br /&gt;Menjamurnya Forum Gusdurian diberbagai kota tentunya memberi angin segar dalam kerukunan umat beragama di bangsa ini terutama pasca wafatnya Gusdur. Dengan adanya forum-forum tersebut semoga bisa menjadikan inspirasi dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam hal kerukunan antar umat beragam dan pluralisme di masing-masing kota.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-5426630591592701715?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/5426630591592701715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=5426630591592701715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5426630591592701715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5426630591592701715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/09/mnjamurnya-komunitas-gus-dur-ian.html' title='Menjamurnya Komunitas Gus Dur-ian'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6XJ2h9CKI/AAAAAAAAACg/8kJ9fcnAm4o/s72-c/Gus+Dur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6630759288344880528</id><published>2010-08-23T22:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T22:38:30.430-07:00</updated><title type='text'>BERPUASA KORUPSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/THNam0xMMaI/AAAAAAAAACI/C09_dyjm3q8/s1600/koruptor.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 51px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/THNam0xMMaI/AAAAAAAAACI/C09_dyjm3q8/s400/koruptor.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508846392250741154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puasa secara pengertian etimologi adalah Al-Imsak atau mencegah. mencegah dari segala sesuatu yang mengakibatkan batal puasa. yang membuat batal puasa beraneka ragam mulai dari makan, minum, merokok, bersetubuh dan yang lain. Pengertian tersebut merupakan puasa yang hanya berkaitan dengan fisik, tidak bersangkutan dengan hati. pengertian puasa yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;Lebih luas, pengertian puasa adalah mencegah yang berkaitan dengan hati. mencegah dari prasangka buruk, sombong, iri dan penyakit hati yang lain. puasa tidak hanya aktifitas fisik yang berkaitan dengan dahaga dan lapar. lebih dari itu, puasa merupakan kerja hati yang lebih sulit dari aktifitas fisik. aktifitas hati tersebut sebagaimana kita mencegah amarah kita ditengah kesabaran kita di uji saat lapar dan haus. kita harus tetap sabar, itulah aktifitas hati saat puasa.&lt;br /&gt;  Puasa merupakan ibadah yang senagtiasa harus ikhlas. Karena puasa adalah ritual agama yang hanya diperuntukan kepada tuhan. Dalam puasa yang mengetahui bahwa individu tersebut puasa atau tidak hanya individu tersebut dengan tuhan. Dalam puasa seseorang bisa saja pura-pura lapar dan loyo ditengah orang banyak meskipun tidak berpuasa. Inilah yang disebut puasa adalah ibadah makhluk dengan hambanya langsung. Inilah yang mengakibatkan bahwa orang yang berpuasa harus senangtiasa ikhlas tanpa pamrih dari siapapun.&lt;br /&gt; Bulan puasa disebut bulan suci karena didalamnya terdapat ke-iklasan. Ikhlas dalam artian tulus tanpa pamrih. Seperti di ungkapan Nabi Muhammad SAW bahwa seseorang senangtiasa dalam puasanya hanya mendapatkan haus dan lapar saja dikarenakan individu tersebut tidak ikhlas menjalankan puasanya dan lebih banyak disebabkan oleh urusan duniawi semata. Hal inilah yang mengakibatkan puasa kurang menjadi sakral dan substansial karena yang menjalankan banyak yang pamrih: tidak ikhlas.&lt;br /&gt; Selanjutnya, penulis mencoba mengkaitkan konsep ikhlas dalam puasa dengan konteks kebangsaan kita. Dari tahun ketahun puasa kalau penulis bilang hanya semacam seremonial belaka. Puasa tidak bisa berdampak signifikan bagi bangsa ini. Puasa yang tujuannya membersihkan hati untuk mencapai kasalehan, baik itu kesalehan social maupun spiritual. Secara kesalehan social puasa telah gagal mengantarkan umat muslim bebas dari belenggu duniawi yang cendrung merugikan sesamanya.&lt;br /&gt; Ambil contoh, puasa tidak berdampak apapun dari proses pemberantasan korupsi. Puasa hanya dijadikan seremonial tahunan yang tidak berbekas dalam tatanan social kita. Sebagai penduduk muslim terbesar di Asean, Indonesia malah menjadi Negara terkorup se-Asean. Hal tersebut bisa dibilang kebetulan, namun seyogyanya puasa yang banyak di laksanakan oleh muslim Indonesia seharusnya punya dampak social, minimal korupsi tidak meraja lela.&lt;br /&gt; Merujuk bulan puasa adalah bulan ikhlas. Ikhlas beramal baik untuk tuhan maupun sesama manusia. Kalau kita cermati fenomena korupsi merupakan fenomena yang disebabkan ketidak ikhlasan para pejabat Negara dalam menjalankan amanah. Pejabat Negara yang seharusnya mengayomi masyarakat malah merampok uang rakyat. Inilah yang menjadi ironi, karena bagaimanapun puasa mengajarkan tentang kasalehan social yakni berbuat baik sesama manusia. Tindakan korupsi bentuk dari puasa yang dijadikan hanya sebagai seremonial belaka. Konsep kesalehan social tidak terjawantahkan kepada pejabat kita.&lt;br /&gt; Penulis menyebut tidak saleh social kerena ditengah sembako mahal, kemiskinan merajalela, dan pengangguran bertebaran dimana-mana pejabat kita melakukan korupsi dimana-mana. Kekuatan politik pemerintah pemenang malah membuat korupsi meraja lela. Kekuasaan yang terlalu besar karena koalisi yang gemuk malah memberi peluang bagi tumbuh berkembangnya korupsi. Otonomi daerah semakin membuat kerajaan kecil di daerah-daerah yang memberi peluang pejabat daerah untuk berkorupsi secara bersama-sama. Bisa dibilang korupsi terjadi dari sabang sampai meraoke.  &lt;br /&gt; Prespektif penulis bulan puasa merupakan wahana yang tepat untuk meminimalisir korupsi. Seperti penulis sampaikan diatas bahwa puasa yang didalamnya terdapat sebuah konsep ikhlas harus menjadi penutan bagi para pejabat Negara, dari nasional sampai regional. Asumsi penulis Karena hanya dengan ikhlas para pejabat bisa menjauhi “penyakit” korupsi. Karena bagaimanapun ketika pejabat sudah ikhlas maka akan bisa mengabdi kepada rakyat sepenuh hati, tanpa pamrih. Tanpa harus mencari sambilan dari hasil korupsi.&lt;br /&gt; Hal inilah puasa secara substansial menjadi sebagai wahana meningkatkan kesalehan social. shaleh social kaitannya dengan pejabat adalah menjalankan amanah dengan ikhlas dan tidak memakan uang negera. karena memakan uang negar inilah yang menjadi penyakit kronis bagi bangsa kita. Tidak layak disebut shaleh ketika rakyat miskin semakin bertambah dan pengangguran dimana-mana para pejabat melakukan korupsi secara membabi-buta. &lt;br /&gt; Disinilah peran puasa sebagai ritual tahunan bisa berguna bagi bangsa kita. Bisa berguna bagi saudara-saudara kita yang kelaparan dan terbiasa lapar meskipun tidak berpuasa. puasa yang terjawantahkan sebagai tanggungjawab social inilah yang bisa meminimalisir korupsi. Mengingat puasa tidak hanya aktifitas fisik berupa haus dan dahaga saja, lebih dari itu puasa adalah aktifitas hati yang didalamnya terdapat ke-ikhlasan dalam beramal dalam rangka meningkatkan kesalehan social individu. Semoga dibulan puasa yang suci ini kita senang tiasa berpuasa fisik berupa tidak makan dan minum, serta senangtiasa berpuasa hati yang beramal dengan ikhlas, tidak berprasangka buruk, tidak iri dan tentunya yang tidak kalah penting adalah berpuasa korupsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6630759288344880528?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6630759288344880528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6630759288344880528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6630759288344880528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6630759288344880528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/08/berpuasa-korupsi.html' title='BERPUASA KORUPSI'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/THNam0xMMaI/AAAAAAAAACI/C09_dyjm3q8/s72-c/koruptor.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6459259523615239046</id><published>2010-08-23T22:25:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T11:14:55.565-07:00</updated><title type='text'>Punahnya Permainanku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6YAa8GYFI/AAAAAAAAACo/vwONcc9BDkA/s1600/egrang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6YAa8GYFI/AAAAAAAAACo/vwONcc9BDkA/s400/egrang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512010126946885714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Layak kita ketahui bahwa manusia sejak lahir sudah dikenalkan permainan. Mulai bermain dengan orang tua, tetangga, teman dan bahkan bermain dengan teknologi. Permainan adalah bisa dibilang kebutuhan pokok apalagi bagi anak-anak. Manusia tentunya seringkali membutuhkan hiburan, dan dari hiburan tersebut manusia mendapatkan permainan.&lt;br /&gt;Kalau di klafikasikan dalam realitas sosial, permainan sendiri terdapat menjadi dua bagian, pertama adalah permainan tradisional dan kedua adalah permainan modern. Permainan tradisional adalah permainan yang bersifat dahulu kala dan merupakan ciptaan dari negeri kita sendiri. Sedangkan permainan modern adalah permainan yang merupakan permainan baru di dunia kita serta terkadang lebih banyak berupa teknologi serta datang dari luar negeri.&lt;br /&gt; Sepengamatan penulis permainan tradisional sekarang mengalami kepunahan ditengah budaya glogbal serta kehidupan yang semakin modern. Apalagi terdapat banyak Mall yang menyediakan bangak permainan modern semacam Time Zone yang merupakan permainan modern dan tentunya kalau bermain permainan tersebut harus bayar. Seperti di Matos (Malang Taunsquier) misalnya, disitu terdapat permainan modern beraneka ragam seperti Himmer Mouse Hunter, Funny Fish, Star Wars dan Dino Dash.&lt;br /&gt; Keberadaan permainan tersebut tentunya berdampak pada punahnya permaianan teradisional. Umum diketahui bahwa permainan tradisional dimalang mengalami degradasi. Hal tersebut dikarenakan banyak alasan diantaranya karena banyak permainan modern dan yang tidak kalah mempengaruhi adalah kurangnya kawasan terbuka hijau dimalang sebagai wahana ekspresi bagi kalangan penikmat permaianan tradisional. &lt;br /&gt; Seperti yang diutarakan Irawan M. Hum, dosen Antropologi Universitas Negeri Malang, permainan tradisional mulai dilupakan dikarenakan tidak ada lahan yang memadai. “Sebenarnya banyak hal yang tidak mendukung, sehingga permainan tradisional ditinggalkan oleh masyarakat salah satunya adalah tidak adannya lahan yang memadai,” ungkap pria beristri satu ini. &lt;br /&gt; Sebab hal tersebut pemerintah turut bertanggung jawab dengan punahnya permainan tradisional. Karena bagaimanapun permainan tradisional seperti gobak sodor, sepak tekong, patil lele, dan petak kumpet adalah aset bangsa. Selain hal tersebut permaianan tradisional memiliki sifat positif daripada permainan modern, yakni kalau permainan tradisional lebih bersifat kekelompokan dari pada individual. Permainan tradisional mengajari kerja team daripada permaianan modern yang cendrung bermain sendiri.&lt;br /&gt; Kepunahan permaianan tradisional tersebut juga disayangkan oleh sekjen Dewan Kesenian Kota Malang Anthony Wibowo menyayangkan perihal punahnya permainan tradisional dengan berubahnya waktu. ”Saya prihatin, padahal yang dibangun dalam permainan tradisional adalah kerukunan, keguyuban, dan kerja sama. Dan terlebih lagi yang lebih ditonjolkan adalah asas kekeluargaan,” kata pria bercucu tiga ini&lt;br /&gt; Senada dengan Anthony, budayawan kota malang Agus Sunyoto pun menyayangkan terkait punahnya permnainan tradisional ini. Permainan tradisional menurut budayawan kawakan ini adalah lahir dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun dengan datangnya kapitalisme global permainan tradisionalpun mulai memunah serta semakin pupus eksistensinya. Dengan datangnya modernisasi budayawan maupun seniman tidak bisa membendung kepunahan ini. “Budayawan tidak berdaya dalam melestarikan tradisi. Yang tersisa hanya cerita dan sastra lisan yang berbasis di Langar kampung-kampung,” terang Agus Sunyoto&lt;br /&gt; Kepunahan ini tentunya harus ditanggulangi bersama oleh budayawan,seniman, pemerintah dam akademisi harus bersama-sama melestarikan aset bangsa berupa permainan tradisional ini, karena bagaimanapun permaianan tradisional lebih manfaatnya dari pada permainan modern yang lebih banyak mengajarkan tentang individualisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6459259523615239046?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6459259523615239046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6459259523615239046' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6459259523615239046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6459259523615239046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/08/punahnya-permainanku.html' title='Punahnya Permainanku'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6YAa8GYFI/AAAAAAAAACo/vwONcc9BDkA/s72-c/egrang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-8916418776933942100</id><published>2010-08-22T01:30:00.001-07:00</published><updated>2010-09-01T11:22:08.273-07:00</updated><title type='text'>BURUH (sebuah cerita pendek)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6ZuVA-EaI/AAAAAAAAAC4/u32Obi03ShQ/s1600/mayday20031.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 303px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6ZuVA-EaI/AAAAAAAAAC4/u32Obi03ShQ/s400/mayday20031.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512012015142310306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gerimis sore membasahi mereka berdua, kedinginan dalam kebasahan. “Ayo mampir sejanak”, ucap Jusram pada Tono dalam perjalanan pulang menemuhi buruh kota. Mereka berduapun berhenti disuatu warung samping jalan pertigaan, simpang tiga biasanya orang menyebutnya.&lt;br /&gt; Tak sampai masuk mereka berduapun dilarang masuk oleh sang penjaga warung. “kita mau tutup mas, saya mau tidur dengan suami saya..” ucapnya dengan terburu-buru sambil menutup pintu warung. “waduh ginilah ram resiko kalau hujan” ucap Tono dengan nada kecewa.&lt;br /&gt; Meskipun hujan mereka melanjutkan perjalanan, tak bisa berhenti karena tidak ada warung buka untuk berteduh. Semuanya nutup mungkin penjaga warung pada tidur dengan pasangan mereka masing-masing. Mereka tak ambil pusing dengan orang yang ingin makan atau hanya sekedar berteduh diwarung mereka. Mereka cuek yang penting bisa tidur dalam cuaca yang dingin.&lt;br /&gt; Sepanjang jalan mereka lalui, penuh dengan perjuangan melawan hujan lebat. Mereka dengan semangatnya melajukan motornya seolah-olah merasa dirinya pejuang karena telah menemuai buruh kota di dekat alun-alun kota, untuk sekedar ngobrol dan mengundang mereka dalam acara peringatan hari buruh yang dilaksanakannya dikampus minggu depan.&lt;br /&gt; Tak lama menjelang, merekapun nyampe’ di “kantor pergerakan” biasanya mereka bilang. ‘gimana nasib buruh…?,” tanya fitri menyambut kedatangan mereka. “sek toh dingin nich kehujanan sepanjang jalan” jawab jusram sembari gemetaran. “yoo wees minum teh ini, tapi hati-hati masih panas. Dan setelah itu ceritakan nanti tentang nasib buruh untuk dibuat bahan dalam sarasehan minggu ini” ucap fitri. Dengan berebut mereka berdua meminum teh yang dibuat ketuanya tersebut. &lt;br /&gt; Segelas tehpun mereka minum habis dalam sejenak, sedikit membuat hangat badan meraka. Membuat jusram lebih samangat dalam memikirkan dan mencarirtakan yang ditanyakan fitri. Bercerita tentang pertemuannya dengan rakyat miskin kota disimpang alun-alun barusan. Jusram bercerita bagaimana nasib buruh saat ini, penuh semangat tak henti diapun memadukan dengan teori Karl Mark tentang buruh. “Benar kata mark bahwa buruh itu ter-aleniasa” ucap jusram. “Aku tadi liat sesama buruh satu pabrik saja tidak saling kenal, mereka malah saling kenalan pas di alun-alun tadi. Mereka terasing dari lingkunan kerjanya” ungkap jusram dengan semangat memedukan teori mark. Jusram tampak begitu semangat membenarkan teori “alienasi” atau keterasingan oleh Karl Mark.&lt;br /&gt; Setelah itu, mereka bertiga sama-sama mempelajari buku karl mark untuk dibuat bahan dalam sarasehan. Mereka membaca dan sesekali mengangguk-kan kepala seolah membenarkan teori itu atas dasar kenyataan yang mereka lihat tentang buruh dilapangan. Lampiran demi lampiran mereka baca dan lewati dengan sekejap. &lt;br /&gt; Selesai membaca bebarapa lembar mereka mendiskusikannya dan merumuskan konsep buat seminar. “Konsep sarasehan kali ini harus sesuai dengan yang dicita-citakan Karl Mark yakni membuat masyarakat tanpa kelas, tidak ada kaya-miskin dan majikan-buruh. Semuanya sejajar. Kita harus menyadarkan para buruh bahwa meraka ditindas” ungkap Tono memprestasikan yang telah  dibaca. Mereka berduapun sependapat, tujuan sarasehan kali harus berdampak sistemik dan harus bisa membuat perubahan atas nasib buruh.  &lt;br /&gt; Merakapun menyetting acara sedemikian rupa, mencari pemateri radikal yang menentang perburuhan. Sejumlah nama beredar dan sejumlah orang yang diusulkan. Mulai dari aktivis buruh sampai orang yang anti buruh, anti atas kemapanan sang majikan. “Ratmiko” celetuk fitri. “Yaa Pak Ratmiko, tokoh desa mergan yang pada mudanya hampir membunuh bosnya karena para buruh pabrik rokok tak dibayar selama tiga bulan” acap fitri yang dibarengi anggukan jusram dan Tono. &lt;br /&gt; Merekapun menghubungi pak ratmiko, tokoh kampung samping kampus yang dikenal wibawah. Masyarakat kampung hanya bisa patuh mendengar ceramahnya setiap hari senin dimusholla kampung. Meskipun dahulunya buruh rokok linting namun pak ratmoko bisa mengambil hati jema’ahnya yang kebanyakan para buruh rokok linting. Ini mungkin didasari  pengalaman pak ratmoko bagaimana nasibnya jadi buruh, dan inilah yang mengantarkan pak ratmoko bisa beradaptasi dengan para buruh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; #######&lt;br /&gt; Mereka bertigapun mengkonsep acara tersebut dengan matang, menargetkan apa yang akan digapai hasil sarasehan. Semuanya pun berfikir sampai larut malam. Merefleksikan apa yang hendak digapai dari kerja kerasnya mengumpulkan ribuan buruh dari pinggiran kota. Ditengah renungannya ternyata Tono terinspirasi dari buku Tan Malaka yang dibaca beberapa bulan lalu. Judul bukunya adalah “Merdeka 100%”. Dalam anggapan tanmalaka sepenangkap Tono bahwa hidup haruslah merdeka sepenuhnya,tidak dibelenggu oleh apapun apalagi sesama manusia. “kita harus merdeka” ucap irham ditengah rapat akhir sebelum menemuhi pak ratmiko keesokan harinnya. Usulan Tono pun diterima oleh seluruh audience.&lt;br /&gt; Pagi harinya Tono dan fitripun menunggu pak ratmoko didepan musholla deket rumah pak Rt. Musholla sederhana diperkampungan yang sederhana dan orang yang sederhana. Acara yang di atur memang untuk manghadirkan orang-orang sederhana. Tak lama menjelang, pak ratmokopun keluar dari musholla dan mereka berdua menyamperi sambil bersalaman mencium tangan pak ratmoko. &lt;br /&gt; Dengan panjang lebar fitri menceritakan kedatangan mereka, bercerita tentang akan diadakannya forum orang sederhana di tempat yang sengaja di desain sederhana. Mulai dari mengumpulkan seribu lima ratus buruh sampai dari target pengumpulan tersebut. “pak, kita disini ingin menyadarkan bahwa buruh itu tidak merdeka dan terkekang. Tajuan kita, membuat sadar para buruh seperti kesadaran bapak akan perbudakan kaum majikan beberapa tahun silam” terang fitri. Pak ratmokopun tanpak sangat setuju dengan yang di utarakan fitri. Momen yang begitu tepat untuk membuat orang sadar akan apa yang pak ratmoko rasakan beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt; Dengan tak berpikir panjang, Pak ratmokopun mengiyakan yang diminta mereka berdua. Dari waktu di undang hanya tinggal 5 hari bagi pak ratmoko untuk menyiapkan segalanya. Mulai dari film perburuhan sampai meteri profokatif yang untuk membuat panas sang buruh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-8916418776933942100?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/8916418776933942100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=8916418776933942100' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8916418776933942100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8916418776933942100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/08/buruh.html' title='BURUH (sebuah cerita pendek)'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6ZuVA-EaI/AAAAAAAAAC4/u32Obi03ShQ/s72-c/mayday20031.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-2259734608304094705</id><published>2010-08-22T01:09:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T11:20:19.094-07:00</updated><title type='text'>AGAMA dan UANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6ZW0pwOOI/AAAAAAAAACw/3Z_AqDqRfXI/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 315px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6ZW0pwOOI/AAAAAAAAACw/3Z_AqDqRfXI/s400/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512011611318008034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar kata Kark Mark tentang konsepnya bahwa dalam kehidupan yang sangat menentukan adalah ekonomi. Semua tindakan  yang berada di dunia ini tak luput dari hakl tersebut, yakni ekonomi. Mulai dari espek budaya, social, psikologi maupun agama. Semuanya bernuansakan ekonomi. &lt;br /&gt; Senada dengan kark Mark yang komunis, hal yang sama juga pernah di ungkapan Ronggowarsito tentang terminologinya zaman edan. Dalam pandangan santri ini zaman edan adalah zaman yang ketika yang tidak ikut edan tidak akan kebagian. Semuanya bernuansa ekonomi, kuasapun sarat akan dengan ekonomi: uang. Lebih luas tentang zaman edan, beliau mengungkapakan bahwa manusia di zaman itu tidak lagi memegang nilai-nilai dan ideologi. Semuanya yang menjadi patokan adalah uang.&lt;br /&gt; Yang menjadi kajian menarik adalah kedua tokoh ini saling meletakkan akonomi atau uang sebagai sub kultur yang menguasai pola kehidupan kita. Orang bisa hidup tanpa nilai-nilai dan ideology. Dalam modernisasi seperti saat ini orang ateis dan tidak mempunyai keyakinan tentu sangat wajar dan masih bisa menikmati hidup. Namun akan berbeda ketika manusia tidak mempunyai uang. Semua menjadi rumit dan runyam.&lt;br /&gt; Jamak diketahui, bahwa sistem dan perangkat social kita dalam prakteknya telah dihegomoni oleh uang. Banyak prangkat-perangkat social yang berdiri karena hanya merebutkan proyek yang semua berujung pada uang. Tidak hanya itu, uangpun menguasai segalanya. Jangan harap bisa mencalonkan kepala daerah kalau tidak mempunyai uang yang melimpah. Jangan berharap banyak menjadi  pegawai negeri sipil kalau sedikit uang. &lt;br /&gt; Selanjutnya, uang dalam prakteknya tidak hanya dijadikan alat untuk memproleh hal yang bersifat duniawi. Namun uang sudah dijadikan alat untuk memeras para penganut agama yang itu bersifat ritual keagamaan. Banyak ritual keagamaan yang dijadikan alat untuk mendapatkan keuntungan ekonomis. Agama dijadikan alat untuk memperoleh kepentingan keduniaan, inilah zamana edan kata ronggowarsito.&lt;br /&gt; Ambil contoh, fenomena keagamaan manjelang puasa banyak dijadikan oleh Negara untuk memahalkan sembako dan makanan. Awal puasa yang kebanyakan masyarakat berbelanja banyak oleh pemerintah malah dijadikan alat untuk memeras rakyat. Bayangkan, ketika umat muslim yang kebanyakan berbelanja menjelang puasa, dari hal tersebut berapa banyak kerugian yang dialami rakyat tersebut. &lt;br /&gt; Negara dalam hal ini telah gagal menjalani fungsinya. Negara mempunyai fungsi untuk melayani masyarakat, namun ditengah masyaratkat membutuhkan sembako dan negaralah yang berperan memainkan harga demi kepentingan ekonomi sepihak. Sebagai pelayan Negara selayaknya memeberikan pelayan yang terbaik bagi rakyatnya, seperti memberi sembako murah ditengah rakyat membutuhkan.&lt;br /&gt; Tidak hanya itu, ritual keagamaan seperti Haji seringkali dijadikan alat memuaskn nafsu ekonomi sang pejabat. Haji merupakan ritual paling mahal kerana yang ingin melaksanakan haji harus punya dana lebih dari tiga puluh lima juta. Selama ini haji adalah ritual keagamaan yang paling kontrofersial. Paling diperdebatkan oleh dewan dan dari menteri keagamaan. Mulai dari pelayanan sampai kenaikan ongkos naik haji. &lt;br /&gt; Haji diperdebatkan karena didalamnya banyak uang. Banyak uang otomatis banyak proyek. Semua saling berebut mendapatkan proyek itu. Kalau kita analisis, harga hotel waktu bulan haji sangat mahal, begitu juga dengan tiket penerbangan dan keperluan lain. Inilah yang disebut religionomik, yakni ketika religi sangat erat dengan kepentingan ekonomi. Ketika membutuhkan menjalankan ibadah haji pemerintah malah memperdebatkan kenaikan haji. Malah berbondong memanfaatkan ritual ini demi mendafatkan okonomi semata.&lt;br /&gt; Religionomik merupakan sikap. Sikap memanfaatkan para pemimpin bangsa ditengah ritual agama. Mulai dari puasa sampai ibadah haji semuanya terdapat kepentingan ekonomi yang cendrung membohongi. Hal inilah yang mengalami degradasi kepemimpinan bangsa ini. Kerana selayaknya pemimpin harus mengayomi dan memberi pelayanan terbaik dan termurah ditengah rakyat yang membutuhkan. Inilah yang disebut relasi religi dan ekonomi yang mana religi dijadikan alar untuk kepentingan pragmatis ekonomi semata.&lt;br /&gt; Agama adalah candu yang dikemukakan Karl Mark dalam kasus ini menurut penulis ada benarnya. Yakni ketika penganut agama dijadikan mabuk oleh agama. Mereka tidak sadar kalau ritual keagamaannya dijadikan alat untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Candu inilah yang membuat keagamaan kita irasional dan jauh dari subtansi. &lt;br /&gt; Selajutnya, imam ghozali pernah membagi orang pandai (Ulama’) menjadi dua bagian. Pertama adalah ulama’ akhirat yakni orang pandai yang menggunakan ilmunya karena tulus mendapati ridho Allah. Kedua, Ulama’ dunia, yakni orang pandai yang menggunakan ilmunya hanya demi kepentinagan dunia belaka. Ulama’ dunia ini mengeluarkan kebijakan dan fatwa hanya demi kepentingan dunia. Berdakwah hanya karena uang. &lt;br /&gt; Ulama’ dunia inilah yang kata imam Al-Ghazali akan mendapatkan siksa pertama di akhirat karena telah menggunakan ilmunya demi kepentingan pribadi atau golongannya. Kaitanya petuah imam ghazali dengan pembahasan kali ini adalah pemimpin yang merupakan orang pandai (Ulama’) selayaknya tidak menggunakan ilmunya hanya demi kepentingan sesaat apalagi bila hal tersebut berkaitan dengan agama. &lt;br /&gt;  Agama merupakan hal yang suci. Terdapat nilai-nilai moral dan keagungan antara hubungan makhluk dengan sang penciptanya. Agama selayaknya ditempatkan dipesisi pula, agama selayaknya jauh dari kepentingan duniawi. Karena agama adalah urusan akhirat. Agama dan Uang dilain sisi merupakan satu kesatuan namun agama jangan terlalu dipolitisir hanya demi kepentingan uang semata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-2259734608304094705?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/2259734608304094705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=2259734608304094705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2259734608304094705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2259734608304094705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/08/agama-dan-uang.html' title='AGAMA dan UANG'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6ZW0pwOOI/AAAAAAAAACw/3Z_AqDqRfXI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-2770291958025930163</id><published>2010-08-04T04:13:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T04:16:54.473-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Mahasiswa Yang Merakyat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TFlLzIBAcOI/AAAAAAAAAB4/I6Q0VlONjeA/s1600/Foto+Irham+Thoriq.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TFlLzIBAcOI/AAAAAAAAAB4/I6Q0VlONjeA/s400/Foto+Irham+Thoriq.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501511761506889954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, mahasiswa mempunyai peran penting dalam mengawal segala perubahan. Mulai dari gerakan 1945 yang dimotori oleh Bung Karno dan Hatta juga gerakan ’65 dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) yang di motori oleh Zamroni ZE dan kawan-kawan. Selain itu dalam reformasi 1998 mahasiswalah yang bisa menurunkan dan merobohkan status quo orde barunya Soeharto.   &lt;br /&gt;Sejarah tersebut membuktikan bahwa mahasiswa mempunyai banyak peran besar dalam segenap perubahan. Mahasiswalah yang memulai dari segenap perubahan di bangsa ini. Dari proses itulah mahasiswa mempunyai jargon yakni Agent Of Cange and Social Control. Yakni agen dari segala perubahan dan pengkontrolan kebijakan kuasa yang tidak memihak masyarakat marginal.&lt;br /&gt;Mahasiswa dalam sejarahnya tidaklah jauh dan berpisah dari masyarakal kecil dan marginal. Mahasiswa senangtiasa mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah, serta tidak segan-segan memprotes ketika kebijakan penguasa merugikan rakyat kecil. Hal ini terbukti ketika pada tahun 1965 Soekarno menaikan harga sembako yang dari hal tersebut tercetuslah yang namanya KAMI dan yang biasanya disebut gerakan 65. Begitu juga dengan 1998 faktor ekonomi dan inflasi yang memaksa mahasiswa turun jalan membela masyarakat kecil.&lt;br /&gt;Namun sejarah manis tentang sejarah mahasiswa tidaklah sama dengan yang terjadi pada saat ini. Seiring dengan perubahan zaman yang penuh dengan dunia glamour, konsumerisme dan hedonisme tentunya membuat dunia mahasiswa sangatlah berbeda dengan masa lalu. Mahasiswa, yang kalau penulis cermati saat ini sangatlah jauh dari dunia perjuangan, yakni perjuangan dalam rangka turut serta membangun bangsa dan masyarakat.&lt;br /&gt;Mahasiswa cendrung lebih senang ketika menjadi mahasiswa yang kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah pulang) dari pada mengikuti kegiatan organisasi apalagi yang bersinggungan dengan masyaratkat. Budaya yang serba modern membuat mahasiswa cendrung jauh dari masyarakat. Jauh dari lingkungan yang seharusnya menjadi medan perjuangan. Mahsiswa lebih senang ketika menikmati kemewahan duniawi yang bersifat semu. &lt;br /&gt;Hal inilah yang menjadi ironi karena layaknya mahasiswalah yang mempunyai tanggung jawab moral untuk memperbaiki tatanan masyarakat yang carut marut ini. Mahasiswa kalau saat ini cendrung menjadi kaum elit yang semakin jauh dengan masyarakat apalagi kaum “alit”. Mahasiswa lebih senang menjadi pegawai elit dari pada meng-advokasi masyrakat yang membutuhkan. Mental-mental menjadi pegawai setelah kuliah inilah yang menjadi “penyakit” mahasiswa  untuk ber-aktualisasi di masyarakat.&lt;br /&gt;Selayaknya mahasiswa tidaklah menjadi kaum elit yang jauh dari lingkungannya. Sastrawan WS Rendra pernah menyebutkan “Buat apa pendidikan tinggi, kalau ketika kembali ke desa meraka bilang: saya terasing”. Dalam hal ini rendra mengutarakan kegelisahan  tentang dunia pendidikan kita yang semakin menjauhkan mahasiswa terhadap lingklungannya. Pendidikan kita cendrung tekstual yang miskin sekali sentuhan-sentuhan social kemsyarakaytan.&lt;br /&gt;Menjadi mehasiswa yang rela berbaur dengan masyarakat inilah yang menjadi agenda penting mahasiswa kali ini. Dalam artian tidak merasa elit dari masyarakat yang lain. Dari bisa berbaur inilah mahasiswa akan bisa menjalin kerjasama konstrukltif dalam rangka membangun masyarakat. Seandainya mahasiswa bisa berbaur dengan masyarakat serta memberi konstribusi materi, pemikiran maupun moril. Penulis yakin masyarakat kita bisa lebih baik kedepannya karena dikawal dan dibimbing dengan mahasiswa yang mempunyai keahlian di bermacam-macam disiplin. Akhir kata, jadilah mahasiswa yang bisa berbaur dengan masyarakat untuk memberi konstribusi bagi masyrakat dan jadilah mahasiswa yang marakyat dan tidak merasa elit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-2770291958025930163?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/2770291958025930163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=2770291958025930163' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2770291958025930163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2770291958025930163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/08/menjadi-mahasiswa-yang-merakyat.html' title='Menjadi Mahasiswa Yang Merakyat'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TFlLzIBAcOI/AAAAAAAAAB4/I6Q0VlONjeA/s72-c/Foto+Irham+Thoriq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7317085156698238029</id><published>2010-07-05T03:06:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T03:08:18.134-07:00</updated><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>berikut Pengumuman Akedemik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang : http://www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=category&amp;id=6&amp;Itemid=12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat Untuk semua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7317085156698238029?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7317085156698238029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7317085156698238029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7317085156698238029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7317085156698238029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/07/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-593599338749852335</id><published>2010-02-17T04:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T04:30:28.899-08:00</updated><title type='text'>Bahasa dan Kuasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/S3vhXbbDD3I/AAAAAAAAABw/0q2YMC-Irjw/s1600-h/as.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/S3vhXbbDD3I/AAAAAAAAABw/0q2YMC-Irjw/s400/as.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439188767594450802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak bisa memisahkan diri dari dua kata, yakni bahasa dan kuasa. Bahasa merupakan alat komunikasi antar individu atau antar kelompok. Sedangkan kuasa adalah sebuah panggung dimana individu dengan individu ataupun kelompok dengan kelompok bertemu dan saling mempunyai kepentingan.&lt;br /&gt; Kuasa tidak ubahnya sebuah panggung seni, dimana retorika bahasa digunakan. Layaknya panggung seni, permainan-permainan bahasa dipergunakan dengan terencana hanya untuk menghibur dan menguasai penontonnya. Dalam panggung seni tidak ada istilah membohongi penonton yang terpenting penonton bisa terhibur dan terkuasai oleh para seniman. Di dunia seni tidak ada istilahnya oposisi biner bahwa ini baik ini buruk, ini kotor dan ini bersih. Semuanya sama yakni semuanya hiburan tidak pandang itu baik maupun buruk. &lt;br /&gt;  Yang perlu diingat, menghibur dan menguasai dalam kuasa tentunya tidak lepas dari kepentingan pihak penguasa terhadap yang dikuasai. Yang terkuasai (rakyat) secara sengaja dibohongi, dikekang, dan dikungkung oleh penguasa hanya dengan permainan-permainan bahasa. Seperti seni dalam kuasa tidak ada istilahnya oposisi biner, dalam artian semua wacana diproduksi hanya untuk melegitimasi kepentingan penguasa dan tidak pandang wacana yang diproduksi tersebut baik maupun salah. &lt;br /&gt; Dalam pandangan Bourdieu bahwa “kekuasaan kata” dalam hal ini bahasa hanya dijadikan alat oleh penguasa untuk memobilisasi demi melegitimasikan otoritasnya sebagai penguasa. “Kata” dalam prespektif Bourdieu mempunyai kuasa yang besar, dimana “kekusaan kata” seseorang dapat melegalkan yang ilegal dan membuat baik yang tidak baik. &lt;br /&gt; Hal diatas membenarkan pemikiran Jurgen Habermas dalam bukunya Knowledge And Human Interest bahwa pengetahuan tidak akan terpisahkan dari kepentingan. Dalam kasus ini, bahasa sebagai pengetahuan tidak terlepaskan dari kepentingan penguasa untuk menguasai rakyatnya. Bahasa dalam kekuasaan dikeluarkan oleh sebuah lembaga hanya untuk diperdengarkan, dipercayai, dipatuhi, dijawab dan tidak boleh dipertanyakan karena bahasa tersebut layaknya bahasa tuhan yang mutlak kebenarannya.&lt;br /&gt; Menganggap bahasa penguasa sebagai bahasa tuhan inilah yang perlu dikritisi. Karena bagaimana pun kebenaran tetaplah relatif sekalipun itu bahasa sang penguasa. Penguasa dalam pandangan penulis disini adalah lembaga-lembaga yang di dalamnya terdapat kuasa baik itu lembaga Negara, Kampus maupun yang lain. Lembaga-lembaga tersebut dalam bahasanya Bourdieu melegitimasikan kepentingan dengan bahasa yang dibungkus seolah-olah benar meskipun hal tersebut salah.&lt;br /&gt; Kalau kita kaitkan dengan lembaga yang punya kekuasaan seperti Negara dan Kampus tentunya kalau kita kritisi ada peraturan yang kurang baik dibungkus dengan kata-kata halus dan mengakibatkan peraturan tersebut seolah-oleh benar. Ambil contoh, SBY tentu akan berkilah bahwa penertiban pedagang kaki lima (PKL) sebagai sebuah ketertiban tanpa memandang bahwa hal tersebut banyak merugikan rakyat kecil, peraturan tersebut dibungkus dengan bahasa lain untuk mencitrakan bahwa peraturan tersebut maslahat bagi semua rakyat. Begitu juga dengan rektor kita, pasti akan berkilah bahwa jam malam UKM adalah sebuah penjagaan bagi mahasiswa agar tidak melakukan asusila di UKM pada malam hari, rektor tentunya tidak akan membahas bahwa anak UKM banyak dirugikan akibat adanya jam malam. &lt;br /&gt; Negara dan kampus dalam hal ini sama memiliki kuasa. Baik kuasa presiden kepada rakyat dan rektor kepada mahasiswa. Presiden dan rektor dalam bahasa psikologi sering menggunakan persona (topeng) dengan cara membungkus-bungkus bahasanya untuk merepresi dan membohongi yang dikuasai, layaknya seniman membohongi penonton hanya untuk menghibur para penonton.&lt;br /&gt; Rakyat dan mahasiswa kalau tidak kritis terhadap kata-kata yang diproduksi oleh penguasa tentunya akan dibohongi layaknya anak kecil yang sering tertipu hanya akibat retorika bahasa. Mengingat petuah Habermas bahwa produksi wacana yang dilakukan seseorang tidak ada yang lepas dari kepentingan, maka waspadalah terhadap retorika bahasa oleh penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Irham Thoriq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan pernah dimuat di Patriotik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-593599338749852335?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/593599338749852335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=593599338749852335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/593599338749852335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/593599338749852335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/02/bahasa-dan-kuasa.html' title='Bahasa dan Kuasa'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/S3vhXbbDD3I/AAAAAAAAABw/0q2YMC-Irjw/s72-c/as.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-3766916436733917762</id><published>2010-02-15T19:12:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T19:14:37.313-08:00</updated><title type='text'>'Islam' dalam Buku Baru Huntington</title><content type='html'>Nama Samuel P Huntington identik dengan wacana clash of civilizations, meskipun wacana ini sudah diluncurkan oleh Bernard Lewis, melalui artikelnya berjudul The Roots of Muslim Rage di jurnal Atlantic Monthly, September 1990. Artikel Lewis ini merupakan persiapan untuk menentukan siapa ''musuh baru'' Barat pasca Perang Dingin.&lt;br /&gt;Huntington kemudian mempopulerkan wacana Lewis. Pemikirannya tentang clash of civilizations khususnya antara Islam dengan Barat masih terus menjadi perbincangan luas. Bukan karena kualitas ilmiah wacana populer tersebut, tetapi karena banyaknya kecocokan antara pemikiran dan saran Huntington dengan perkembangan politik global saat ini. Khususnya, kebijakan politik Barat (terutama AS) terhadap Islam.&lt;br /&gt;Buku terkenalnya, The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, lebih ditujukan sebagai bahan nasihat bagi pengambil kebijakan politik Barat, khususnya AS, dan bukan untuk satu kajian ilmiah dalam ilmu sosial. Ia menulis dalam pengantar bukunya: This book is not intended to be a work of sosial science. It is instead meant to be an interpretation of the evolution of global politics after the Cold War. It aspires to present a framework, a paradigm, for viewing global politics that will be meaningful to scholars and useful to policymakers.&lt;br /&gt;Kini, Huntington kembali meluncurkan buku barunya, berjudul Who Are We?: The Challenges to America's National Identity (New York: Simon&amp;Schuster, 2004). Huntington adalah ilmuwan politik dari Harvard University yang juga dikenal sebagai penasihat politik kawakan Gedung Putih. Di samping pernah menduduki jabatan-jabatan prestisius di bidang akademis, Huntington juga aktif terlibat dalam perumusan kebijakan luar negeri AS. Tahun 1977-1978 ia bekerja di Gedung Putih sebagai Coordinator of Security Planning for the National Security Council.&lt;br /&gt;Jika di dalam The Clash of Civilizations Huntington masih tidak terlalu tegas menyebut ''Islam'' sebagai alternatif musuh baru bagi Barat, maka dalam bukunya, Who Are We? ia menggunakan bahasa yang lebih lugas, bahwa musuh utama Barat pasca Perang Dingin adalah Islam yang ia tambah dengan predikat ''militan''. Namun, dari berbagai penjelasannya, definisi ''Islam militan'' melebar ke mana-mana, ke berbagai kelompok dan komunitas Islam, sehingga definisi itu menjadi kabur.&lt;br /&gt;Dalam Who Are We? Huntington menempatkan satu sub-bab berjudul Militant Islam vs America, yang menekankan, bahwa saat ini, Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS. (This new war between militant Islam and America has many similarities to the Cold War). Jadi, Huntington memang menggunakan istilah ''perang'' (war) antara AS dengan Islam militan. Jika saat berperang dengan Uni Soviet yang memiliki persenjataan seimbang dengan AS, masih digunakan istilah ''Perang Dingin'' maka sekarang predikat ''Dingin'' sudah tidak ada lagi.&lt;br /&gt;Penggunaan istilah war merupakan refleksi kebijakan baru politik AS sebagaimana disarankan Huntington. Saat berdialog dengan Anthony Giddden, pada late spring 2003, Huntington mendukung dilakukannya preemptive strike terhadap kaum militan. Nasihat Huntington memang telah dijalankan. Pada awal Juni 2002, doktrin preemptive strike (serangan dini) dan defensive intervention (intervensi defensif) secara resmi diumumkan. Melalui doktrin ofensifnya yang baru ini, AS telah mengubah secara radikal pola ''peperangan'' melawan ''musuh''. Sebelumnya, di masa Perang Dingin saat menghadapi komunis, AS menggunakan pola containtment (penangkalan) dan deterrence (penangkisan). Kini menghadapi musuh baru yang diberi nama Islam militan AS menggunakan pola preemptive strike dan defensive intervention.&lt;br /&gt;Dari kasus doktrin preemptive strike ini tampak bagaimana pola pikir ''bahaya Islam'' atau ''ancaman Islam'' yang dikembangkan ilmuwan seperti Huntington, berjalan cukup efektif. Dengan doktrin itu, AS dapat melakukan berbagai serangan ke sasaran langsung, meskipun tanpa melalui persetujuan PBB. Pola pikir Huntington, bahwa ''Islam'' lebih berbahaya dari ''komunis'' juga tampak mewarnai kebijakan politik dan militer AS tersebut.&lt;br /&gt;Tentu saja, yang penting kemudian adalah pendefinisian siapa yang dimaksud sebagai ''musuh baru yang lebih bahaya dari komunis?'' Dalam Who Are We? Huntington menyebut, yang disebut sebagai Islam militan bukan hanya Usamah bin Ladin atau kelompok Alqaidah. Tetapi, banyak kelompok lain yang bersifat negatif terhadap AS. Kata Huntington, sebagaimana dilakukan oleh Komunis Internasional dulu, kelompok-kelompok Islam militan melakukan protes dan demonstrasi damai, dan partai-partai Islam ikut bertanding dalam pemilihan umum. Mereka juga melakukan kerja-kerja amal sosial.&lt;br /&gt;Dengan definisi dan penggambaran seperti itu, banyak kelompok Islam yang dimasukkan ke dalam kategori militan, dan layak diserang secara dini. Tanpa menampilkan sebab-sebab dan fakta yang komprehansif, misalnya, Huntington menulis, bahwa selama beberapa dekade terakhir, kaum Muslim memerangi kaum Protestan, Katolik, Kristen Ortodoks, Hindu, Yahudi, Budha, atau Cina. (In recent decades, Muslims have fought Protestan, Catholic, and Orthodox Christians, Hindus, Jews, Buddhists, and Han Chinese). Ia tidak menjelaskan, apakah dalam kasus-kasus itu kaum Muslim diperangi dan dizalimi, atau Muslim yang memerangi. Dalam menyinggung kasus Bosnia, misalnya, dia tidak memaparkan bagaimana kaum Muslim menjadi korban kebiadaban yang tiada tara di Bosnia. Dan ketika itu, AS dan sekutunya menjadi penonton yang baik pembasmian umat Muslim.&lt;br /&gt;Samantha Power, dalam bukunya A Problem from Hell: America and The Age of Genocide (London: Flamingo, 2003), membongkar habis-habisan sikap tidak peduli AS terhadap praktik pembasmian umat manusia di berbagai tempat, termasuk di Bosnia. Buku ini memenangkan hadiah Pulitzer tahun 2003. Dalam kasus Bosnia, tulis Samantha, AS bukan hanya tidak berusaha menghentikan pembasmian etnis Muslim, tetapi malah memberi jalan kepada Serbia untuk melaksanakan kebiadaban mereka. (Along with its European allies, it maintained an arms embargo against the Bosnian Muslims from defending themselves). Untuk Bosnia, Samanta yang menjadi saksi berbagai kebiadaban Serbia di Bosnia, menulis judul Bosnia: No More than Witnesses at a Funeral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ilmuwan ''neo-orientalis'' lainnya, seperti Bernard Lewis, Huntington juga tidak mau melakukan kritik internal terhadap kebijakan AS yang imperialistik sebagaimana banyak dikritik oleh ilmuwan-ilmuwan seperti Noam Chomsky, Paul Findley, dan Edward Said. Ia tidak mengakui bahwa kebijakan AS yang membabi buta mendukung kekejaman dan penjajahan Israel adalah keliru dan menjadi satu sebab penting tumbuhnya ketidakpuasan dan kemarahan kaum Muslim dan umat manusia. Ia hanya mau menunjukkan bahwa Islam adalah potensi musuh besar dan bahaya bagi Barat dan AS khususnya. Ia menampilkan polling di sejumlah negeri Islam yang menunjukkan, sebagian besar kaum Muslim sangat tidak menyukai kebijakan AS. Misal, sebuah polling di sembilan negara Islam, antara Desember 2001-Januari 2002, menampilkan realitas opini di kalangan Muslim, bahwa AS adalah ''kejam, agresif, sombong, arogan, mudah terprovokasi dan bias dalam politik luar negerinya.''&lt;br /&gt;Tetapi, Huntington tidak mau menampilkan fakta bahwa kebencian masyarakat Barat (Eropa dan rakyat AS sendiri) terhadap kebijakan-kebijakan politik AS juga sangat besar. Bahkan, jauh lebih besar dari apa yang terjadi di kalangan Muslim. Di dunia Islam, tidak ada demonstrasi besar-besaran diikuti ratusan ribu sampai jutaan orang dalam menentang AS seperti yang terjadi di berbagai negara Eropa dan di dalam AS sendiri. Banyak ilmuwan dan tokoh AS, seperti Chomsky, William Blum, yang tanpa ragu-ragu memberi julukan AS sebagai a leading terrorist state, atau a rogue state. Karena itu, sangatlah naif, bahwa ilmuwan seperti Huntington ini justru mencoba menampilkan fakta yang tidak fair dan sengaja membingkai Islam sebagai musuh baru AS. Bahkan ia menyatakan, The rhetoric of America's ideological war with militant communism has been transferred to its religious and cultural war with militant Islam.&lt;br /&gt;Huntington, Bernard Lewis, dan sahabat-shabatnya terus berkampanye agar negara-negara Barat lain juga mengikuti jejak AS dalam memperlakukan Islam sebagai alternatif musuh utama Barat, setelah komunis. John Vinocur, dalam artikelnya berjudul Trying to Put Islam on Europe's Agenda, (International Herald Tribune, 21 September 2004), mencatat, But Huntington insists Europe's situation vis-a-vis Islam is more acute. Skenario inilah yang dirancang kelompok ''neo-konservatif'' di AS, yang beranggotakan Yahudi-Zionis, Kristen fundamentalis, dan ilmuwan konfrontasionis. (Lihat buku The High Priests of War (Washington DC: American Free Press, 2004), karya Michel Colin Piper).&lt;br /&gt;Tanpa pendefinisian yang jelas terhadap ''Islam militan'', maka itu akan menyeret kaum Muslim lainnya. Itu, misalnya, menimpa Thariq Ramadhan dan Yusuf Islam, yang dilarang memasuki AS. Begitu juga ribuan warga Muslim yang menerima perlakuan tidak manusiawi. Dalam sub-bab berjudul The Search for an Enemy, Huntington mencatat, bahwa pasca Perang Dingin, AS memang melakukan pencarian musuh baru, yang kemudian menemukan musuh baru bernama ''Islam militan'', setelah peristiwa WTC. Huntington menulis: Some Americans came to see Islamic fundamentalist groups, or more broadly political Islam, as the enemy, epitomized in Iraq, Iran, Sudan, Libya, Afghanistan under Taliban, and to lesser degree other Muslim states, as well as in Islamic terrorist groups such as Hamas, Hezbollah, Islamic Jihad, and the al-Qaeda networkThe cultural gap between Islam and America's Christianity and Anglo-Protestanism reinforces Islam's enemy qualifications. And on September 11, 2001, Osama bin Laden ended America's search. The attacks on New York and Washington followed by the wars with Afghanistan and Iraq and more diffuse war on terrorism make militant Islam America's first enemy of the twenty-first century.&lt;br /&gt;aaons, buku Who Are We? perlu dicermati dalam konteks skenario politik global terhadap Islam, yang sebenarnya merupakan satu upaya ''viktimisasi Islam'' untuk menutupi berbagai kesalahan kebijakan AS. Apakah John Kerry jika menang Pemilu Presiden AS mampu keluar dari ''skenario Huntington''? Biasanya sulit. Tapi, siapa tahu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-3766916436733917762?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/3766916436733917762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=3766916436733917762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3766916436733917762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/3766916436733917762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/02/islam-dalam-buku-baru-huntington.html' title='&apos;Islam&apos; dalam Buku Baru Huntington'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6891730591809542301</id><published>2010-02-15T19:08:00.000-08:00</published><updated>2010-09-01T11:24:58.452-07:00</updated><title type='text'>Dunia Yang Terbelah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6aanaLAAI/AAAAAAAAADA/rLUz2WdyPi4/s1600/dunia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6aanaLAAI/AAAAAAAAADA/rLUz2WdyPi4/s400/dunia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512012775994097666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Status sosial dalam kehidupan modernisasi sangatlah terbagi dalam berbagai spektrum. Sosial tidak hanya dimaknai sebagai hubungan antar umat manusia, namun hubungan manusia yangdilihat dalam berbagai prespektif yakni ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Penulis sebut bahwa bentuk budaya, politik,ekonomi dan yang lain merupakan perangkat yang membentuk sistem sosial.&lt;br /&gt; Dalam wilayah ekonomi, mungkin prespektif Karl Mark yang menarik untuk dijadikan rujukan. Bahwa dalam struktur masyarakat produksi kelas masyarakat sosial dibagi menjadi dua yakni proletar dan borjuis. Proletar adalah kaum buruh yang dalam hal ini menjadi babu kaum borjuis atau kaum majikan. Dalam pandangan Karl Mark bahwa kaum borjuislah yang mengusai kaum praletar dalam bidang produksi. &lt;br /&gt;Kaum proletar sebagai yang terkuasai mengalami alienasi atau keterasingan dalam hidupnya. Jika masyarakat proletar bekerja dalam sistem produksi modern maka dalam pandangan Karl Mark mereka mengalami keterasingan dari lingkungan kerja, teman kerja, alat produksi, dan hasil produksi. Kaum proletar seakan an sich terhadap lingkungan kerjanya, tidak mau tau yang terjadi dilingkungan kerja.  &lt;br /&gt; Dalam Pandangan Karl Mark tersebut Ada ketimpangan kelas ekonomi yang berdampak sistemik pada kelas sosial. Dalam artian sistem sosial terpecah menjadi dua muka disebabkan kelas ekonomi yang sengaja dipecah oleh sistem produksi modern yang kapitalistik. Oposisi biner dalam wilayah sosial disini tidak sendirinya ada namun bentukan ekonomilah yang mengakibatkan kelas sosial terjadi.&lt;br /&gt;Hal tersebut kalau dilihat dalam spektrum ekonomi. Kalau dalam spektrum budaya ada “dunia yang terbelah” dalam kebudayaan kita. Keterbelahan tersebut minimal terjadi antara kutub ke budayaan barat dan timur. Eropa yang mereperentasikan budaya barat yang menjadi oposisi biner  dari kebudayaan asia sebegai reprentasi budaya timur.  Dalam dua budaya besar tersebut seringkali berbeda dan sengaja digesek-kan. &lt;br /&gt;Barat yang terlambangkan sebagai budaya pop yang terkesan glamour dan hedonistik. Sedangkan budaya timur sebagai representasi budaya sopan dan lemah lembut. Kedua kutub  berbeda inilah yang sering menjadi pergolakan dalam fenomena sosial. Ada anggapan bahwa Indonesia itu budaya timur jadi tidak usah sok barat atau anggapan-anggapan lain. Hal inilah yang menjadi keterbelahan dalam budaya dalam ruang lingkup kewilayahan yang luas. &lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah kebudayaan harus dipisah oleh geografis,  atau harus dipecah-pecah dalam suatau kewilayahan. Budaya bukannya lebih baik digeneralkan dan tidak dikota-kotakkan yang cendrung dangkal. Orang Indonesia boleh berbudaya layaknya orang eropa, Malaysia boleh berbudaya layaknya orang Indonesia begitu juga sebaliknya. Budaya dalam pandangan penulis tidak harus dikotak-kotakkan dalam kewilayahan. Tidak harus ada oposisi biner yakni timur-barat, asia-eropa,indonesia-malaysia atau lain sebagainya. Biarkan budaya seperti air yang mengalir dan merembes kemana saja. &lt;br /&gt; Dari papaparan penulis dari fenomena sosial yang ada selama ini, baik dalam sistem ekonomi dan kebudayaan atau mungkin dalam bidang lain ada semacam pembelahan yang terjadi. Ada “dunia yang terbelah” menjadi dua bagian besar atau dalam bahasa filsafatnya oposisi biner. Dalam asumsi penulis selayaknya dunia ini tidak dijadikan dua atau terpecah jadi bagian-bagian yang cendrung berbeda dan berakibat pada gesekan sosial. Kalau boleh berharap, bangunlah dunia yang utuh dalam satu kesatuan tidak dunia yang terbelah. Dunia yang utuh tidak oposisi biner dan sengaja membedakan antara proletar-borjuis dan antara barat dan timur.&lt;br /&gt;Tulisan ini hanya sekedar refleksi dan kegusaran penulis akan situasi sosial dan dunia yang terbelah. Entah menurut pembaca hal ini terlalu dangkal atau apalah yang mungkin beranggapan bahwa perbedaan itu rahmat. Namun dalam pandangan penulis perbedaan yang rahmat itu tidaklah memarginalkan kelompok yang lain dalam hal ini proletar dan budaya yang merasa termarginalkan baik itu barat maupun timur. Selanjutnya, terserah anda untuk ber-asumsi yang terpenting dalam pandangan penulis “dunia yang terbelah” sudah saatnya diakhiri dan membuat dunia yang utuh dalam satu kesatuan. Tidak ada yang harus dimarginalkan dalam spektrum dan konteks apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Irham Thoriq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6891730591809542301?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6891730591809542301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6891730591809542301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6891730591809542301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6891730591809542301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2010/02/dunia-yang-terbelah.html' title='Dunia Yang Terbelah'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TH6aanaLAAI/AAAAAAAAADA/rLUz2WdyPi4/s72-c/dunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-8208914262582467771</id><published>2009-09-28T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T20:02:15.442-07:00</updated><title type='text'>Memberi Kepercayaan KPK Sebagai Lembaga Kredibel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVtLe3U-nI/AAAAAAAAAA4/KdKuwd8sxk0/s1600-h/image+2s.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 46px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVtLe3U-nI/AAAAAAAAAA4/KdKuwd8sxk0/s400/image+2s.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387832573249780338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebaradaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Lembaga Independen pemberantasan korupsi di Indonesia kembali tergoyahkan eksistensi keberadaannya.&lt;br /&gt; Berawal dari ditetapkannya Antasari Azhar sebagai tersangka pembunuhan terhadap Nazrudin. Selanjutnya, diperparah lagi dua wakil ketua KPK yakni Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah yang baru-baru ini terlibat kasus suap. Kedua kasus ini tentu memperah kondisi KPK secara struktural yang otomatis tidak mempunyai nahkoda. Hal inilah yang Melatar belakangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat tim lima untuk mencari nahkoda baru pengganti Antazari Azhar.&lt;br /&gt; Secara struktural dalam pandangan penulis akhir-akhir ini KPK mengalami serangan kelembagaan. Hal ini terbukti dari kasus yang menimpa Ketua dan Wakil Ketua KPK. Di pihak lain KPK mengalami serangan melalui penyempitan wewenang KPK, hal ini terbukti dengan di adakannya RUU Tipikor oleh panja DPR, RUU itu menagkibatkan kewenangan penuntutan perkara tindak pidana korupsi diserahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Agung. Tentunya RUU ini membatasi ruang gerak KPK dalam penuntutan perkara tindak pidana korupsi.&lt;br /&gt;  Peristiwa dan kejadian diatas tentu menjadikan eksistensi KPK kembali harus kita pertanyakan bersama dan harus kita pertahankan bersama. Setelah jelas KPK mendapatkan “musibah” melalui bentuk fisik yang berupa lumpuhnya struktur kepengurusan KPK yang tidak mempunyai nahkoda dan juga “musibah” yakni penyempitan wewenang.&lt;br /&gt; Dari “musibah” yang menimpa KPK diatas yang harus dilakukan adalah kerja Kolektif antara pemerintah dan Civil Society yang diantaranya aktivis LSM,Praktisi,Mahasiswa dan Masyarakat secara umum. Pemerintah seharusnya harus bergerak cepat mencari nahkoda baru KPK dan membuat Undang-Undang yang memberi kebabasan ruang gerak KPK dan justru tidak mempersempit wewenang KPK seperti diadakannya RUU Tipikor.&lt;br /&gt; Dilain pihak Civiel Society sebagai elemen penting negara hukum harus tetap mendukung keberadaan KPK sebagai Lembaga yang benar-benar independen. Menurut michel Foucolt dukungan terhadap individu maupun kelompok yang “terserang” bisa dengan cara memproduksi wacana. Masyarakat sipil dari semua golongan (aktivis LSM, Praktisi, Mahasiswa dan yang lain) harus mengcounter Isu yang akhir ini mulai meredupkan kredibelitas KPK.    &lt;br /&gt; Mengembaliakan kepercayaan Publik terhadap kredibelitas dan citra KPK sebagai lembaaga yang indepanden dan mampu memberantas korupsi adalah hal terpenting kedua setelah menentukan nahkoda untuk KPK. Menurut Sigmund Freud  dalam Ilmu Psikologi bahwa sugesti yang terus-menerus dipendengarkan kepada seseorang maka pada akhirnya sugesti tersebut akan tertanam kedalam alam bawah sadar manusia, kaitannya pada persoalan kali ini adalah kita sebagai elemen dari Civil Socierty harus membendung sugesti negatif yang berupa isu miring terhadap KPK yakni dengan menyebutkan para pimpinan KPK juga sama dengan yang mereka selidiki yakni para koruptor, dalam artian mereka sama melakukan tindikan kriminal.&lt;br /&gt; Tidak ada hal lain yang harus kita lakukan bersama untuk menetapkan eksistensi KPK kecuali memberi kepercayaan Kolektif dan wewenang terhadap KPK bahwa indonesia Masih membutuhkan lembaga dan pimpinan yang memang berani dan mempunyai tekad untuk membumi hanguskan koruptor dari bumi pertiwi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-8208914262582467771?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/8208914262582467771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=8208914262582467771' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8208914262582467771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8208914262582467771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/09/memberi-kepercayaan-kpk-sebagai-lembaga.html' title='Memberi Kepercayaan KPK Sebagai Lembaga Kredibel'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVtLe3U-nI/AAAAAAAAAA4/KdKuwd8sxk0/s72-c/image+2s.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-9100322080042657127</id><published>2009-09-27T18:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T18:28:37.246-07:00</updated><title type='text'>Surat Terbuka untuk Prov. Aminuddin Kasdi</title><content type='html'>Sungguh saya tidak habis pikir seorang guru besar sejarah seperti Sampeyan bisa-bisanya ngomong begini: “Sejarah memang versinya yang menang. Lha, gimana, kalah kok njaluk sejarah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Aminuddin Kasdi, sampeyan pasti tahu itu parafrase yang sudah nyaris menjadi klise, sekaligus sindiran yang tajam pada narasi sejarah yang dianggap selalu memberi porsi besar pada para “pemenang” dan mengabaikan para “pecundang”, tak peduli ia punya peranan besar atau kecil sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya, mahasiswa sejarah, para pengajar sejarah, apalagi para guru besar sejarah macam Sampeyan, merasa malu dan tersindir dengan parafrase itu. Sebab, jika parafrase itu diterima dan dilanggengkan,itu sama saja mengatakan: “Lha emangnye sejarawan ngumpet semua di ketiak penguasa semua? Sampeyan juga dong, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang sejarah hanya untuk para pemenang, ngapain lagi belajar sejarah, mempelajari filsafat sejarah, metode dan metodologi sejarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sejarah hanya memberi tempat pada para pemenang yang berhasil memenangkan satu “kompetisi” panjang merebut kekuasaan, ngapain lagi masih ada Departemen Sejarah di perguruan tinggi? Ngapain pula Sampeyan ngajar sejarah di kampus? Ngapain pula Sampeyan masih jadi guru besar sejarah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, tak usahlah melakukan penelitian tentang DI/TII, PRRI/PERMESTA, atau RMS. Tak usah pula susah-susah menulis tentang Kartosuwirjo, Aidit, Njoto, Soumakil, Sjafruddin Prawiranegara, Soetan Sjahrir, atau Tan Malaka. Tak usah pula Anda menulis buku tentang BTI yang mengkampanyekan land reform?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar bahwa para pecundang dalam sejarah tak usah diberi tempat dalam historiografi, maka saya sarankan Sampeyan juga membakar semua buku-buku tentang PKI, semua-mua buku tentang DI/TII, segala-gala buku tentang PRRI/Permesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, tapi nanti dulu. Tapi kenapa Sampeyan hanya mengamini dan membiarkan pembakaran buku Revolusi Agustus karya Soemarsono? Apa karena Soemarsono seorang komunis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oooo, jika begitu, saya paham apa yang Sampeyan maksudkan. Sampeyan maksudnya ingin omong: Para pecundang memang tak berhak meminta sejarah, tapi tak semua harus dibakar, cukup buku-buku PKI saja yang dibakar, bukan? Karena mereka komunis, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof., sejarah di negeri ini memang penuh dengan bau yang tak sedap. Tidak mudah, memang, mengakui hal itu. Apalagi jika kebenaran sejarah itu ternyata tidak sesuai seperti yang Sampeyan bayangkan, tidak senada dengan yang Sampeyan harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang fans berat Soekarno pasti akan merasa tak enak hati jika teringat Soekarno yang inspiratif itu pun pernah berlaku lancing memenjarakan lawan-lawan politiknya [Sjahrir, Natsir, Kasman Singodimedjo sampai Mochtar Loebis] tanpa pengadilan dan membubarkan partai-partai yang berlawanan pandangan politik dirinya [PSI dan Masjumi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengagum Pramoedya, sastrawan yang karya-karyanya penuh dengan pembelaan terhadap kemanusiaan, pasti akan sedikit perih jika ingat bahwa Pram pernah berkata: “Kenapa buku-buku semacam ini [novel Dokter Zhivago karya Boris Pasternak] masih juga bisa ditemukan di pinggir jalan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak muda dari lingkungan NU yang tercerahkan pasti akan perih hatinya menyadari banyak santri dan kyai yang mengamini dan bahkan melakukan pembunuhan massal pada orang-orang yang dianggap terlibat dengan PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang terpelajar Indonesia akan sedih mengetahui bahwa tentara dari negeri yang sangat ia cintai pernah berlaku lancung dan ganas di Aceh, Timor Timur dan Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang anti-PKI pasti akan susah untuk mengakui bahwa partai inilah yang pertama kali menggunakan nama Indonesia sebagai nama partainya. Seorang yang anti-PKI pasti akan kesulitan mengakui bahwa di saat partai dan organ-organ pergerakan lain memilih jalan moderat, justru PKI-lah partai dan organ pergerakan pertama yang terang-terangan berani angkat senjata pada pemerintah colonial Hindia-Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Sampeyan seorang politisi atawa seorang ideolog, saya bisa mafhum jika Sampeyan hanya akan mengungkapkan apa yang dirasa penting dan sesuai dengan visi politik dan ideologi yang dianut. Tapi Sampeyan seorang akademisi, guru besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, sekali lagi, baiklah, saya mencoba mafhum dan sekuatnya mencoba paham. Orang memang boleh punya pandangan politik, juga berhak menganut ideologi. Itu juga berlaku pada seorang akademisi, seorang sejarawan, bahkan seorang guru besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sungguh, saya tak bisa paham kenapa Sampeyan ikut-ikutan membiarkan orang-orang yang membakar buku Revolusi Agustus karya Soemarsono? Saya sukar untuk paham kenapa bisa seorang guru besar mendukung aksi vandalisme? Kenapa bisa Anda hadir di kerumunan para pembakar buku dan sempat pula dikabarkan memberi orasi di sana dan seakan menjadi juru bicara para pembakar buku saat berdialog dengan redaksi Jawa Pos?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk soal bakar-bakaran buku itu, maaf saja Prof. Aminuddin Kasdi, sampeyan sudah kelewatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari pembakaran buku itu, Sampeyan tak punya lagi otoritas moral untuk menyerukan mahasiswa membaca buku, karena bagaimana bisa kita dengar seorang yang mendiamkan dan menyetujui pembakaran buku malah menganjurkan mahasiswanya membaca? Sampeyan lebih pantas menganjurkan mahasiswanya membakar buku, daripada membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mungkin milik para pemenang, seperti yang Sampeyan katakan. Tapi, sejarah [google dan mesin pencari di internet] telah mencatatkan Aminuddin Kasdi sebagai salah seorang profesor penyokong pembakaran buku. Anak cucu Anda, Profesor, akan mengetahui hal ini, kelak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah gelar Prof[esor] di depan nama sempeyan itu perlu diganti menjadi Prov[okator]? Baiklah kalau begitu. Tampaknya Sampeyan lebih gagah jika menyandang nama Prov. Aminuddin Kasdi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-9100322080042657127?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/9100322080042657127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=9100322080042657127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/9100322080042657127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/9100322080042657127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/09/surat-terbuka-untuk-prov-aminuddin.html' title='Surat Terbuka untuk Prov. Aminuddin Kasdi'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-5127105727603034401</id><published>2009-08-15T10:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T20:06:04.027-07:00</updated><title type='text'>ASWAJA DAN REALITAS KEMANUSIAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVuFXLz3fI/AAAAAAAAABA/UT-KPtvxAmE/s1600-h/aswaja.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 98px; height: 42px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVuFXLz3fI/AAAAAAAAABA/UT-KPtvxAmE/s400/aswaja.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387833567620619762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Irham Thoriq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Latar Belakang&lt;br /&gt;       Ada celetukan yang sangat menarik dari seorang sahabat saya, dia menyebutkan bahwa disetiap MAPABA dan PKD selalu ada materi tentang Aswaja,. Selanjutnya waktu di MTS sudah ada pelajaran tentang Aswaja. Dan di pihak lain Aswaja juga di ajarkan dalam bentuk sekolah Aswaja. Hal ini menarik karena disetiap  kesempatan dan waktu Aswaja selalu menjadi bahan pembicaraan, terutama oleh sahabat-sahabat  PMII.&lt;br /&gt;           Hal ini mungkin dapat dimaklumi karena ASWAJA PMII adalah bukan sebagai madzhab tetapi sebagai Manhaj Al-Fikr. Aswaja ini tentu mangalami dinamisasi karena sebagai landasan berpikir Aswaja harus mampu menjawab dinamika sosial yang ada, baik dalam masalah ekonomi,sosial, budaya dan yang lain. Oleh karenanya (meminjam istilah Pramodya Anantatoer) aswaja harus mem “bumi manusia”. Dalam artian aswaja tidak hanya dalam dataran wacana yang cenderung melangit tetapi juga harus di praksiskan guna menjawab permasalahan dinamika sosial yang ada.&lt;br /&gt;           Mengingat hal tersebut, penulis sebagai warga pergerakan juga mempunyai kewajiban dalam menyumbangkan ide-ide tentang aswaja sebagai solusi permasalahan yang ada. Selanjutnya, dalam makalah kali ini penulis mencoba menyajikan Aswaja sebagai landasan berpikir dan kaitannya dengan realitas kemanusiaan. Selain itu penulis juga memaparkan bahwa aswaja juga harus menjadi alat pembebasan bagi menusia yang penulis melihat akhir-akhir ini terbelenggu oleh sesama manusia, harta, pranata sosial dan yang lain sehingga mengakibatkan distorsi, dan alienasi yang simultan . kerena hal tersebut    Penulis berharap tulisan ini bisa menjadi sumbangan dalam memetakan Aswaja dan kaitannya dengan realitas kemanusiaan dan juga dalam membebaskan manusia. Amien…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Aswaja Sebagai Manhaj Al-Fikr Dalam Realitas Kemanusiaan&lt;br /&gt;   Pada permulaanya Ahlusunnah Wal Jama’ah merupakan suatu Ideologi. Dalam artian Aswaja merupakan keyakinan ideologis yang bermula dari Nabi Muhammad. Oleh sebab itu secara pengertian sederhana bahwa Aswaja adalah kesadaran seorang manusia yang mewujudkan dan mengamalkan ajaran-ajaran nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dalam salah satu sabda nabi bahwa Aswaja adalah sesuatu hal yang didasarkan pada Nabi Muhammad dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;   Sedangkan disisi lain Aswaja yang selama ini sering dipandang hanya sebagai mazhab (aliran, sekte, ideologi, atau sejenisnya). Hal ini menyebabkan aswaja dianut sebagai sebuah doktrin yang diyakini kebenarannya, secara apriori (begitu saja). Kondisi ini menabukan kritik, apalagi mempertanyakan keabsahannya. Sedangkan melihat peliknya persoalan kehidupan yang kita rasakan selama ini, menuntut bahwa aswaja tidak hanya dijadikab sebagai madzhab melainkan juga sebagai Manhaj Al Fikr.&lt;br /&gt;   PMII  sebagai organisasi Pergerakan tentunya tidaklah cukup memakai aswaja sebagai mazhab, karena hal tersebut cendrung statis dan tidak mampu menjawab realitas kemanusiaan dalam dataran sosial. Oleh karena permasalahan tersebut, harus ada strategi baru dalam memahami realitas sosial dengan Aswaja. Maka dipilihlah Aswaja sebagai Manhajul Al-Fikr. Kerena dari tiga nilai dasar aswaja; yakni Tawasuth Tawazun, dan I’tidal mempunya dimensi kemanusiaan (humanis) yang luar biasa.  &lt;br /&gt;   Nilai-nilai itu nyatanya amat fleksibel dan bisa diterapkan dalam situasi dan kondisi, bahkan tempat apapun. Aktualisasi dari prinsip yang pertama yakni tawasuth adalah bahwa selain wahyu, kita juga memposisikan akal pada posisi yang terhormat (namun tidak terjebak pada mengagung-agungkan akal) karena bagaimanapun kita harus secara proposional yakni antara wahyu dan rasionalitas. Tidak terlalu tekstul tanpa menggunggunakan pikiran dan juga tidak terlalu rasional dan menyingkirkan wahyu. Dari kombinasi tersebut harapannya tidak terjebak pada skriptualisme dan juga tidak pada rasionalisme, karena keduanya harus proposional.&lt;br /&gt;   Setelah itu seorang keder PMII harus bisa menerima sebuah perbedaan, baik perbedaan ideologis maupun keyakinan. Karena tidak benar ketika kita memaksakan keyakinan seseorang, dan yang menjadi keharusan bagi kita adalah menyampaikan dan mendialektikakan sebuah keyakinan yang dianggap kita benar adapun ending-nya diserahkan pada otoritas individu dan hidayah dari Tuhan. Ini adalah menifestasi dari prinsip tasamuh dari aswaja sebagai Manhajul Fikri. Dan yang terakhir adalah tawazzun (seimbang). Ruang lingkup tawazun ini sangat luas, baik dalam tatanan sosial maupun politis.. hal ini penting kerena kebanyakan akhir-akhir ini kebijakan cendrung tidak berpihak kepada kaum mustadafin. Walaupun dalam kenyataannya sangatlah sulit atau bahkan mungkin tidak ada orang yang tidak memiliki keberpihakan sama sekali, minimal keberpihakan terhadap netralitas. Artinya, dengan bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa memandang dan menposisikan segala sesuatu pada proporsinya masing-masing adalah sikap yang paling bijak, dan bukan tidak mengambil sikap karena itu adalah manifestasi dari sikap pengecut dan oportunis.&lt;br /&gt;   Setelah itu Selain mengubah Aswaja yang bersifat teologis kedalam Manhajul Fikr. Perlu juga ada semacam penyadaran berkelanjutan dalam menciptakan aswaja keranah praksis dan tidak hanya bergulat dalam dataran Wacana seperti yang selama ini sering terjadi. Dan langkah selanjutnya adalah sejauh mana Aswaja secara amplikatif mampu lebih membebaskan manusia dari sikap perbudakan, baik perbudakan dari harta,manusia dan makhlu tuhan yang lain.&lt;br /&gt;   Meningat tantangan kemanusian kedepan akan semakin pelik dan suliat, usaha pertama yang harus dilakukan adalah kembali mencari dan makna tujuan hidup (sanse the meaning and purpose). Dalam realitas kemanusiaan pasti sering ada ambiguisitas tangang makna dan tujuan hidup. Melihat hal tersebut, kaum Aswaja harus bisa memformulasikan dan mampu mem praksiskan dalam wujud kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Aswaja Sebagai Pembebasan&lt;br /&gt;   Dari realitas Modern jelas bahwa seringkali manusia dibuat distorsi atas segala pranata-pranata modern. Atau kalau meminjam istlah Karl Mark bahwa dalam sektor industri buruh akan mengalami alienasi, baik itu pada produksinya, teman kerjanya dan yang lain. Hal ini membuktikan bahwa pranata sosial seringkali menjadi “budak” atas pranata-pranata sosial.  Dalam hal tersebut diperlukan suatu ideologi yang mampu membebaskan manusia dari setiap distorsi dan alienasi. &lt;br /&gt;   Teologi pembebasan disini berpusat pada manusia dan kekuatannya, atau Humanistic Theologi. Manusia harus dapat mengembangkan kemampuannya akalnya agar dapat memahami dirinya, hubungannya dengan sesamanya dan kedudukannya di alam ini. Dia haus mengenal kebenaran, dengan melihat pada keterbatasan maupun potensinya. Dia juga harus mengembangkan rasa cinta pada orang lain meupun pada dirinya serta merasakan solidaritas pada semua kehidupan. &lt;br /&gt;   Dalam menghadirkan teologi humanistik, dan sebaliknya menghindari dari teologi otoritarian dan teologi yang di monopoli kepentingan politik. Manusia harus bisa memahami dirinya dalam hubungannya dengan sesama manusia. Dan teologi  pembebasan disini bisa kita kaji dari berbagai prespektif.&lt;br /&gt;   Dalam prespektif islam misalnya, makna pembebasan teologi terletak pada ajaran tauhid. Implikasi pembebasan atau efek pembebasan tidak hanya dalam konteks tauhidullah dalam pengertian dari semua ikatan ketuhanan yang absurd dan otoritarianistik. Tapi, pembebasan dari semua unsure struktrur sosial, ekonomi, politik, budaya yang cendrung menjadi determinan bagi kemerdekaan manusia.&lt;br /&gt;   Nampaknya, persoalan diatas merupakan agenda intelektual bagi kalangan aswaja kedepan. Ini dapat dilakukan dengan mula-mula menghadirkan rancang bangunanan teologi aswaja sebagai rekonstruksi terhadap pemikiran lama yang dianggap kurang memberikan system makna yang jelas, dalam artian tidak membebaskan dan terjebak pada status quo. Karena itu perlu dikembangkan suatu pemikiran yang terbuka dan siap berhadapan dengan persoalan baru dan interpretasi baru. Aswaja tidak boleh berhenti sebatas metode berpikir (manhaj al-fikr) lagi. Tetapi harus sudah menginspirasikan sebuah kebangkitan melalui metode berkarya (manhaj al-‘amal). Dengan metode berkarya inilah aswaja akan dirasakan manfaatnya, karena keberadaannya tidak lagi absurd dan melangit, namun harus sudah bersenyawa dengan kebutuhan manusia dan kehidupan di tengah realitas yang dinamik. Oleh karena hal tersebut Nilai-Nilai Aswaja harus di praksiskan dalam wujud konkrit dan sebagai strartegi pergerakan dalam membebaskan manusia dari setiap belenggu, distorsi dan alienasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tulis sebagai persyaratan umum PKL XIV PMII Kota malang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-5127105727603034401?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/5127105727603034401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=5127105727603034401' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5127105727603034401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5127105727603034401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/08/aswaja-dan-realitas-kemanusiaan.html' title='ASWAJA DAN REALITAS KEMANUSIAAN'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVuFXLz3fI/AAAAAAAAABA/UT-KPtvxAmE/s72-c/aswaja.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-1139438760553578210</id><published>2009-06-26T06:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-26T06:20:10.283-07:00</updated><title type='text'>AWAAAASSS...?</title><content type='html'>AWAAAASSSSSS BERBUDI PENCURI DAN PENJUAL BANGSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOELIBERALISM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-1139438760553578210?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/1139438760553578210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=1139438760553578210' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/1139438760553578210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/1139438760553578210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/06/awaaaasss.html' title='AWAAAASSS...?'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7563440883602501834</id><published>2009-06-22T06:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T06:23:50.838-07:00</updated><title type='text'>DENGAN DIES NATALIS KITA WUJUDKAN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MENJADI LEBIH BAIK DAN MAMPU BERKOMPETISI</title><content type='html'>DENGAN DIES NATALIS KITA WUJUDKAN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MENJADI  LEBIH BAIK DAN MAMPU BERKOMPETISI &lt;br /&gt;Oleh: Irham Thoriq*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan Ulang Tahun, sebagaimana dirayakan oleh semua orang. Dalam pandangan Penulis merupakan ajang untuk flash back merefleksikan apa yang telah dan belum dilakukan. Melihat perkembangan UIN Maulana Malik Ibrahim yang begitu pesat. Tidaklah heran, ketika kita semua dibuat semacam tidak sadar diri. Yakni, kita seakan hanyut merenung takjub atas perubahan yang maha dahsyat ini. Meskipun kita sadari bersama, tidak akan ada sesuatu yang sempurna. Dalam artian semua sesuatu butuh proses, apalagi yang kita perbincangkan disini adalah mengenai Lembaga yang merupakan kepemilikan Kolektif bukan Individual.   &lt;br /&gt; Bermula dari kesadaran kepemilikan komunal inilah, akan ada semacam tanggung jawab sosial yang harus di emban oleh segenap civitas UIN Maulana Malik Ibrahim. Karena secara logikapun, tidak akan ada sebuah lembaga yang bisa maju ketika hanya bergantung pada perorangan. Oleh sebab itu, mengkonstekan sebuah tanggung jawab sosial kedalam segenap individu haruslah secara stab by stab dijalankan, yang pada akhirnya terciptalah sebuah kesadaran mengkonstruk Lembaga secara bersama-sama. Dalam artian, yang mempunyai kesadaran tidaklah hanya Rektor, Pembantu Rektor, Dekan dan yang lain melainkan segenap Civitas UIN Maulana Malik Ibrahim.&lt;br /&gt; Selanjutnya, kenapa kesadaran akan tanggung jawab bersama perlu?. Itulah mungkin pertanyaan pertama yang harus kita jawab. Dalam pandangan Penulis, setiap individu tidak akan bisa bekerja secara all out apabila tidak ada semacam militansi dan semangat perjuangan untuk memajukan sebuah Lembaga. Ambil contoh, ketika Tentara dari Wilayah Milisi yang berjumlah sedikit mampu mengalahkan Tentara dari Sparta  yang berjumlah lebih banyak. Dari kejadian ini membuktikan bahwa Tentara dari Wilayah Milisi yang karena kemilitannya mampu mengalahkan tentara dari Wilayah Sparta. Oleh sebab peristiwa inilah, kata Militan di ambil dari Wilayah Milisi di Negeri Yunani. &lt;br /&gt; Peristiwa tersebut memang jauh dari apa yang kita perbincangkan kali ini. Tetapi, selayaknya bisa kita jadikan acuan. Bahwa dalam mengembangkan sebuah Lembaga harus ada sikap militansi dan totalitas terhadap Lembaga tersebut. Maka hanya sebuah perkataan tanpa makna ketika kita bicara mengembangkan UIN Maulana Malik Ibrahim hanya dengan sikap yang setengah-setengah dan tidak ada ketotalitasan di dalam setiap Individu. Perkataan Mantan Presiden Soekarno “ jangan tanyakan apa yang Indonesia berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang kamu berikan kepada Indonesia” bisa kita ubah sesuai konsteks pembahasan kita, yakni “Jangan tanyakan apa yang UIN Maulana Malik Ibrahim berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang kamu berikan kepada UIN Maulana Malik Ibrahim”. Dengan perubahan teks dari Soekarno inilah diharapkan sikap Militansi warga Indonesia terhadap Indonesia bisa menular sikap Militansi tersebut Terhadap seluruh Civitas UIN Maulana Malik Ibrahim terhadap Lembaganya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Universitas Kompetitif&lt;br /&gt; Dari sedikit uraian diatas, mungkin menjadikan UIN Maulana Malik Ibrahim sebagai Universitas yang Kompetitif inilah tujuan utamanya. Kompetitif berarti siap bersaing, yakni mampu bersaing secara sehat dalam segi akademis, pelayanan dan yang lain. Kata bersaing merupakan sebuah upaya untuk menjadi pemain yakni tidak hanya menjadi penonton. &lt;br /&gt; Menyimak fenomena sosial yang terus berkembang, mungkin Universitas yang bisa bersaing secara kompeten adalah Universitas yang mampu secara teliti memanfaatkan peluang. Mengingat tidak akan ada Lembaga yang maju tanpa meneliti dan peka atas kebutuhan Masyarakat yang terus berdialektika atas kebutuhan sosial. Hal inilah yang kebanyakan terlupakan oleh para kebanyakan Lembaga Pendidikan. Ambil contoh, misalnya Pesantren Salaf  yang hanya berkutuat pada Teks Klasik. Penulis sama sekali bukan orang yang anti Teks Klasik, tetapi yang perlu dipertanyakan ulang adalah masih Relefankah Kurikulum yang selama ini digunakan dalam manjawab tantangan kehidupan beragama Masyarakat. Hal ini mungkin tidak perlu Penulis jawab, yang penting ada kesadaran Kolektif bahwa hanya Pendidikan yang mampu berinovasilah yang akan mampu berkompetisi.&lt;br /&gt;  Inovasi dalam mengubah Lembaga Pendidikan. Inilah mungkin yang selama ini terus dijalani oleh UIN Maulana Malik Ibrahim. Mulai dari terobosan dengan mengadakan Ma’had, PKPBA dan yang lain. Langkah ini menurut Penulis sangat strategis mengingat kondisi Sosio-Kultural masyarakat indones$ia yang semakin memperihatikan. Penulis menyebut demikian, karena Indonesia dalam konteks kekinian tidak hanya membutuhkan Ilmuan yang hanya hafal berjuta teori, tetapi Indonesia juga membutuhkan sosok Ilmuan yang mempunyai etika dan moral yang bagus. Konsep tentang Ma’had dalam pendangan Penulis sangatlah tepat untuk mejawab fenomena tersebut. Dalam artian Universitas tidak hanya sebagai mesin Produksi Ilmuan, tetapi juga harus mampu mencetak Insan yang berbudi luhur. Dengan diadakan Ma’had inilah harapan itu muncul, yakni bisa menciptakan Intelek yang Ulama’ dan juga Ulama’ yang Intelek.  &lt;br /&gt; Dalam dinamika UIN Maulana Malik Ibrahim yang selama ini penulis cermati bahwa ada bermacam-macam keunikan daripada Universitas lain. Keunikan tersebut harus kita maksimalkan sebaik mungkin. Ambil contoh, dalam istilah Ilmu Psikologi ada istilahnya kreatifitas. Yakni bahwa setiap Anak pada dasarnya mempunya Innata Idea atau potensi bawaan sejak lahir. Tapi secara realitas hanya sebagian Orang Tua saja yang mampu memaksimalkan potensi Anaknya. Kalau kita analogikan dengan UIN Maulana Malik Ibrahim anggap saja keunikan UIN Maulana malik ibrahim ini sebagai potensi. Sebagaimana potensi, kalau kita tidak mampu memaksimalkan potensi tersebut maka potensi tersebut akan terhilang sia-sia. Oleh sebab itu, dalam hemat Penulis, kalau UIN Maulana Malik Ibrahim ingin bersaing dengan Universitas lain harus bisa berinovarsi dan memaksimalkan keunikan sebagai potensi yang harus dikembangkan. Dengan adanya maksimalisasi potensi inilah, tidak akan kita temukan potensi yang terbuang lagi. Seperti contoh diatas yakni Anak tidak bisa memaksimalkan potensi hanya karena pengasuhnya tidak memaksimalkan potensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Strategis Demi Kompetisi&lt;br /&gt; Dalam persaingan pasti kita menemukan pesaing. Pesaing dalam konsteks ini bukan sebagai musuh yang harus kita hancurkan, tetapi harus kita anggap sebagai sahabat, yakni sebagai pemicu bagi kita untuk tetap dan terus maju. Kalau kita berkaca kepada Indonesia, maka yang harus kita rubah terlebih dahulu adalah Sumber Daya Manusia (SDA) terlebih dahulu. Karna SDA merupakan peran central dalam memajukan sebuah lembaga. Karena simbol kewibawaan Kampus terletak pada orang-orangnya yang berkualitas, sesungguhnya tidak sulit dipahami. Lembaga Pendidikan dalam bentuk dan yang hidup pada sejarah manapun, kebesarannya selalu dilihat dari kualitas orang-orangnya. Dahulu, terdapat Lembaga Pendidikan yang disebut padepokan. Sebuah padepokan disebut kesohor, manakala ia memiliki resi yang hebat. Para resi atau guru padepokan inilah yang memiliki magnet yang kuat hingga mampu menjadi kekuatan daya tarik terhadap orang-orang dari manapun asalnya datang ke tempat itu untuk mempertajam Ilmunya di padepokan ini. Demikian juga lembaga pendidikan Islam, Pondok Pesantren. Beberapa Pesantren disebut hebat dan namanya dikenal di mana-mana, bukan karena memiliki lahan yang luas, bangunan gedung Pesantren yang besar dan indah, melainkan Pesantren itu, tersohor karena memiliki Kyai yang menyandang nama besar. Oleh karena itu jika Kampus atau Perguruan Tinggi ingin disebut berkembang dan memiliki Nama besar dan kesohor, maka kuncinya adalah Kampus itu harus sanggup, secara terus menerus mengembangkan orang-orangnya dengan berbagai cara agar meraih nama besar itu. Dan karena itu, inti dari pada yang paling inti mengembangkan Kampus agar menjadi maju adalah adanya usaha membesarkan orang-orangnya. Sebab kekuatan kewibawaan Kampus sesungguhnya justru ada di sana. Dan UIN Maulana Malik Ibrahim sesungguhnya jika diukur dari aspek ini, secara jujur, rasanya belum bisa disebut telah maju. Saat ini posisinya baru pada fase secara bersama-sama berusaha keras untuk meraih kemajuan itu. Yakni dengan perlahan membenahi Sumber Daya Manusia mulai dari Dosen, Karyawan dan juga para Mahasiswa. Hal inilah sekali lagi harus ada kerja kolektif demi terwujudnya Sumber Daya Manusia yang unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etos Kerja dan  Akademis&lt;br /&gt; Kerja kolektif sebuah Lembaga sangatlah menentukan arah perkembngan sebuah Lembaga. Yakni, hanya orang yang sanggup kerja professional yang akan menjadi motor dalam mengembangkan Lembaga. Seorang Professional bukan hanya Lahir karena modal kepintaran saja, tetapi juga karena kerajinan dan ketekunan serta kerja keras. Orang pintar tetapi malas akan dikalahkan oleh orang yang kurang pintar tetapi rajin. Bayangkan apa jadinya bila orang pintar sekaligus rajin, tekun dan pekerja keras. Jadi fungsi dan peranan kerja keras tidak bisa diabaikan. Sekalipun ada kerja cerdas tidak membuat kerja keras jadi berubah menjadi kerja lemah atau kerja santai. Kerja cerdas adalah kerja yang tidak hanya mengandalkan otot semata melainkan juga menggunakan otak sehingga hasilnya terasa lebih efisien dan efektif.&lt;br /&gt; Dengan kerja keras yang cerdas inilah di harapkan akan terjadi semacam Good Governace yakni tata kelola Lembaga yang akseleratif, inovatif, efisien, dan efektif. Mungkin etos kerja itu harus dimiliki semua pe$ngurus dan karya$wan UIN Maulana Malik Ibrahim. Yakni harus dipunyai oleh segenap Civitas mulai dari paling tinggi hingga ke stekholder paling bawah.  Kalau kita membicarakan profesionalisme dalam prespektif psikologis maka profesionalisme hanya akan dimiliki oleh orang yang hanya berpikiran Positif. Orang yang berpikiran positif adalah orang yang mampu mempunya dreams atau mimpi dan harapan. Karena mimpi dan harapan merupakan self motivation (motifasi diri). Karena kitapun tidak akan bisa hidup dengan semangat apabila tidak mempunyai mimpi dan harapan. Seperti kata pepatah, semakin dihambat semakin merambat. Semakin di hadang semakin berkembang. Kenapa bisa begitu? Karena orang yang berpikir positif melakukan segala sesuatu bukan karena dorongan kepuasan pribadi semata dan bukan juga untuk keuntungan dan kepentingan pribadi. Kalau itu dasarnya maka akan mudah menyerah bila ada kesulitan. Tapi karena ada kepentingan orang lain, lembaga dan juga kepentingan Tuhan yang harus diperjuangkan maka keinginan untuk menyerah akan sirna. Dengan kata lain, etos kerja yang positif adalah sebuah alasan kenapa orang mau mati-matian berjuang untuk mencapai sebuah kesuksesan.&lt;br /&gt; Selain etos kerja yang harus ditanamkan, tetapi harus ditanamkan pula etos Akademis yang kondusif. Kerena hanya dengan suasana Akademis yang mendukung suatu Lembaga Pendidikan bisa maju. Budaya membaca, berdiskusi, meneliti dan menulis harus ditanamkan kepada Insan Akademis UIN Maulana Malik Ibrahim. karena Lembaga Pendidikan akan diperhitungkan apabila mampu menciptakan Insan Akademis yang berkompeten dalam bidangnya yang hal itu hanya bisa terbukti berupa wacana, tulisan dan penelitian. Maka akan percuma apabila hanya menghandalkan kemegahan gedung apabila tidak ditunjang dengan kualitas akademis para Mahasiswa dan Dosen. &lt;br /&gt; Oleh sebab pentingya budaya Akademis inilah, dalam pandangan Penulis membangun Fisik berupa gedung, saya kira lebih mudah dari pada membangun suasana Akademis yang kondusif. Dalam membangun budaya Akademis ini bisa dengan menciptakan lingkungan yang berbudaya membaca dan menulis. Meskipun tidak berupa represif kepada Mahasiswa tetapi minimal dengan  menyadarkan pentingnya sebuah pengetahuan untuk kehidupan. Bisa pula dengan membuat stimulus kepada Mahasiswa, tujuannya untuk memicu mahasiswa dalam berbudaya membaca dan menulis. Stimulus itu bisa berupa lomba, seminar, penelitian, lokakarya dan hal-hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Ulang Tahun&lt;br /&gt; Dalam Ilmu Psikologi, bahwa Usia itu di bagi menjadi dua macam yakni Usia kronologis dan mental. Usia kronologis adalah usia umur seseorang. Sedangkan usia mental adalah  usia mental seseorang. Kalau usia mental seseorang lebih tinggi dari pada usia kronologis, maka orang tersebut disebut orang luar biasa. Sedangkan kalau usia mentalnya lebih rendah daripada usia  kronologisnya maka orang tersebut disebut cacat mental. Selanjutnya, kalau kita analogikan dengan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim adalah bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim yang masih berumur Lima Tahun sedangkan kualitasnya sudah luar biasa, kalau kita samakan dengan hal tadi adalah bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim merupakan Lembaga yang luar biasa karena umurnya yang relatif muda sedangkan kualitasnya luar biasa. &lt;br /&gt;Tetapi yang perlu di ingat kita tidak boleh hanyut terjebak oleh apa yang kita peroleh selama ini. Melainkan apa yang kita peroleh selama ini dijadikan cambuk penyemangat demi kemajuan UIN Maulana Malik Ibrahim lebih baik. Sedangkan kalau kita memahami apa yang akan terjadi yang akan datang, mungkin kita tidak akan pernah tahu, karena kita bukanlah paranormal. Tapi percikan kata "masa lampau" merupakan kata kunci yang harus kita pegang dalam mencoba memahami dinamika Lembaga ini. Jasmerah (jangan melupakan sejarah) itulah perkataan Ir. Soekarno yang harus kita jadikan titik pijak dalam mengkonstruksi Lembaga ini yang akan datang. &lt;br /&gt;    Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ke Lima bagi UIN Maulana Malik Ibrahim merupakan ketidakpastian bagi kita semua. Kata Bernstein patut kita renungi "ketidakpastian membuat kita merdeka". Seandainya semua berjalan mengikuti hukum probabilitas, kita akan seperti kaum primitif: kita tak akan punya cara lain selain membaca membaca ulang do'a-do'a kepada Tuhan. Mungkin dengan begitu kita hidup dalam sebuah dunia yang tertata, dimana kemungkinan-kemungkinan bisa ditemukan polanya dan mengikuti analisis matematis. tapi, kata Bernstein, itu sama saja artinya dengan keadaan, di mana "tiap kita surut ke dalam sel penjara yang tanpa jendela". "Berusaha menyikapi hal-hal yang tak pasti" itulah kata-kata yang hendak diungkapkan Bernstein kepada kita semua dalam menyikapi Tahun ke Lima UIN Maulana Malik Ibrahim yang sarat akan ketidakpastian ini.  &lt;br /&gt;    Bagi kita semua, tahun yang baru merupakan harapan baru untuk lebih maksimal lagi dalam melakukan sesuatu. Baik dalam mengembangkan lembaga, belajar dan yang lain. Seyogyanya ditahun ke Lima ini kita bisa menghemat waktu untuk menggapai angan-angan kita, agar angan-angan tersebut tidak hanya sebuah utopia belaka. "Waktu seperti pedang" itulah sabda Nabi Muhammad akan bahaya dan kejamnya waktu. Kita akan dibuat menangis, bersedih, tertawa dan bahkan mati oleh rangkaian Lima huruf tersebut. Idealnya bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu yang sempit ini dengan sebaik mungkin. Dengan pengembangan lembaga, belajar dan yang lain se-proposional mungkin. tidak terlalu santai akan tugas kita dan tidak terlalu dipaksakan karna kalau dipaksakan, kita seakan hidup diruang yang hampa, yakni tidak bisa menikmati apa yang kita lakukan.  Maynard Keynes pernah mengatakan "In the long run we are all dead". Kelak, toh akhirnya kita semua mati. Sebuah pesan untuk seluruh kehidupan yakni untuk tetap tenang dalam menjalani kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7563440883602501834?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7563440883602501834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7563440883602501834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7563440883602501834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7563440883602501834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/06/dengan-dies-natalis-kita-wujudkan-uin.html' title='DENGAN DIES NATALIS KITA WUJUDKAN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MENJADI LEBIH BAIK DAN MAMPU BERKOMPETISI'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-8597112977098422426</id><published>2009-05-01T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T05:42:50.922-07:00</updated><title type='text'>Terbitlah Terang Bagi Perempuan</title><content type='html'>&lt;p&gt;oleh: Irham Thoriq&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;"... Gadis-gadis harus kawin, harus menjadi milik seorang lelaki, tanpa bertanya apa, siapa, dan bagaimana!"&lt;br /&gt;Tulis Raden Ajeng (RA) Kartini dalam sebuah suratnya kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan Suaminya dalam buku beliau Habis Gelap Terbitlah Terang. Rangkaian kata diatas seakan-seakan memanifestasikan kondisi zaman pada saat itu. Gadis pada saat itu hanya dijadikan ajang pemuas libido lelaki semata,  perempuan seakan menjadi otoritas penuh lelaki karena berposisi sebagai suami. Bermulai dari keresahan ini RA Kartini mendirikan sekolah untuk memberi kesempatan bagi perempuan untuk tetap bersekolah dan menggapai cita-cita. Bermulai dari gerakan inilah RA Kartini mencoba membalik paradigma yakni bahwa posisi perempuan tidak hanya didapur, kasur,kamar tetapi perempuan juga bisa berposisi dokter, dosen, seniman, budayawan dan bahkan Presiden.&lt;br /&gt;Dalam buku beliau Habis Gelap Terbitlah Terang telah mengingatkan kita pada terang yang menerangi kegelapan langit malam kaum perempuan, pada Sang Fajar yang begitu pekat dan peduli terhadap penderitaan kaumnya. Kaum perempuan yang terbelenggu oleh adat-istiadat, budaya dan penafsiran keagamaan sehingga menjadi apa yang oleh Simone de Beauvoir disebut the second sex. Kaum yang terkungkung, terbelenggu, kehilangan jati diri dan menjalani eksistensi yang semata mendukung eksistensi kaum adam.&lt;br /&gt; Perjuangan kartini tentang emansipasi perempuan, belumlah berakhir. Melihat realitas yang ada perempuan masih sering dijadikan objek “penindasan” dari pihak tertentu. Ambil contoh, misalnya tentang iklan dalam televisi yang sering dijadikan pemeran adalah perempuan. sepeti iklan sabun mandi dan pemutih wajah  perempuan dijadikan model dikarenakan perempuan bisa memancing konsumen karena faktor kecantikannya, keputihannya dan yang lain. Kalau kita analisis lebih dalam lagi ada semacam paradigma bahwa wanita yang cantik itu adalah wanita yang putih dan mulus. Dan yang menjadi keuntungan produsen sebab paradigma tersebut bahwa wanita yang hitam, tidak mulus akan membeli produknya dan secara tidak sadar kebanyakan wanita menerima paradigma itu secara mentah-mentah. Maksud penulis disini (meminjam kerangka analisis Michel Foucolt) bahwa wacana yang dipercaya dapat menjadi perekayasa sosial demi kepentingan pihak-pihak tertentu. Singkat kata dalam kasus ini perempuan secara tidak sadar telah dijajah, dibohongi oleh pihak berkepentingan. Sedangkan kalau kita melihat realita sosial yang ada selama ini masih banyak dikotomis kebijakan yang merugikan perempuan, seperti contoh jam malam ma’had yang dalam hal ini sangat merugikan mahasantriwati. karena itu kita  harus lebih peka dan kritis tentang realita sekitar kita.&lt;br /&gt; Melihat masih melekatnya budaya patriarkhi. Yakni menempatkan laki-laki di wilayah publik dan meletakan perempuan dalam wilayah domestik. Mengingat hal tersebut  Akibatnya, sebagian perempuan sulit meniti karier sehingga talenta mereka tersia-sia. Jutaan perempuan karier dan pekerja di seantero negeri, dari lereng-lereng gunung sampai bangsal-bangsal pabrik, mendapati bahwa kesetaraan belum tercapai dan bahwa mereka harus membanting tulang dari pagi buta sampai larut malam, karena beban peran ganda. Diperlukan pencerahan dan pemberdayaan terus-menerus agar peran publik, domestik, dan sosial dapat dihayati sebagai peran bersama lelaki dan perempuan.&lt;br /&gt; Karena dibutuhkannya peran bersama yakni tidak ada pendikotomisan antara peran laki-laki dan perempuan dalam wilayah publik maupun domestik. Melihat hal  tersebut harus ada  kesadaran untuk mengakui bahwa yang berkualitaslah yang bisa maju. Kalau perempuan lebih berkualitas maka laki-laki harus dengan lapang dada untuk memberi kesempatan kepada perempuan.  &lt;br /&gt; Tapi yang menjadi pekerjaan rumah (PR) kita semua adalah masih belum “merdekanya” perempuan baik dari zaman kartini sampai sekarang. Gerakan gender dan feminisme yang di lakukan selama ini masih belum bisa mangentas perempuan dari kekerasan rumah tangga, trafficking, eksploitasi dan yang lain. Oleh sebab hal tersebut harus ada kerja konkrit dalam pembelaan perempuan dan tidak hanya berputar dalam wacana. Selain itu harus ada sinergisitas antara penggerak gender dan feminisme dengan pemerintah yang membidangi perempuan. Karena kalau penulis cermati ada ketimpang tindihan antara dua institusi yang punya kesama tujuan ini. Mengingat tidak akan ada negara maju tanpa emansipasi hak karena bagaimanapun perempuan dan laki-laki harus bisa manjadi civil society dalam berbangsa dan bernegara. Sebab hal tersebut judul buku RA Kartini yakni Habis Gelap Terbitlah Terang harus kita ciptakan dalam menerangi perempuan berupa liberasi, emansipasi hak  setelah pekat gelap berupa alienasi, eksploitasi menyelumuti kaum perempuan. Amien.!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-8597112977098422426?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/8597112977098422426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=8597112977098422426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8597112977098422426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8597112977098422426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/05/terbitlah-terang-bagi-perempuan.html' title='Terbitlah Terang Bagi Perempuan'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-2495596092573305462</id><published>2009-05-01T05:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T05:36:30.487-07:00</updated><title type='text'>KELAS DIKUNCI, MAHASISWA MENGELUH</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;oleh: irham thoriq&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;1.Pengambilan dan pengembalian kunci kelas pukul 06.30-13.00 di cleaning service (perlantai)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;2.Pengambilan dan pengembalian kunci kelas pukul 13.00-14.00 di pos satpam(pintu masuk senelah selatan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;3.Pengambilan dan pengembalian kunci kelas pukul 14.00-20.00di kantor PKPBA (bpk. Hendra sugianto)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;4.Pengembalian kunci ruangan dalam keadaan terkunci&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;5.Pengambil bertanggung jawab sepenuhnya atas ruangan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Lima aitem kalimat diatas akhir-akhir ini menghiasi jendela-jendela kelas perkuliahan. Dari kejahuan tampak jelas terpampang diberbagai kelas berupa selembar kertas putih yang berisikan tata aturan pengambilan dan pengembalian kunci kelas yang memang kita ketahui bersama akhir-akhir ini kelas perkuliahan yakni gedung A dan B dikunci. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; Dikuncinya kelas perkuliahan tersebut dikarenakan adanya LCD Proyektor dan CC TV disetiap kelas. Dikuncinya kelas perkulihan ini ditanggapi beraneka ragam oleh mahasiswa. Ada sebagian yang memang setuju karena penguncian tersebut demi keamanan kelas itu sendiri. Di sisi lain banyak mahasiswa yang memang tidak setuju kerena dipandang merepotkan. “ capek kasihan mahasiswa, satpam dan clening service yang bolak-balek mangurusi kunci dan lagian kalau kelas diluar seperti PKPBA kurang efektif ” ucap M. Fikri mahasiswa jurusan Teknik Informatika ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; Memang, dengan diterapkannya penguncian kelas perkuliahan ini sidikit banyak akan merepotkan dan membuat pekerjaan baru bagi para mahasiswa. Karena mahasiswa harus mengambil dan mengembalikan kunci ditempat yang telah disediakan oleh pihak kampus dan mereka juga harus menaruh KTM-nya kepenjaga kunci sebagai tanda jaminan.  Akibat membuat ribet mahasiswa ini banyak mahasiswa yang mengeluh akibat kebijakan ini. Keluhan ini juga di lontarkan oleh Rahadi Eko Sampurno, mahasiswa asal lamongan ini mengeluhkan karena dia pernah dibuat menunggu lama karena petugas pemegang kunci yang di cari oleh ketua kelasnya tidak ketemu. “ ga’ setuju kelas dikunci proses belajar-mengajar gak maksimal, kemaren saja saya menunggu lama karena petugas gak ketemu” ucapnya dengan nada tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; Dipihak lain  cleaning service yang mendapatkan tugas menunggu kunci menganggap pekerjaan barunya ini yakni menanti mahasiswa mengambil dan mengembalikan kunci  sebagai tanggung jawab yang diberikan oleh atasan dan harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab.” Ya…. Ini tanggung jawab bagaimanapun harus dilaksanakan mas” ucap ketua cleaning servis ini. Dia juga menambahkan bahwa dikuncinya kelas ini hanya demi keamanan semata, karena salama ini yang tidak ada CCTV dan LCD Proyektor saja sering kehilangan apalagi sekarang yang setiap kelas lengkap dengan CCTV dan LCD Proyektor. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; Tugas clening cervis ini tidak hanya menunggu mahasiswa yang mau mengambil dan mengembalikan kunci saja. Tapi dia mempunyai tugas lagi yakni mengecek setiap kelas yang kuncinya telah dikembalikan. Kerena menurut cleaning service ada kadang kelas yang belum terkunci dan kuncinya sudah dikembalikan. Dari bertambahnya tugas  cleaning service ini mareka awalnya sempat mengeluh. “Sempat ada keluhan dari rekan kami tapi kami sudah memotivasinya dan sekarang sudah tidak ada lagi yang mengeluh” ucap pegawai berbadan tinggi ini. Dan dia juga mempunyai sedikit harapan bahwa dengan ditambahnya tugas ini, gajinya akan ditambah juga.”selama ini masih belum ada penambahan gaji tapi mudah-mudahan gaji ditambah” ucapnya dengan nada sedikit bergurau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; Dipihak lain Bpk. Heru sebagai kabag (kepala bagian) umum mengucapkan bahwa dikuncinya kelas ini dikarenakan pengamanan yang belum maksimal. Dia mengucapkan bahwa kelas dikunci ini karena ulah mahasiswa sendiri yang sering mengambil peralatan kampus. Dia mencontohkan dulu sebelum presiden SBY datang lampu di SC lantai satu penuh tapi sekarang sudah hilang 15 buah. Dan Dia juga menyebutkan bahwa pada dasarnya LCD dan CCTV yang dipasang dikelas-kelas akan dipasang semacam pengaman. “nantinya akan ada semacam pengaman bagi LCD Proyektor dan CCTV”. Tapi ketika tim redaksi bertanya apakah dalam dua bulan ini pengaman itu sudah ada agar kelas tidak dikunci lagi?. Beliau menjawab masih belum bisa mewujudkan pengaman LCD Proyektor dan CCTV dalam dua bulan terakhir ini, karena beliau beralasan anggaran dana yang belum ada. Selanjutnya, pertanyaan kita bersama sampai kapan mahasiswa dibuat menunggu dan dibuat repot hanya karena rangkain lima huruf ini yakni kunci?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-2495596092573305462?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/2495596092573305462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=2495596092573305462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2495596092573305462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2495596092573305462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/05/kelas-dikunci-mahasiswa-mengeluh.html' title='KELAS DIKUNCI, MAHASISWA MENGELUH'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-5091298201192781434</id><published>2009-04-12T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:45:45.316-07:00</updated><title type='text'>SOSIALISME YES, KAPITALISME NO!.</title><content type='html'>Oleh:Irham Thoriq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sosialisme Tidak Akan Pernah Mati, Ia Akan Terus Hadir Dalam Setiap Nafas Kaum Yang Dihinakan, Dia Adalah Hantu Bagi Tuan-tuan Serakah, Malikat Bagi Kaum Miskin!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tama kali saya memandang adalah adanya intervensi dari kapitalis untuk menaikan BBM. Memang sangat aneh Indonesia yang  penghasil minyak justru tidak bisa mengelola apa yang telah di karuniai tuhan. Namun yang tidak pernah diketahui adalah ternyata Indonesia sebagai Negara penghasil minyak bumi, harus membeli dari perusahaan-perusahaan asing yang menguasai minyak bumi di Indonesia. Hal ini dikarenakan sumber daya alam minyak bumi di Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Hanya 10% yang di kelola pertamina yang lain dikelola oleh asing. Kita bagaikan burung yang lapar di lumbung padi. Dampak dari hal tersebut rakyatlah yang menjadi imbas dari keserakahan kapitalis baik dalam maupun luar negeri. Bayangkan saja masyarakat Indonesia yang penghasilan mayoritas masyarakatnya kecil harus menanggung harga BBM yang cukup besar. Kita bandingkan saja dengan beberapa Negara yang status ekonominya sedikit agak lebih baik. Yakni arab Saudi harga bensin hanya 1.100/ltr, mesir 2.200/ltr,kwait 2.000/ltr dan mesir 2.100/ltr dan sangat tidak obyektif bila di bandingkan dengan Negara-negara maju seperti America Serikat yang mencapai 7.300/ltr,inggris 19.000. itulah kira-kira gambaran betapa mahalnya bensin kita bila di bandingkan seobjektif mungkin dengan Negara berkembang lainnya.Indonesia merupakan surga bagaikan para kapitalis. Hampir di semua sektor Negara kita di kuasai oleh kapitalis, baik pendidikan ,politik dan tentunya ekonomi. Bisa di tebak ketika Negara di kuasai kapitalis hanya kesengsaraan yang di dapat oleh rakyatnya. Ya… bagaimana bisa sejahtera kalau menteri kesejahteraannya kaum kapitalis tulen yang hanya menguntungkan peribadibnya saja dalam setiap keputusannya. Ketika sebuah Negara di pimpin oleh kapitalis dan minimal pro kapitalisme hanya kesengsaraan lah yang akan di peroleh oleh rakyatnya. Sebagai contoh di Venezuela.  Pada tahun 1989, tahun disaat terpilihnya Carlos Andres Perez sebagai presiden Venezuela, program ekonomi Neo-Liberal pro pasar bebas telah menjadi trend kebijakan yang dijadikan basis utama dalam menggerakkan arah perekonomian domestik negara Venezuela. Dampak dari semua hal tersebut krisis social-ekonomi di Venezuela semakin menjadi-jadi. Kemiskinan meningkat 65%  dari tahun sebelumnya. Disaat badai krisis melanda Venezuela, letupan perlawanan yang berwujud dalam bentuk pemberontakan guna menggulingkan pemerintahan Perez terjadi dibawah pimpinan Hugo Rafael Chavez Fria,  dan pada tahun 1998 Chafes kaum Sosialis tulen menjadi presiden Venezuela. Di bawah kepemimpinan Chavez, perombakan sistem dan kebijakan-kebijakan ekonomi-politik Venezuela mulai dilakukan dengan menerbitkan konstitusi baru yang tentunya lebih mencerminkan keberpihakan dan kepentingan mayoritas rakyat Venezuela. Undang-undang Bolivarian, begitu konstitusi ini sering disebut, Yang mengatur tentang hak dasar rakyat serta bagaimana demokrasi patisipatoris benar-benar harus diwujudkan secara total dibawah kontrol rakyat sendiri. Di dalam UUD tersebut tertuang jelas bagaimana negara menjamin hak rakyat atas tanah dalam makna distribusi secara merata kepada rakyat Venezuela. Hal yang paling fenomenal yang dilakukan oleh Chavez adalah melakukan kontrol atau Nasionalisasi total terhadap perusahaan minyak negara (PDVSA) untuk didistribusikan secara menyeluruh untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Venezuela. Dan setelah itu Venezuela yang di pimpin kaum Sosialis menjadi sejahtera bayangkan harga bensin di Venezuela hanya 603 rupiah/liter.Yang bisa kita pelajari dari Venezuela adalah ketika kapitalis memimpin yakni Carlos Andres Peres masyarakat menjadi melarat dan ketika  digantikan Hugo Rafeal Chafez yang menganut sosialisme masyrakat menjadi rakyat makmur. Hanya sosialismelah mungkin yang hanya bisa memperbaiki perekonomian kita yang porak poranda. Kalau kita membicarakan sosialiame. Sosialisme adalah anti-tesis (lawan) dari kapitalisme. Segala nilai, moral, tata-berpikir, susunan kemasyarakatan dan cara kerja yang ada di bawah kapitalisme mendapatkan lawannya di bawah sosialisme. Jika kapitalisme mendewakan kepentingan pribadi, maka sosialisme mendahulukan kepentingan orang banyak. Jika kapitalisme mengejar kekayaan perorangan, sosialisme bekerja demi pemerataan kesejahteraan. Jika kapitalisme memperkenankan eksploitasi terhadap alam dan perempuan (termasuk seksualitas) demi memberi keuntungan pada segelintir orang, sosialisme berusaha keras memelihara keharmonisan dengan alam dan martabat perempuan. Jika kapitalisme menggunakan upah sebagai alat untuk membius buruh agar bekerja membanting tulang di pabrik-pabrik, sosialisme menggunakan alat-alat kesejahteraan sosial untuk membuat kehidupan buruh bertambah nyaman. Jika kapitalisme memperkenankan perang untuk berebut sumberdaya dan memaksa pihak yang lemah untuk tunduk, sosialisme berupaya memajukan perdamaian dunia dan hanya memperkenankan perang sebagai alat bela diri. Jika kapitalisme menghancurkan perikehidupan bertani dengan perampasan-perampasan tanah, sosialisme berusaha memajukan pertanian dengan melatih kaum tani bekerja dengan cara produksi yang modern dalam kemandirian dan kebersamaan. Pendeknya, sosialisme berusaha membalik segala keburukan dan dampak kapitalisme. Maka dari itu tiada jalan lain untuk mensejahterakan dan menurunkan harga BBM hanya pemimpin sosialis dan menganut sosialismelah yang bisa mengangkat kita dari kemiskinan yang sudah lama membelegu kita.Hampir pemilu 2009 pilihlah pemimpin berjiwa sosialisme bukan berjiwa kapitalisme. Sosialisme yes,kapitalisme no!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-5091298201192781434?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/5091298201192781434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=5091298201192781434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5091298201192781434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/5091298201192781434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/04/sosialisme-yes-kapitalisme-no.html' title='SOSIALISME YES, KAPITALISME NO!.'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-4366370974944497282</id><published>2009-04-12T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T20:12:12.257-07:00</updated><title type='text'>UNTUKMU ALMAMATERKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVvXWZvOHI/AAAAAAAAABI/GExedjH5l8I/s1600-h/ru.jpeg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 108px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVvXWZvOHI/AAAAAAAAABI/GExedjH5l8I/s400/ru.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387834976159873138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;OLEH:IRHAM THORIQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun yang lalu Ayah saya memasukkan saya untuk bersekolah disini, sekolah yang penuh kesederhanaan, Sekolah yang penuh sejarah dan disinalah dalam waktu tiga tahun saya habiskan waktu saya untuk mencari ilmu, dalam waktu tiga tahun inilah saya rasakan sesuatu yang amat menyenangkan. Rasa dahaga saya selama ini sedikit terobati. Dahaga saya akan ilmu, dahaga saya akan suasana yang fantastis, suasana yang dipenuhi dengan orang-orang yang luar biasa.&lt;br /&gt;Luar biasa itulah mungkin yang pantas saya apresiasikan kepada teman-teman saya, kepada guru-guru saya yang selama tiga tahun membina saya dan teman-teman dengan penuh rasa kasih sayang, beliau tidak Cuma memerintah dan mengomando saja tapi juga dengan membina kami dengan rasa cinta dan kasih sayang yang mungkin tidak akan pernah kami temukan disekolahan lain yang mungkin lebih favorit dari sekolahan ini:MA “RAUDLATUL ULUM”.&lt;br /&gt;Beliau (Guru saya) mengajarkan pada saya dan teman-teman untuk memahami arti hidup. Arti hidup yang hakiki arti hidup yang bukan berupa materi saja tapi juga arti hidup dalam arti yang lebih luas.”memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak banyak” itulah kata-kata yang selalu saya dengar dari beliau kata-kata yang bagi saya sangat menyangat jiwa, kata-kata yang penuh beribu makna. Beliau mengajar semisal hadits, tafsir, matemateka, dan lain sebagainya. Beliau tidak hanya mengajarkan teori dari ilmu tersebut tapi bagaimana teori tersebut bisa di implementasikan dalam wujud konkrit. Sekali lagi luar biasa mungkin ini adalah gerak reflek saya untuk mensyukuri karna ayah saya tiga tahun yang lalu tidak salah memilih sekolah untuk memintarkan anaknya.&lt;br /&gt;Sekolah yang juga dipenuhi anak jujur, baik “baik dalam kanteks sosial dan spritual” bermoral dan juga tentunya cerdas. Teman saya sebut saja A merupakan teman yang baru saya temukan dalam hidup saya ini, hidup saya yang sudah delapan belas tahun ini saya baru menemukan teman yang sangat luar biasa( kalau yang luar biasa hampir satu kelas dan bahkan satu sekolah teman saya adalah luar biasa) dia “si A” mengajari saya dan juga teman-teman yang lain apa arti kesederhanaan dan bahkan kemiskinan. Dia tidak memandang kesederhanaan dan kemiskinan suatu yang perlu di tangisi tapi dia memandang bahwa kesederhanaan dan kemiskinan harus di sikapi dengan cara yang berbeda dan harus manjadi pelecut untuk tetap semangat. Tidak makan selama dua hari mungkin sudah suatu yang wajar baginya. Dia sama sekali tidak merasa sedih sama sekali dan bahkan dia tetap semangat belajar dan menyimak keterangan dari pak Guru. Ketika kita istirahat dia si A tetap saja dia belajar dengan sejuta harapan dengan rumus-rumus, Teori-teori ini bisa mensejahterakan dirinya dan juga keluarganya yang hanya bekerja sebagai kuli kasar.&lt;br /&gt;Jujur dengan ketulusan hati dan kerendahan diri saya dan mungkin teman-teman saya sependapat dengan saya bahwa kami semua sangat bersyukur bisa bersekolah di tempat yang amat sederhana ini justru di tempat ini saya memahami apa arti hidup dan tidak hanya mencari ilmu hanya untuk lulus UAN saja. terlalu kecil menempatkan ilmu yang luar biasa hanya untuk lulus UAN saja. Guru kami mengajarkan kepada kami sebuah ilmu tidak hanya sampai kepada otak tapi juga mengajarkan ilmu sampai kepada hati. Karna hanya ilmu yang sampai ke hati sajalah yang bisa di amalkan dalam wujud kankrit. Sekali lagi terima kasih Almamaterku MA “RAUDLATUL ULUM” dan juga pada para Guruku dan juga pada teman-temanku bagiku kalian semua adalah orang-orang yang amat luar bias&lt;br /&gt;*Alumni MA”RAUDLATUL ULUM” Tahun Lulusan 2007-2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-4366370974944497282?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/4366370974944497282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=4366370974944497282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/4366370974944497282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/4366370974944497282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/04/untukmu-almamaterku.html' title='UNTUKMU ALMAMATERKU'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/SsVvXWZvOHI/AAAAAAAAABI/GExedjH5l8I/s72-c/ru.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7609472825906926537</id><published>2009-04-12T01:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:41:35.431-07:00</updated><title type='text'>POSTMODERN</title><content type='html'>POST MODERN&lt;br /&gt;Post modern merupakan sebuah era yang telah kehilangan kepercayaan perncerahan (Renaissance) tehhadap emansipasi dan kemajuan lewat jalan yang lebih menekankan pada pengetahuan dan penelitian ilmiah. Post modern berbeda dengan modern. Post modern sebuah istilah diskriptif yang menggambarkan tentang apa yang datang setelah modernitas. Sedangkan modern adalah sebuah ide mekanisasi dan industrialisasi yang memasukkan rasionalitas teknis di dalamnya yang menekankan pada pengetahuan dan penelitian ilmiah. Tapi pada dasarnya post modern adalah suatu pemikiran filsafat. Tokoh dari post modern diantaranya yaitu Rene Descartes. Dia adalah bapak filsafat modern yang mempunyai empat aliran logika, logikanya yaitu (1) tidak pernah menerima apa saja sebagai hal yang benar bila tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenaran. (2) Memecahkan setiap kesulitan sebanyak mungkin menjadi bagian dari sebanyak yang yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik. (3) Mengarahkan pemikiran secara tertib dari objek yang paling sederhana dan mudah diketahui, kemudian bertahap meningkat. (4) Membuat perumusan untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin dan tinjauan ulang secara menyeluruh. Post modern secara ideologis menadai beberapa usaha terbaru untuk mengaplikasikan filsafat post modern dengan psikologi. Sehingga post modern mempunyai implikasi terhadap disiplin ilmu psikologi. Implikasinya adalah (1) wacana post modern yang mengantar pada rekonseptualisasi metatoritis tentang masalah pokok dan membuka pemandangan baru bagi psikologi, seperti riset media. (2) wacana post modern yang melibatkan rekonseptualisasi topik-topik psikologi seperti diri dan praktik terapi. (3) Konsepsi yang sangat luas, ilmu psikologi mungkin begitu berakar dalam asumsi-asumsi modernis yang sulit memahami laki-laki dan perempuan dalam budaya post modern. (4) Konsep era post modern telah dimunculkan dan implikasi-implikasi sementara bagi psikologi sangat bermasalah. (5) Relativisme dan fiksionalisme post modernisme dapat menjadi pengganggu dalam hubungan terapi dan menolak adanya mistifikasi ideologis bagi kapitalisme konsumen. Selain implikasi, post modern juga mempunyai aplikasi dalam psikologi, yaitu (1) Aplikasi filsafat post modern kepertanyaan psikologis tidak terlalu menarik dan ditandai oleh banyak kebingungan atau pertentangan. (2) Aplikasi ini cenderung membesar-besarkan perbedaan antara psikologi post ,modern dan modern secara langsung. (3) alur yang lebih produktif digunakan untuk menunjukkan permasalahan yang diangkat dalam bab ini. Di sini post modern juga mempunyai kelemahan. Kelemahannya adalah sangat sulit untuk menghadirkan sebuah bentuk pemikiran baru tanpa mengambil kategori-kategori pemikiran lama. Perubahan-perubahan perspektif yang berbeda dan berlangsung terus menerus dan berusaha untuk menjahui konsep-konsep yang direvisi dan didikotomika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7609472825906926537?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7609472825906926537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7609472825906926537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7609472825906926537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7609472825906926537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/04/postmodern.html' title='POSTMODERN'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7729203147716084083</id><published>2009-04-12T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:34:01.422-07:00</updated><title type='text'>SAHABAT VS KAWAN</title><content type='html'>OLEH:IRHAM THORIQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mencermati kericuhan kemarin maka kita akan melihat sidikit gambaran carut-marutnya dunia perpolitikan di kampus UIN Malang. Perpolitikan seakan dijadikan ajang untuk memperebutkan kekuasaan dengan memakai sistem politik konftrontatif yakni yang superior menindas inferior. Memang kalau kita memakai konsep moderisme dalam dunia ini ada semacam oposisi biner. Yakni kalau ada baik pasti ada buruk, ada kuat maka ada lemah dan begitu juga ketika ada superior pasti ada inferior. Tapi yang perlu digarisbawahi seyogyanya yang superior tidak menindas yang inferior. Karena, kalau di dunia ini menganut hukum konfrontatif maka secara otomatis tidak akan ada orang yang sepenuhnya merdeka. Seperti hukum rimba.&lt;br /&gt;Masih ingatkah peristiwa di depan SC, Sabtu 10 Januari 2009. mahasiswa saling dorongpun terjadi pada aksi kali ini. Dalam aksi tersebut terasa sekali adanya permusuhan antara kedua kelompok tersebut. Ini terbukti dengan menyelesaikan masalah tidak dengan kepala dingin. yakni dengan melakukan saling dorong antar kelompok mahasiswa yang seharusnya dilakukan dengan forum dialog.&lt;br /&gt;Lucunya ketika mahasiswa diluar sana sibuk Demonstrasi menentang ditetapkannya UU BHP dan menyerukan keadilan pada Palestina. Tapi mahasiswa di kampus ini sibuk bertengkar dengan teman mereka sendiri. Tapi itulah politik yang sarat akan kekuasaan, nafsu, kepentingan dan hal-hal yang lain.&lt;br /&gt;Politik telah membuat mata hati kita tertutup. Kita tidak sadar bahwa yang mendorong dan yang terdorong adalah teman. Teman yang seharusnya berkonsolidasi merapatkan barisan dalam membangun ranah keadilan tanpa penindasan dalam ranah sosial. Tapi kenyataan yang terjadi kelompok A menganggap musuh kelompok B dan begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Penulis sangat terenyuh pada ucapan salah satu seseorang yang ada disamping penulis pada kejadian saat itu. “Palestina pikirkan. Lebih penting Palestina dari pada urusan ini,” ucapnya dengan muka berkaca-kaca. Penulis tidak tahu ucapan itu ditunjukan pada siapa. Tapi bagaimanapun ucapan tersebut minimal menjadikan kita sadar akan fenomena sosial yang terjadi di dunia ini dan penting bagi kita untuk memikirkannya bukan malah bertengkar sesama mahasiswa.&lt;br /&gt;Kalau kita flash back untuk mencermati aksi mahasiswa dalam mengkonstruksi negara kita. Mahasiswa sangat mempunyai peranan yang sangat vital. Kita masih teringat ketika Mahasiswa bersatu menjatuhkan keotoriteran Soeharto. Pada saat Orde Baru Mahasiswa mempunyai musuh yang jelas yakni keotoriteran. Tapi setelah Reformasi Aksi Mahasiswa kelihatan redup karna tidak mempunyai musuh yang konkrit. Penulis menganggap hal inilah yang menyebabkan mahasiswa memusuhi mahasiswa sendiri karna tidak mempunyai alasan lagi untuk melakukan Aksi. Terbukti sering terjadinya chaos antar mahasiswa. Baik yang ada di makasar beberapa bulan yang lalu dan tentunya yang terjadi beberapa hari lalu di kampus kita.&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi itulah politik yang bisa menyerakahkan kita akan sebuah materi. “Politik itu seperti seks” tulis Goenawan Mohammad dalam Cacatan Pinggir. Goenawan menyadarkan kita bahwa secara tidak sadar kita bersama-sama menjelek-jelekkan politik dan lain pihak kita mengharapkan kekuasaan dibenak kita. Dalam hal ini alergi kita terhadap politik tidak dibarengi dengan menjauhi politik malah yang lebih parah lagi kita dibuat berantem oleh politik yang semu.&lt;br /&gt;“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku goncangkan dunia” ucap Bung Karno dalam salah satu pidatonya. Bung Karno dalam hal ini sangat berharap banyak kepada pemuda. Tapi mungkin seandainya Bung karno masih hidup pasti Bung Karno sangat kecewa ketika melihat para pemudanya kini tidak sibuk untuk menggoncangkan dunia tapi sibuk untuk menggoncang teman mereka sendiri dengan sebuah politik konfrontatif yakni saling sikut sana-sini.&lt;br /&gt;Itulah mungkin konsekuensi ketika politik hanyalah dijadikan sebuah ajang pencari kekuasaan belaka. Politik hanya dijadikan pemuas dahaga saja pada kekuasaan yang semu.&lt;br /&gt;Idealnya kekuasaan seharusnya tidak dijadikan sebuah tujuan akhir tetapi kekuasaan seyogyanya dijadikan mediator untuk menggapai tujuan bersama bukan tujuan individu dan kelompok. “Hasrat pada kekuasaan” itulah mungkin yang menjadi virus para petinggi partai. Selama ini Mahasiswa yang menjadi Rakyat (kalau di negara) seakan tidak merasa di ayomi oleh para politikus Republik Mahasiswa tapi mereka di buat sibuk untuk mempertahankan kedudukannya bagaimanapun caranya meskipun harus bertengkar dengan kawan atau sahabat mereka sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7729203147716084083?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7729203147716084083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7729203147716084083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7729203147716084083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7729203147716084083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/04/sahabat-vs-kawan.html' title='SAHABAT VS KAWAN'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6063086825680387754</id><published>2009-04-12T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:29:55.241-07:00</updated><title type='text'>WAKTU.....DAN TAHUN YANG BARU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;OLEH:IRHAM THORIQ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;        Tahun lalu saya merayakan tahun baru dengan tidur pulas dikamar Pesantren. Saya terbangun dengan baju yang masih saya pakai, sama sekali tidak ada yang beruba dalam diri saya, cuping hidung saya masih seperti tahun lalu, mata saya masih tetap dua dan begitu juga dengan yang lain.  Semantara di pelbagai titik santero bumi berpesta  dan berupacara menyambut tahun baru. Tanpa saya sadari saya telah memasuki tahu baru. Tahun yang berbeda dari kemaren waktu saya akan tidur, bahkan seandainya dikamar saya tidak ada jam dinding dan tak ada kabar dari teman saya mungkin saya tidak akan tahu bahwa saya telah memasuki tahun yang baru. itulah waktu yang terus mengalir tanpa bisa kita hentikan. Mungkin saya bisa menghentikannya dengan mencopot batu jam dinding dan membakar kalender tapi itu hanya utopia saya saja karna fenomena waktu akan terus berlanjut sekalipun kita tidak mengikuti fenomena tersebut.&lt;br /&gt;    Waktu yang termanifestasikan melalui detik, menit, jam,bulan dan tahun bagaikan roda yang terus berputar. Penulis yakin banyak orang yang masih belum mau ditinggalkan oleh tahun 2008 karna banyak target-terget yang belum tercapai, tapi itulah waktu yang merupakan sebuah sejarah dan sejarah menganut hukum kausalitas yang mana sebuah kejadian satu menanti kejadian yang satunya lagi dan begitu selanjutnya, misal kita akan makan yang tentunya untuk makan kita harus menanak nasi atau beli nasi dan setelah makan kita akan kenyang. Dari fenomena mau makan sampai kenyang merupakan sebuah sejarah yang menganut hukum kausalitas. Logika dasarnya tidak akan ada tahun 2009 kalau tidak ada tahun 2008. Kita tidak bisa memperlama tahun 2008 dengan menambah satu bulan misalnya karna di lain sisi tahun 2009 telah menanti.&lt;br /&gt;    Seribu tahun, seratus tahun: Dalam soal waktu hitungan-hitungan semacam ini membuat kita kecut. Umur rata-rata seorang manusia tak pernah mencapai jumlah seraksasa itu. Kita akan berrefleksi ketika kulit mulai mengeriput, rambut mulai putih kita tidak akan mungkin kembali menjdi remaja lagi, apalagi menjadi bayi lagi. Memikirkan hal tersebut mungkin sempat terlintas dibenak kita tapi hal tersebut merupakan sebuah utopia belaka -tamanni dalam bahasa arab-. Tetapi manusia hidup dengan akal budi dan kesadaran. Kesadaran nalar akan waktu yang berujung dan bertepi. Dengan detik, dengan menit, dengan hari, pekan, bulan dan tahun, kita pun menjadi sadar akan awal dan akhir. Kita berpikir tentang kelahiran, usia lanjut, dan kematian.   &lt;br /&gt;    "Lalu waktu, bukan giliranku......", tulis Amir Hamzah dalam sebuah sajaknya, beberapa tahun sebelum ia mati dibunuh. Kesadaran beliau akan hidup yang fana, juga kesadaran akan hadirnya  orang lain ada dan tak ada, dalam soal hidup dan mati dan dalam soal datang dan pergi, dalam soal "giliran" menyebabkan kita peka tentang batas. Manusia mengatur waktu seraya mengatur ruang dengan sebuah proyeksi dan rencana. Ia juga menyusun langkah dan skala prioritas. Manusia menyadari bahwa ia tak tahu apa saja yang akan berubah bersama waktu, bagaiman akan berubah, sementara ia tahu ada hal-hal yang tak akan hadir lagi. Maka ia pun memanfaatkan pengalaman. Pengalaman adalah ingatan. Ingatanpun menjadi tradisi. dan tradisi adalah kenangan kolektif untuk mempertahankan diri dari ketidakpastian perubahan. Ada sebuah peti dalam memahami waktu akan datang yakni "masa lampau" dan sangat berharga.&lt;br /&gt;    Dalam memahami apa yang akan terjadi pada 2009 kita mungkin tidak akan pernah tau karna kita bukanlah paranormal. Tapi percikan kata "masa lampau" merupakan kata kunci yang harus kita pegang dalam mencoba memahami dunia akan datang yang semakin tak bisa kita pahami. Jasmerah (jangan melupakan sejarah) itulah kata bung karno yang harus kita jadikan titik pijak dalam mengkonstruksi bangsa kita. Bangsa gandrung akan sebuah keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Dalam 2009 merupakan sebuah pertaruhan nasib bagi bangsa kita. pemilu lagi-lagi akan terjadi ditahun ini. Pemilu tidak hanya sebagai -kata Bung Karno- machtsvorming dan machtsanwending yakni politik yang hanya dijadikan "pembentukan kekuasaan" dan "penggunaan kekuasaan" tapi pemilu yang bisa melahirkan politikus yang bisa mengabdi pada Bangsa dan Negara bukan pada diri sendirinya dan pada golongannya.&lt;br /&gt;    Seperti tahun-tahun sebelumnya tahun 2009 merupakan ketidakpastian bagi kita semua. Kata Bernstein patut kita renungi "ketidakpastian membuat kita merdeka". seandanya semua berjalan mengikuti hukum probabilitas, kita akan seperti kaum primitif: kita tak akan punya cara lain selain membaca membaca ulang do'a-do'a kepada Tuhan. Mungkin dengan begitu kita hidup dalam sebuah dunia yang tertata, dimana kemungkinan-kemungkinan bisa ditemukan polanya dan mengikuti analisis matematis. tapi, kata Bernstein, itu sama saja artinya dengan keadaan, di mana "tiap kita surut kedalam sel penjara yang tanpa jendela". "Berusa menyikapi hal-hal yang tak pasti" itulah kata-kata yang hendak diungkapkan Bernstein kepada kita semua dalam menyikapi tahun yang baru yangsarat akan ketidakpastian ini. &lt;br /&gt;    Bagi kita semua tahun yang baru merupakan harapan baru untuk lebih maksimal lagi dalam melakukan sesuatu. Baik dalam bekerja, belajar dan yang lain. Seyogyanya ditahuun ini kita bisa menghemat waktu -meskipun waktu tidak pernah berhenti- untuk menggapai angan-angan kita biar tidak hanya sebuah utopia belaka. "Waktu seperti pedang" itulah sabda nabi muhammad akan bahaya dan kejamnya waktu. Kita akan dibuat menangis, bersedih, tertawa dan bahkan mati oleh rangkaian lima huruf tersebut. Idealnya bagaiman kita bisa memanfaatkan waktu yang sempit ini dengan sebaik mungkin. Dengan bekerja, belajar dan yang lain se-proposional mungkin. tidak terlalu santai akan tugas kita dan tidak terlalu dipaksakan karna kalau dipaksakan kita seakan hidup diruang yang hampa yakni tidak bisa menikmati apa yang kita lakukan. Jangan ngotot bung! John Maynard Keynes pernah mengatakan "in the long run we are all dead". Kelak, toh akhirnya kita semua mati. Sebuah pesan untuk seluruh kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6063086825680387754?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6063086825680387754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6063086825680387754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6063086825680387754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6063086825680387754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/04/waktudan-tahun-yang-baru.html' title='WAKTU.....DAN TAHUN YANG BARU'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-2217876140102422613</id><published>2009-04-12T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:26:08.546-07:00</updated><title type='text'>REVITASASI GERAKAN KADER PROGRESIF REVOLUSIONER</title><content type='html'>OLEH:IRHAM THORIQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;“Revitalisasi gerakan kader progresif revolusioner” luar biasa penulis sebut dari sepanggal tema PKD rayon Al-adawiyah ini. Selain pilihan kata yang tepat, mengena dan tidak mengguruhi, tapi terdapat berjuta makna dari sepenggal tema ini. Kalau kita “bedah” dari kata perkata ada semacam optimisme, gairah, semangat dan cita yang hendak diidamkan SC (setering comite) sebagai konseptor dalam acara kaderisasi formal kedua ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;“Revitalisasi” berarti kembali memusatkan atau kembli mencentralkan. Kalau kita gabung dengan kata selanjutnya yakni”gerakan”. Berarti selama ini masih terdapat sebuah gerakan yang masih tidak berpusat atau masih melebar kemana-mana. Gerakan yang mencirikan sikap manusia yakni bergerak menuju tujuan idealnya memberikan kontribusi positif pada alam sekitarnya. dan juga mencirikan sikap organisasi kemahasiswaan seperti PMII sebagai warga pergerakan. Kembali ketema yang ingin memusat sentrum gerakannya yang dalam hal ini harus mengacu pada NDP (nilai dasar pergerakan) sebagai landasan untuk setiap pergerakan kita.&lt;span style="color:#000000;"&gt; Secara esensial Nilai Dasar Pergerakan (NDP) ini adalah suatu sublimasi nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan dengan kerangka pemahaman keagamaan Ahlussunnah wal jama’ah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah dan mendorong serta penggerak kegiatan-kegiatan PMII. Oleh sebab itu seyogyanya NDP yang mempunyai fungsi sebagai landasan berpijak, landasan berpikir, dan sumber motivasi harus dijadikan sebuah nilai- nilai yang mendasari setiap kegiatan berorganisasi kita kedepan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“kader” sesuai tujuan awal PKD yakni sebagai kaderisasi formal kedua setelah MAPABA harus dijadikan alat untuk menjadikan kader yang Mujahid, yakni kader yang siap berjuang dan mempunyai sikap militansi tinggi pada organisasi. Mengacu pada PMII sebagai organisasi pengkaderan maka roda kaderisasi harus terus berjalan. Kaderisasi seyogyanya harus terdiri dari tiga komponen yakni rekrutmen, pengisian, dan distribusi kader. Ketiga hal tersebut berjalan secara hirarki. Logika dasarnya jangan berharap pengisian kader kalau tidak ada recrutmen kader, dan juga jangan harap mendistribusikan kader kalau kader tidak ada isinya “kosong”. Mengacu pada MLS kaderisasi di PMII yakni terdiri dari tiga hal yakni pengkaderan formal, pengkaderan non formal dan juga pengkaderan informal. Dari tiga pengkaderan tersebut harus saling mengisi yakni harus saling menopang dari satu sisi kesisi yang lain. Mengingat ada semacam ruang kosong antara pengkaderan formal ke formal selanjutnya, atau dari MAPABA ke PKD ada ruang kosong maka ruang kosong tersebut harus diisi oleh pengkaderan nonformal dan informal. Dan pengkaderan non formal dan informal ini guna mendukung kepengkaderan formal selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“progresif” berarti maju yakni berani maju dari sifat kejumudan dan kebekuan. Progresif disini sangat sesuai dengan ASWAJA. &lt;/span&gt;&lt;span lang="en"&gt;Salah satu karakter Aswaja adalah selalu bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi, oleh karena itu Aswaja tidaklah jumud, tidak kaku, tidak eksklusif, dan juga tidak elitis, apa lagi ekstrim. Sebaliknya Aswaja bisa berkembang dan sekaligus dimungkinkan bisa mendobrak kemapanan yang sudah kondusif. Tentunya perubahan tersebut harus tetap mengacu pada paradigma dan prinsip &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="en"&gt;al-sholih wa al-ahslah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="en"&gt;. Karena itu menurut saya implementasi dari qaidah &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="en"&gt;al-muhafadhoh ala qodim al-sholih wa al-akhdzu bi al jadid al ashlah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="en"&gt;. Adalah menyamakan langkah sesuai dengan kondisi yang berkembang pada masa kini dan masa yang akan datang. Yakni pemekaran relevansi implementatif pemikiran dan gerakan kongkrit ke dalam semua sector dan bidang kehidupan baik, aqidah, syariah, akhlaq, social budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan lain sebagainya. Walhasil, Aswaja itu sebenarnya bukanlah madzhab. Tetapi hanyalah manhaj al-fikr atau paham saja, yang di dalamnya masih memuat beberapa aliran dan madzhab. Ini berarti masih terbuka luas bagi kita wacana pemikiran Islam yang progresif, transformatif, kreatif, dan inovatif, sehingga dapat mengakomodir nuansa perkembangan kemajuan budaya manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span lang="en"&gt;“Revolusioner” kata ini sering di sandingkan dengan perubahan yang cukup mendasar dalam bidang tertentu. Seperti nabi Muhammad SAW disebut salah seorang Revolusioner dunia karna beliau bisa mengubah keadaan dan paradigma orang jahiliyah ke keadaan dan paradigma yang lebih cerdas. Oleh sebab itu kalau kita bicara revolusioner berarti secara otomatis kita harus bisa mengubah kearah hal yang positif. Mengubah cara pandang kita tentang organisasi dan membangkitkan gairah semangat kita dalam berorganisasi. Karna jangan mengharap perubahan apabila tidak ada sebuah semangat dan mimpi untuk membesarkan organisasi secara umum dan Rayon “penakluk” Al-Adawiyah secara khusus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span lang="en"&gt;Dari uraian Tema PKD Rayon Al-Adawiyah diatas dapat sedikit ditarik kesimpulan bahwa dalam rangka membangkitkan arah gerakan kita sebagai kader,kita harus menanamkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) sebagai titik pijak untuk mengarahkan gerakan kita dalam berorganisasi. Selain itu kita harus merefleksikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam ASWAJA bukan sebagai madzhab melainkan sebagai manhajul fikr (landasan berfikir) guna menjadi kader sesuai cita-cita bersama yakni kader PROGRESIF dan REVOLUSIONER. &lt;/span&gt;&lt;span lang="en"&gt;&lt;i&gt;Amien&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="en"&gt;!. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="en" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="en" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="en" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-2217876140102422613?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/2217876140102422613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=2217876140102422613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2217876140102422613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/2217876140102422613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/04/revitasasi-gerakan-kader-progresif.html' title='REVITASASI GERAKAN KADER PROGRESIF REVOLUSIONER'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-1327240536775611957</id><published>2009-03-22T18:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:38:01.106-07:00</updated><title type='text'>Mengubah Paradigma Para Elit Politik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;color:#99ffff;"&gt;OLEH: IRHAM THORIQ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#99ffff;"&gt;Menjelang pemilu 2009 sebagai mana yang kita ketahui banyak para elit politik “menjajahkan” dirinya dengan mengiklankan dirinya baik lewat media cetak maupun elektronik. Ada yang mengiklankan dirinya dengan mengangkat isu hangat seperti krisis global, sembako mahal dan panyemangat yang seakan - akan Indonesia bisa dari negara tidak biasa menjadi negara luar biasa. Semuanya baik yang muda maupun yang tua, baik yang laki-laki maupun yang perempuan dengan rasa PD (percaya diri) bahkan GR (gede rasa) mampu memimpin indonesia. esensi politik bukanlah sebuah kekuasaan yang telah membuat candu bagi kita semua. Kita telah lama di buat mabuk oleh kekuasaan yang semu. Pemimpin kita telah menjadikan kekuasaan sebagai kendaraan untuk memuaskan nafsu mereka dan hasrat untuk mengeruk materi sebanyak-banyaknya dari kekuasaan yang telah diidam-idamkan tersebut. Elit politik kita seakan-akan lupa atau melupakan diri bahwa kekuasaan merupakan amanat yang diberikan oleh Rakyat yang seharusnya diemban dengan sebaik-baiknya, yang seharusnya diemban dengan hati nurani bukan dengan nafsu yang merupakan penyakit dari para elit politik kita. Kekuasaan bukanlah sebuah tujuan dalam politik melainkan hanya sebuah pelantara (wasilah) untuk mensejahterakan Rakyat. Saatnya kita mengubah paradigma bahwa inti dari politik bukanlah kekuasaannya yang akibat dari hal tersebut para politikus saling sikut, saling terkam satu sama lain yang tidak ada bedanya dengan monster yang menjarah satu sama lain. Politik sebenarnya hal yang sangat mulia apabila para pelaku politik bisa mengubah rakyat menuju arah yang lebih maju. Baik mengubah dalam aspek Ekonomi, Sosial, Budaya dan yang lain. “Mengubah Rakyat” itulah mungkin kata kunci yang harus di pegang oleh semua Elit politik. Kata tersebut memang terdiri dari dua suku kata dan sangat mudah untuk di ucapkan tapi sangat sulit untuk di implementasikan dalam wujud konkrit. Terbukti sudah 63 tahun kita Merdeka namun kata tersebut tidak pernah terwujudkan dari mimipi-mimpi kita rakyat kecil. Kita rakyat kecil selalu berharap dari pemilihan umum ke pemilihan umum yang lain. Namun semua harapan tersebut hanya sebuah utopia belaka. Rakyat seakan hilang dari benak elit politik. Rakyat akan diingat oleh mereka ketika mendekati pemilihan umum. Suara-suara Rakyatlah yang mereka harapkan. Seakan Demokrasi seperti garis Horisontal yang lurus terus tanpa ada kenaikan yang melambangkan kemajuan yang disebabkan oleh demokrasi. Demokrasi hanya di jadikan ladang untuk memperkaya diri sendir saja. Demokrasi seakan-akan hanya sebuah seremonial belaka yang tidak banyak berpengaruh bagi rakyat khususnya rakyat kecil. "Seremonial" itulah kata yang tepat untuk menggambarkan demokrasi kita. Demokrasi kita seakan dijadikan ladang oleh para tokoh untuk memuaskan nafsunya belaka yakni sebuah materi. Demokrasi yang pada intinya adalah sistem pemerintahan yang dikuasai penuh oleh Rakyat dan memihak penuh pada kepentingan Rakyat bukan malah memihak pada kelompok-kelompok tertentu yang cendrung merugikan Rakyat. Ya.... bagaiman demokrasi di katakan berhasil apabila inti dari demokrasi yakni Rakyat masih ditindih oleh kemelaratan, kesenjangan sosial dan yang lain. singkatnya demokrasi kita sudah keluar dari rel nya. Negara ini sering berangkat dari tiadanya kebersamaan dan ketidak becusan para Elite politik untuk melayani Rakyat dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak bekerja untuk Rakyat tetapi bekerja untuk diri sendiri dan kelompoknya. Hasrat untuk memenangkan dan menguasai kapling-kapling sumber daya negara makin lama makin menguat dengan beragam cara. Semua ini dilakukan di balik segala berita dan wacana "kebersamaan membangun republik". Politik dijadikan sebuah seni untuk berebut kekuasaan. Sejak zaman para pendahulu hasrat untuk saling menguasai ini bukannya tidak ada. Namun, di zaman perjuangan dengan musuh bersama yang nyata di depan mata, kebersamaan untuk membangun republik lebih terasa. Apa yang ada di pikiran mereka, yang bisa kita baca dari pemikiran-pemikiran mereka, merupakan upaya untuk membangun Republik ini dan mengentaskannya dari ketertindasan. Tapi, zaman berubah. Para Elite mulai menghilangkan kebersamaan untuk membangun republik ini. Mungkin mereka mengira dengan mudah bahwa saat ini sudah tidak ada lagi musuh dan masalah yang perlu dihadapi bersama. Saat ini zaman pesta pora, siapa yang tidak berkuasa akan dijadikan bulan-bulanan penguasa. Zaman bebal Orde Baru telah mengajari para elite politik untuk hidup saling menerkam. Dunia politik semakin dipenuhi intrik yang pada ujungnya menjadikan rakyat sebagai korban. Kemiskinan bisa diatasi bila semua komponen duduk bersama dan mencari solusi yang paling tepat. Pengangguran tidak bisa diselesaikan hanya dengan visi dan misi kampanye. Kesejahteraan petani dan nelayan tidak akan pernah bisa diperbaiki bila kebijakan pemerintah masih berorientasi pada pemodal dan menegasikan rakyat. Berjuang Sendiri Kebijakan belah bambu, mengangkat yang sudah mapan dengan cara menginjak-injak yang menderita, semakin lama semakin banyak model atau bentuknya. Semakin lama pula ia semakin dianggap sebagai hal yang wajar. Rakyat kecil berjuang dengan dirinya sendiri untuk bangkit dari kemelaratan di satu pihak, di pihak lain negara dengan aparatusnya aktif memproduksi kebijakan-kebijakan yang memukul si miskin. jadi antar pemerintah dan rakyat seharusnya tidak ada pemisah untuk membebaskan kita dari kelaparan,kemelaratan dan kesenjangan sosial. Sudah saatnya kita berlari menyongsong fajar untuk mengkonstruksi dunia perpolitikan kita yang carut marut ini menjadikan sebuah politik yang luhur,tinggi yang pada akhirnya Rakyatlah sejahtera. Yang menurut penulis hal tersebut bisa terjadi bila setidaknya tiga komponen berikut bisa terpenuhi: 1. Kekuasaan yang pada hakikatnya merupakan sebuah amanah dari Masyarakat dan Tuhan untuk dipelihara sebaik-baiknya. Kekuasaan seberapapun kecilnya, harus dimanfaatkan untuk membangun kesejahteraan bersama. 2. Kekuasan bukan merupakan tujuan akhir dari sebuah politik melainkan hanya washilah untuk mensejahterakan rakyat. Dan akan dipertangguang jawabkan kelak dihadapan Allah SWT. 3. kegiatan politik harus kita kaitkan erat dengan prinsip Ukhuwah, yaitu persaudaraan sesama umat manusia, Menghindari gaya politik konfrontatif yang penuh dengan konflik dan memandang pihak lain sebagai pihak yang harus di eliminasi dan di terkam. Untuk Direnungkan Kalau kita berefleksi mengapa kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubah bangsa ini untuk menjadi bangsa yang sejahtera, adil, makmur dan juga menjadikan masyarakat yang madani. Ketika Orang Utan saja mampu dan bahkan bisa mengubah Tarzan yang habitat asalnya adalah manusia dijadikan orang utan yang mempunyai prilaku layaknya orang hutan. Dan ketika kita meletakkan bunga dekat cendela maka bunga tersebut akan cendrung untuk mengarah pada cendela tersebut untuk mendapatkan sumber cahaya. Jadi ketika bunga saja bisa berhijrah dari kegelapan menuju cahaya. dan akan sangat berdosa ketika kita Manusia pada umumnya dan Politisi pada khususnya yang di berikan kelebihan oleh Tuhan tidak bisa bertransformasi dari keterpurukan bangsa kita, dari kemiskinan yang sudah lama membelenggu kita menjadikan Bangsa yang sejahtera dalam realita bukan hanya dalam utopia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Irham Thoriq Aktivis PMII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#99ffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-1327240536775611957?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/1327240536775611957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=1327240536775611957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/1327240536775611957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/1327240536775611957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/03/mengubah-paradigma-para-elit-politik.html' title='Mengubah Paradigma Para Elit Politik'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-8481016295683068613</id><published>2009-03-22T17:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T18:00:59.065-07:00</updated><title type='text'>AD ART PMII</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;color:#ffff00;"&gt;BAB INAMA, WAKTU DAN KEDUDUKANPasal 1&lt;br /&gt;1. Organisasi ini bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, yang disingkat PMII.&lt;br /&gt;2. PMII didirikan di Surabaya pada tanggal 21 Syawal 1379 H, bertepatan dengan tanggal 17 April 1960 untuk jangka waktu tidak terbatas.&lt;br /&gt;3. PMII berpusat di Ibukota Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;BAB IIASASPasal 2&lt;br /&gt;PMII berasaskan Pancasila.&lt;br /&gt;BAB IIISIFATPasal 3&lt;br /&gt;PMII bersifat keagamaan, kemahasiswaan, kekeluargaan, kemasyaratan dan Independen.&lt;br /&gt;BAB IVTUJUAN DAN USAHAPasal 4TUJUAN&lt;br /&gt;Terbentuknya pribadi Muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;Pasal 5 USAHA&lt;br /&gt;1. Menghimpun dan membina mahasiswa Islam sesuai dengan asas dan tujuan PMII serta peraturan-peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang sesuai dengan asas dan tujuan PMII serta upaya perwujudan cita-cita kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;BAB VPARADIGMA GERAKANPasal 6&lt;br /&gt;Paradigma gerakan adalah paradigma kritis transformatif.&lt;br /&gt;BAB VIKEANGGOTAANPasal 7&lt;br /&gt;Anggota PMII terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Anggota biasa.&lt;br /&gt;2. Anggota istimewa.&lt;br /&gt;BAB VIISTRUKTUR ORGANISASIPasal 8&lt;br /&gt;Struktur organisasi PMII terdiri dari&lt;br /&gt;1. Pengurus Besar (PB).&lt;br /&gt;2. Pengurus Koordinator Cabang (PKC).&lt;br /&gt;3. Cabang (PC).&lt;br /&gt;4. Komisariat (PK).&lt;br /&gt;5. Rayon (PR).&lt;br /&gt;BAB VIIIPERMUSYAWARATANPasal 10&lt;br /&gt;Permusyawaratan dalam organisasi PMII terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Kongres&lt;br /&gt;2. Musyawarah Pimpinan (Muspim)&lt;br /&gt;3. Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas)&lt;br /&gt;4. Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab)&lt;br /&gt;5. Musyawarah Kerja Koordinator Cabang&lt;br /&gt;6. Konferensi Cabang (Konfercab)&lt;br /&gt;7. Rapat Kerja Cabang (Rakercab)&lt;br /&gt;8. Rapat Tahunan Komisariat (RTK)&lt;br /&gt;9. Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR)&lt;br /&gt;10. Kongres Luar Biasa (KLB)&lt;br /&gt;11. Konferensi Korcab Luar Biasa (Konkorcab LB)&lt;br /&gt;12. Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercab LB)&lt;br /&gt;13. Rapat Tahunan Komisariat Luar Biasa (RTK LB)&lt;br /&gt;14. Rapat Tahunan Anggota Rayon Luar Biasa (RTAR LB)&lt;br /&gt;BAB IXKEUANGANPasal 11&lt;br /&gt;Keuangan dan kekayaan organisasi PMII diperoleh dari:&lt;br /&gt;1. Iuran Pangkal&lt;br /&gt;2. Iuran Anggota&lt;br /&gt;3. Hasil Usaha Organisasi&lt;br /&gt;4. Bantuan yang legal, sah, ikhlas dan tidak mengikat&lt;br /&gt;BAB XPERUBAHAN DAN PERALIHANPasal 12&lt;br /&gt;Anggaran Dasar ini dapat dirubah oleh kongres dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 suara yang hadir.&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;1. Apabila PMII terpaksa harus dibubarkan dengan keputusan Kongres atau referendum yang khusus diadakan untuk itu, maka hak milik dan kekayaan organisasi diserahkan kepada organisasi lain dengan asas dan tujuannya tidak bertentangan.&lt;br /&gt;2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga, serta peraturan pelaksanaan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;3. Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh kongres dan berlaku sejak waktu dan tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGAPERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;BAB IATRIBUTPasal 1&lt;br /&gt;1. Lambang PMII adalah sebagaimana terdapat dalam lampiran anggaran Rumah Tangga ini.&lt;br /&gt;2. Lambang seperti tersebut pada ayat satu (1) diatas dipergunakan pada bendera, jaket, badge, vandel dan benda atau tempat-tempat dengan tujuan untuk menunjukan identitas PMII.&lt;br /&gt;3. Bendera PMII adalah seperti yang terdapat dalam lampiran ART ini.&lt;br /&gt;4. Mars PMII adalah seperti yang terdapat dalam lampiran ART ini.&lt;br /&gt;BAB IIUSAHAPasal 2&lt;br /&gt;1. Melakukan dan meningkatkan amar Ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;2. Mempertinggi mutu ilmu pengetahuan Islam dan IPTEK.&lt;br /&gt;3. Meningkatkan kualitas kehidupan umat manusia dan umat islam melalui kotekstualisasi pemikiran, pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat.&lt;br /&gt;4. Meningkatkan usaha-usaha dan kerja sama untuk kesejahteraan umat manusia, umat Islam dan mahasiswa serta usaha sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;5. Mempererat umat dengan Ulama’ dan Umara’ demi terciptanya Ukhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Insaniah/Basyariyah.&lt;br /&gt;6. Memupuk dan meningkatkan semangat nasionalisme melalui upaya pemahaman, pengamalan dan pengamanan Pancasila secara kreatif, dinamis dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;7. Mempertinggi dan mengembangkan kebudayaan yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan PMII.&lt;br /&gt;BAB IIIKEANGGOTAAN&lt;br /&gt;BAGIAN I&lt;br /&gt;ANGGOTAPasal 3&lt;br /&gt;1. Anggota biasa adalah&lt;br /&gt;a. Mahasiswa Islam yang tercatat sebagai mahasiswa pada suatu Perguruan Tinggi dan atau yang sederajat.&lt;br /&gt;b. Mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi pada perguruan tinggi dan atau yang sederajat atau telah mencapai gelar kesarjanaan S1, S2, atau S3 tetapi belum malampaui jangkah waktu 3 (tiga) tahun.&lt;br /&gt;c. Anggota yang belum melampaui usia 33 (tiga puluh tiga) tahun.&lt;br /&gt;2. Anggota Luar Biasa adalah anggota yang dianggap telah berjasa kepada PMII yang ditetapkan oleh PB. PMII atau Konggres berdasarkan kriteria-kriteria yang diatur kemudian dalam ketentuan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN II&lt;br /&gt;PENERIMAAN ANGGOTA&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan anggota dilakukan dengan jalan :&lt;br /&gt;1. Calon anggota mengajukan permintaan secara tertulis atau mengisi untuk menjadi calon anggota PMII kepada pengurus cabang.&lt;br /&gt;2. Seseorang baru sah jadi anggota PMII setelah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dan mengucapkan baiat persetujuan dalam suatu upacara pelantikan yang diadakan oleh pengurus cabang.&lt;br /&gt;3. Dalam hal-hal yang sangat diperlukan, pengurus cabang dapat mengambil ke-bijaksanaan lain yang jiwanya tidak menyimpang dari ketentuan ayat (1) dan ayat (2) tersebut diatas.&lt;br /&gt;4. Apabila syarat-syarat yang tersebut pada ayat (1) dan ayat (2) diatas dipenuhi maka kepada anggota tesebut diberikan tanda anggota oleh Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN III&lt;br /&gt;MASA KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;1. Anggota Biasa berakhir masa keanggotaannya :&lt;br /&gt;a. Meninggal dunia&lt;br /&gt;b. Atas permintaan sendiri secara tertulis yang disampaikan kepada Pengurus Cabang&lt;br /&gt;c. Diberhentikan sebagai anggota biasa, baik secara terhormat maupun secara tidak terhormat.&lt;br /&gt;d. Telah habis masa keanggotaannya sebagai anggota biasa sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat 1 ART ini.&lt;br /&gt;2. Bentuk dan tatacara pemberhentian diatur dalam ketentuan tersendiri.&lt;br /&gt;3. Anggota biasa yang telah habis masa keanggotaannya pada saat masih menjabat sebagai pengurus dapat diperpanjang masa keanggotaannya hingga berakhirnya masa kepengurusan.&lt;br /&gt;4. Anggota biasa yang telah habis masa keanggotaannya disebut ALUMNI PMII&lt;br /&gt;5. hubungan PMII dan Alumni PMII adalah hubungan historis, kekeluargaan, kesetaraan dan kualitatif.&lt;br /&gt;BAGIAN IVHAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTAPasal 6&lt;br /&gt;Hak Anggota :&lt;br /&gt;1. Anggota biasa berhak memilih dan dipilih,&lt;br /&gt;2. Anggota biasa berhak atas pendidikan, kebebasan berpendapat, perlindungan dan pembelaan serta pengampunan (rehabilitasi).&lt;br /&gt;3. Angota Biasa berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul-usul dan pertanyaan-pertanyaan baik secara lisan maupun tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Kewajiban Anggota :&lt;br /&gt;1. Anggota biasa berkewajiban membayar uang pangkal dan iuran pada setiap bulan yang besarnya ditentukan oleh pengurus cabang.&lt;br /&gt;2. Anggota berkewajiban memenuhi AD dan ART, peraturan-peraturan lainnya serta mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PMII&lt;br /&gt;3. Anggota berkewajiban menjunjung tinggi dan mempertahankan nama baik agama islam, bangsa dan organisasi.&lt;br /&gt;BAGIAN VPERANGKAPAN KEANGGOTAAN DAN JABATANPasal 8&lt;br /&gt;1. Anggota biasa PMII tidak dapat merangkap dengan keanggotaan organisasi mahasiswa lain yang asaz, sifat dan tujuannya bertentangan dengan PMII.&lt;br /&gt;2. Anggota biasa dan atau pengurus PMII tidak dapat merangkap sebagai pengurus Partai Politik dan atau calon legislatif dari partai politik tertentu.&lt;br /&gt;3. Perangkapan keanggotaan dan jabatan seperti dimaksud pada ayat 1 dan 2 diatas dikenakan sangsi pemberhentian keanggotaan.&lt;br /&gt;BAGIAN VI&lt;br /&gt;PENGHARGAAN DAN SANKSI ORGANISASI&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Penghargaan :&lt;br /&gt;1. Penghargaan organisasi dapat diberikan kepada anggota yang berprestasi dan atau mengangkat citra dan mengharumkan nama organisasi.&lt;br /&gt;2. Bentuk dan tata cara penganugerahan dan penghargaan diatur dalam ketentuan tersendiri.&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Sanksi Organisasi :&lt;br /&gt;1. Sanksi organisasi dapat diberikan kepada anggota karena :&lt;br /&gt;a. Melanggar ketentuan AD/ART serta peraturan-peraturan PMII&lt;br /&gt;b. Mencemarkan nama baik organisasi&lt;br /&gt;2. Sanksi organisasi yang diberikan kepada anggota berbentuk scorsing dan pemberhentian keanggotaan.&lt;br /&gt;3. Anggota yang diberi sanksi organisasi dapat mengajukan banding atau pembelaan dalam suatu mekanisme organisasi yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VISTRUKTUR ORGANISASI, SUSUNAN PENGURUS, TUGAS DAN WEWENANG&lt;br /&gt;BAGIAN I&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;Susunan organisasi PMII adalah :&lt;br /&gt;1. Pengurus Besar (PB)&lt;br /&gt;2. Pengurus Koordinator Cabang (PKC)&lt;br /&gt;3. Pengurus Cabang (PC)&lt;br /&gt;4. Pengurus Komisariat (PK)&lt;br /&gt;5. Pengurus Rayon (PR)&lt;br /&gt;BAGIAN II&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS, TUGAS DAN WEWENANG&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Susunan Pengurus dan wewenangnya terdiri dari:&lt;br /&gt;PENGURUS BESAR&lt;br /&gt;1. Pengurus Besar adalah badan eksekutif pengemban amanat kongres dan pimpinan tertinggi PMII.&lt;br /&gt;2. Masa jabatan Pengurus Besar adalah 2 (dua) tahun.&lt;br /&gt;3. Pengurus besar terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Ketua Umum.&lt;br /&gt;b. Ketua-Ketua sebanyak 7 (tujuh) orang&lt;br /&gt;c. Sekretaris Jendral,&lt;br /&gt;d. sekretaris-Sekretaris sebanyak 7 (tujuh) orang&lt;br /&gt;e. Bendahara&lt;br /&gt;f. Wakil Bendahara&lt;br /&gt;g. Pengurus lembaga-lembaga&lt;br /&gt;4. Ketua-ketua seperti yang dimaksud ayat 3 point b membidangi :&lt;br /&gt;a. Pengkaderan dan pengembangan sumber daya manusia&lt;br /&gt;b.Organisasi, Hubungan Organisasi Umum dan Kelembagaan Politik&lt;br /&gt;c. Pengembangan Pemikiran Ke-islaman dan IPTEK&lt;br /&gt;d. Pendayagunaan potensi Organisasi&lt;br /&gt;e. Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional&lt;br /&gt;5. Ketua Umum dipilih oleh Kongres.&lt;br /&gt;6. Ketua Umum pengurus besar tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu) periode.&lt;br /&gt;7. Pengurus Besar Mempunyai tugas dan wewenang :&lt;br /&gt;a. Ketua umum memilih sekretaris Jenderal dan menyusun perangkat kepengurusannya yang lengkap dibantu oleh 5 (lima) orang formatur yang dipilih oleh kongres dalam waktu selambat-lambatannya 1 x 24 Jam.&lt;br /&gt;b. Ketua Umum berkewajiban menjalankan segala ketentuan yang ditetapkan konggres, AD dan ART, dan peraturan-peraturan organisasi lainnya, serta memperhatikan nasehat, pertimbangan dan saran MABINAS.&lt;br /&gt;c. Pengurus Besar berkewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban pada kongres.&lt;br /&gt;d. Pengurus Besar berkewajiban mengesahkan susunan Pengurus Koordinator Cabang dan Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;PENGURUS KOORDINATOR CABANG&lt;br /&gt;1. Pengurus Koordinator Cabang dapat dibentuk atas kesepakatan 2/3 Cabang yang berada diwilayah koordinasinya.&lt;br /&gt;2. Pengurus Koordinator Cabang berkedudukan di Ibu Kota Propinsi.&lt;br /&gt;3. Masa jabatan Pengurus Koordinator Cabang adalah 1 (satu) tahun.&lt;br /&gt;4. PKC terdiri dari : Ketua Umum, ketua sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang, sekretaris umum, sekretaris sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang, bendara dan wakil bendahara.&lt;br /&gt;5. Ketua umum Pengurus Koordinator Cabang dipilih oleh Konferensi Koordinator Cabang.&lt;br /&gt;6. Ketua Umum memilih sekretaris umum dan menyusun pengurus Koordinator Cabang selengkapnya dibantu oleh 6 (enam) orang formatur yang dipilih oleh Konferensi Koordinator Cabang dalam waktu selambat-lambatnya 1x24 jam.&lt;br /&gt;7. Pengurus Koordinator Cabang baru sah setelah mendapat pengesahan dari Pengurus Besar PMII&lt;br /&gt;8. Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang tidak dapat dipilih kembali lebih dari 1 (satu) periode&lt;br /&gt;9. PKC memiliki tugas dan wewenang :&lt;br /&gt;a. Pengurus Koordinator Cabang Melaksanakan dan mengembangkan kebijaksanaan tentang berbagai masalah organisasi di lingkungan koordinasinya.&lt;br /&gt;b. Pengurus Koordinator Cabang berkewajiban melaksanakan AD/ART, Keputusan Kongres, Keputusan Konferensi Koordinator Cabang, peraturan-peraturan organisasi dan memperhatikan nasehat dan saran majelis pembina daerah.&lt;br /&gt;c. Pengurus Koordinator Cabang berkewajiban menyampaikan laporan kegiatan pada Pengurus Besar dan PC. PMII.&lt;br /&gt;PENGURUS CABANG&lt;br /&gt;1. Cabang dapat dibentuk di tempat yang ada perguruan tinggi dengan persetujuan dan rekomendasi dari Pengurus Koordinator Cabang.&lt;br /&gt;2. Cabang dapat dibentuk apabila sekurang-kurangnya ada 2 (dua) komisariat.&lt;br /&gt;3. Dalam keadaan dimana ayat (2) diatas tidak dapat dilaksanakan, Cabang dapat dibentuk apabila telah mencapai 50 (lima puluh) anggota.&lt;br /&gt;4. Cabang dapat digugurkan statusnya cabang, apabila tidak dapat memenuhi kualifikasi dan kriteria yang ditetapkan oleh Pengurus Besar yang menyangkut standar progam minimum.&lt;br /&gt;a. Sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun me-nyelenggarakan MAPABA dan pelatihan kader formal.&lt;br /&gt;b. Sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 1½ (satu setengah) tahun menyelenggarakan konferensi cabang.&lt;br /&gt;5. Cabang dan Pengurus Cabang dapat dianggap sah apabila telah mendapat pengesahan dari Pengurus Besar.&lt;br /&gt;6. Pengurus Cabang terdiri dari ketua umum, ketua-ketua sebanyak-banyaknya 4 (empat) orang, sekretaris umum, sekretaris sebanyak 4 (empat) orang, bendahara Umum, wakil bendahara, ditambah dapartemen-departemen sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;7. Bila dipandang perlu Pengurus Cabang dapat membentuk kelompok minat, profesi, hobi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;8. Ketua Umum dipilih oleh konferensi cabang&lt;br /&gt;9. Ketua umum memilih sekretaris umum dan menyusun Pengurus Cabang selengkap-lengkapnya dibantu oleh 5 (lima) orang formatur yang dipilih oleh konferensi cabang dalam waktu selambat-lambatnya 1 X 24 jam.&lt;br /&gt;10. Masa jabatan Pengurus Cabang adalah 1 (satu) tahun&lt;br /&gt;11. Ketua Umum Cabang tidak dapat dipilh kembali lebih dari 1 (satu) periode.&lt;br /&gt;12. Pengurus Cabang Memiliki tugas dan wewenang :&lt;br /&gt;a. Pengurus Cabang Berkewajiban menjalankan ketentuan AD/ART, keputusan-keputusan kongres, peraturan-peraturan organisasi, keputusan konferensi cabang dan memperhatikan nasehat, pertimbangan dan saran Majelis Pembina Cabang.&lt;br /&gt;b. Pengurus Cabang berkewajiban menyampaikan laporan kepengurusan dan kegitan organisasi kepada Pengurus Koordinator Cabang dan Pengurus Besar.&lt;br /&gt;PENGURUS KOMISARIAT&lt;br /&gt;1. Komisariat dapat di bentuk disetiap perguruan tinggi.&lt;br /&gt;2. Komisariat dapat dibentuk apabila sekurang-kurangnya telah ada 2 (dua) rayon.&lt;br /&gt;3. Didalam keadaan dimana ayat 2 diatas tidak dapat dilaksanakan, komusariat dapat dibentuk apabila mempunyai sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang anggota.&lt;br /&gt;4. Komisariat dan Pengurus Komisariat dianggap sah setelah mendapatkan pengesahan dari pengurus Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;5. Masa jabatan Pengurus Komisariat adalah 1 (satu) tahun.&lt;br /&gt;6. Pengurus Komisariat terdiri dari ketua, wakil-wakil ketua sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang, sekretaris, wakil-wakil sekretaris sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang, bendahara.&lt;br /&gt;7. Ketua Komisariat dipilih oleh Rapat Tahunan Komisariat.&lt;br /&gt;8. Pengurus Komisariat memiliki tugas dan wewenang :&lt;br /&gt;a. Pengurus Komisariat berkewajiban melaksanakan AD/ART, keputusan Kongres, peraturan-peraturan organisasi dan Keputusan Rapat Tahunan Komisariat.&lt;br /&gt;b. Pengurus Komisariat berkewajiban menyampaikan laporan kepada pengurus Cabang.&lt;br /&gt;PENGURUS RAYON&lt;br /&gt;1. Rayon dapat dibentuk di setiap fakultas, apabila telah mempunyai sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota.&lt;br /&gt;2. Rayon juga dapat dibentuk di tempat dianggap perlu oleh Pengurus Cabang apabila telah mempunyai sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang anggota.&lt;br /&gt;3. Rayon dan Pengurus Rayon dianggap sah apabila telah mendapatkan pengesahan dari Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;4. Masa jabatan Pengurus Rayon adalah 1 (satu) tahun&lt;br /&gt;5. Ketua Rayon di pilih dalam Rapat Tahunan Anggota Rayon.&lt;br /&gt;6. Pengurus Rayon terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil bendahara dan beberapa depertemen yang di sesuaikan dengan bidang studi, minat, hobby, profesi, kesejahteraan, bakti kemasyarakatan dan keagamaan.&lt;br /&gt;7. PR. Memiliki Tugas dan Wewenang :&lt;br /&gt;a. Pengurus Rayon berkewajiban melaksanakan AD/ART, keputusan Kongres, peraturan-peraturan organisasi dan Keputusan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR).&lt;br /&gt;b. PR berkewajiban menyampaikan laporan kepada PK.&lt;br /&gt;LEMBAGA-LEMBAGA&lt;br /&gt;1. Lembaga adalah badan khusus yang dibentuk dan hanya ada ditingkat Pengurus Besar, berfungsi sebagai laboratorium dan pusat pengembangan sesuai dengan bidangnya.&lt;br /&gt;2. Lembaga-lembaga itu terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Lembaga kajian dan pengembangan kaderisasi.( LKPK).&lt;br /&gt;b. Lembaga pengembangan sumber daya manusia (LPSDM).&lt;br /&gt;c. Lembaga penelitian dan pengembangan (LITBANG).&lt;br /&gt;d. Lembaga dakwah dan pengabdian masyarakat (LDPM).&lt;br /&gt;e. Lembaga pengembangan dan dialog seni budaya (Lembang Sedaya).&lt;br /&gt;f. Lembaga bantuan dan pengembangan hukum.(LPBH).&lt;br /&gt;g. Lembaga studi Islam dan kemasyarakatan (LSIK).&lt;br /&gt;h. Lembaga pengembangan ekonomi dan kewiraswataan (LPEK).&lt;br /&gt;i. Lembaga kajian masalah internstional.(LKMI).&lt;br /&gt;j. Lembaga kajian masalah wanita (LKMW).&lt;br /&gt;k. Lembaga pers, penerbitan dan jurnalistik.(LP2J).&lt;br /&gt;3. Lembaga berstatus semi otonom di bawah koordinasi dan bertanggung-jawab kepada Pengurus Besar.&lt;br /&gt;4. Lembaga tidak mempunyai struktur vertical ke bawah.&lt;br /&gt;5. Lembaga sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.&lt;br /&gt;6. Kedudukan Bendahara ditentukan oleh Pengurus Cabang setelah mendengar persetujuan Pengurus Cabang di tempat lembaga akan didudukkan.&lt;br /&gt;7. Pedoman dan tata kerja lembaga disusun oleh lembaga masing-masing dengan persetujuan Pengurus Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Pengisian Lowongan jabatan antar waktu.&lt;br /&gt;1. Apabila terjadi lowongan jabatan antar waktu, maka lowongan tersebut diisi oleh anggota pengurus yang berada dalam urutan langsung dibawahnya.&lt;br /&gt;2. Untuk tingkat Pengurus Besar, Pengurus Koordinator Cabang dan Pengurus Cabang apabila terjadi lowongan antar waktu atau tidak berfungsi kepengurusan, ketua umum masing-masing tingkatan dapat menunjuk personel anggota lainnya untuk menduduki jabatan tersebut atau memfungsikan kepengurusan tersebut atas persetujuan majelis pembina (MABINAS, MABINDA dan MABINCAB).&lt;br /&gt;BAB VIIMAJELIS PEMBINAPasal 11&lt;br /&gt;1. Majelis Pembina adalah badan yang terdapat ditingkat organisasi pengurus besar, Koordinator Cabang dan Cabang.&lt;br /&gt;2. Majelis Pembina ditingkat Pengurus Besar disebut Majelis Pembina Nasional disingkat MABINAS.&lt;br /&gt;3. Majelis Pembina ditingkat Pengurus Koordinator Cabang disebut Majelis Pembina Daerah disingkat MABINDA.&lt;br /&gt;4. Majelis Pembina ditingkat Pengurus Cabang disebut Majelis Pembina Cabang disingkat MABINCAB.&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;1. Tugas dan Fungsi Majelis Pembina&lt;br /&gt;a. Memberikan nasehat, gagasan pengembangan dan saran pada pengurus PMII baik diminta atau tidak.&lt;br /&gt;b. Membina dan mengembangkan secara informal kader-kader PMII senior dibidang intelektual dan profesi.&lt;br /&gt;2. Susunan Majelis pembina terdiri dari 7 (tujuh) orang yaitu;&lt;br /&gt;a. 1 (satu) orang ketua merangkap anggota&lt;br /&gt;b. 1 (satu) orang sekretaris merangkap anggota&lt;br /&gt;c. 5 (lima) orang anggota&lt;br /&gt;3. Keanggotaan Majelis Pembina Cabang dipilih dan ditetapkan oleh Pengurus ditingkat masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIIIPERMUSYAWARATANPasal 13&lt;br /&gt;1. Musyawarah dalam organisasi PMII terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Kongres&lt;br /&gt;b. Musyawarah Pimpinan&lt;br /&gt;c. Musyawarah Kerja Nasional&lt;br /&gt;d. Konferensi Koordinator Cabang&lt;br /&gt;e. Rapat Kerja Koordinator Cabang&lt;br /&gt;f. Konferensi Cabang&lt;br /&gt;g. Rapat Kerja Cabang&lt;br /&gt;h. Rapat Tahunan Komisariat&lt;br /&gt;i. Rapat Tahunan Anggota Rayon&lt;br /&gt;2. KONGRES&lt;br /&gt;a. Kongres merupakan forum/instansi tertinggi dalam organisasi.&lt;br /&gt;b.Kongres dihadiri oleh utusn-utusan cabang dan peninjau.&lt;br /&gt;c. Kongres diadakan tiap 2 (dua) tahun sekali.&lt;br /&gt;d.Kongres baru syah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah cabang yang syah.&lt;br /&gt;3. MUSYAWARAH PIMPINAN&lt;br /&gt;a. Musyawarah Pimpinan adalah forum atau instansi tertinggi setelah kongres.&lt;br /&gt;b. Musyawarah Pmipinan dihadiri oleh semua Pengurus Besar dan Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang dan Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;c. Musyawarah Pimipinan diadakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu periode kepengurusan Pengurus Besar.&lt;br /&gt;d. Musyawarah Pimipinan menghasilkan ketetapan-ketetapan organisasi dan peraturan-peraturan organisasi.&lt;br /&gt;4. MUSYAWARAH KERJA NASIONAL&lt;br /&gt;a. Menetapkan keputusan-keputusan kerja kecuali yang menjadi wewenang kongres dan muspim.&lt;br /&gt;b. Mengadakan penilaian terhadap pelaksanan program sebelumnya dan menetapkan program-program selanjutnya.&lt;br /&gt;c. Diadakan oleh Pengurus Besar ditengah-tengah masa kepengurusannya.&lt;br /&gt;5. KONFERENSI KOORDINATOR CABANG&lt;br /&gt;a. Dihadiri oleh utusan-utusan Cabang.&lt;br /&gt;b. Dapat berlangsung apabila dihadiri oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah cabang yang syah.&lt;br /&gt;c. Diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali.&lt;br /&gt;d. Menyusun program kerja Koordinator Cabang dalam pelaksanaan program umum dan kebijakan-kebijakan PMII.&lt;br /&gt;e. Menilai laporan pertanggung-jawaban Pengurus Koordinator Cabang.&lt;br /&gt;f. Memilih Ketua Umum Koordinator Cabang, Formatur konfrensi koorcab dan Pengurus Koordinator Cabang.&lt;br /&gt;6. RAPAT KERJA KOORDINATOR CABANG&lt;br /&gt;a. Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kerja koordinator Cabang sebelumnya dan menetapkan program selanjutnya.&lt;br /&gt;b. Diadakan dalam periode kepengurusan Koordinator Cabang.&lt;br /&gt;7. KONFERENSI CABANG&lt;br /&gt;a. Konfrensi Cabang di hadiri oleh utusan dari rayon-rayon.&lt;br /&gt;b. Apabila Cabang di bentuk berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam pasal 9 ayat (3) huruf c, maka konfrensi cabang dihadiri utusan-utusan atas perhitungan 1 (satu) orang utusan mewakili 15 (lima belas) orang anggota.&lt;br /&gt;c. Dapat berlangsung apabila di hadiri oleh 2/3 dari komisyariat yang sah.&lt;br /&gt;d. Diadakan 1 (satu) tahun sekali.&lt;br /&gt;e. Menyusun program kerja cabang dalam rangka pelaksannan program umum dan kebijakan PMII.&lt;br /&gt;f. Menilai laporang pertanggung-jawaban Pengurus Cabang.&lt;br /&gt;g. Memilih Ketua Umum Cabang dan formatur konfrensi cabang dan kepengurusan cabang.&lt;br /&gt;8. RAPAT KERJA CABANG&lt;br /&gt;a. Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program Cabang sebelumnya dan menetapkan program selanjutnya.&lt;br /&gt;b. Diadakan dalam periode kepengurusan cabang.&lt;br /&gt;9. RAPAT TAHUNAN KOMISARIAT&lt;br /&gt;a. Rapat Tahunan Komisariat di hadiri oleh utusan dari rayon-rayon.&lt;br /&gt;b. Apabila komisariat di bentuk berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam pasal 9 ayat 4 huruf c, maka Rapat Tahunan Komisariat di hadiri oleh utusan atas perhitungan 1 (satu) orang utusan mewakili 5 (lima) orang anggota.&lt;br /&gt;c. Rapat Tahunan Komisariat berlangsung apabila dihadiri oleh lebih dari 2/3 rayon yang sah.&lt;br /&gt;d. Rapat Tahunan Komisariat diadakan dalam 1 (satu) tahun sekali.&lt;br /&gt;e. Menyusun program kerja Komisariat dalam rangka pelaksanan program umum dan kebijakan PMII.&lt;br /&gt;f. Menilai laporan pertanggung-jawaban Pengurus Komisariat .&lt;br /&gt;g. Memilih Ketua Komisariat dan Pengurus Komisariat.&lt;br /&gt;10. RAPAT TAHUNAN ANGGOTA RAYON&lt;br /&gt;a. Rapat Tahunan Anggota Rayon di hadiri oleh Pengurus Rayon dan Anggota PMII di lingkungannya.&lt;br /&gt;b. Di adakan setiap 1 (satu) tahun sekali.&lt;br /&gt;c. Dapat berlangsuung apabila dihadiri oleh 2/3 dari jumlah anggota.&lt;br /&gt;d. Menyusun program kerja rayon dalam rangka penjabaran dan pelaksanaan program umum dan kebijakan PMII.&lt;br /&gt;e. Menilai laporan pertanggung-jawaban Pengurus Rayon.&lt;br /&gt;f. Memilih Ketua dan Pengurus Rayon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IXQUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSANPasal 14&lt;br /&gt;1. Musyawarah, Konferensi, dan Rapat-rapat seperti tersebut dalam pasal 9 Anggaran Rumah Tangga ini adalah sah apabila dihadiri oleh lebih dari 2/3 dari jumlah suara yang sah.&lt;br /&gt;2. Pengambilan keputusan selain mengenai ayat (1), pada dasarnya diusahakan sejauh mungkin secara musyawarah untuk mufakat, dan apabila hal ini tidak tercapai, maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.&lt;br /&gt;3. Keputusan mengenai pemilihan seseorang dilaksanakan secara bebas dan rahasia.&lt;br /&gt;4. Dalam hal pemilihan terdapat suara yang seimbang, maka keputusan diserahkan pada pimpinan sidang dengan asas musyawarah dan kekeluargaan.&lt;br /&gt;BAB XKEUANGANPasal 15&lt;br /&gt;1. Uang pangkal dibagi menurut ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Untuk Pengurus Besar 25 %.&lt;br /&gt;b. Untuk Koordinator Cabang 75 %.&lt;br /&gt;2. Uang iuran dibagi menurut ketentuan sebagi berikut :&lt;br /&gt;a. Untuk Rayon 60 %.&lt;br /&gt;b. Untuk Komisariat 20 %.&lt;br /&gt;c. Untuk Cabang 20 %.&lt;br /&gt;3. Besarnya uang pangkal dan iuran ditetapkan oleh Pengurus Besar.&lt;br /&gt;BAB XIP E R U B A H A NPasal 16&lt;br /&gt;4. Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Kongres atau Referendum yang khusus diadakan untuk itu.&lt;br /&gt;5. Keputusan perubahan Anggaran Rumah Tangga baru syah apabila disetujui oleh lebih dari 2/3 jumlah cabang yang syah.&lt;br /&gt;BAB XIIP E R A L I H A NPasal 17&lt;br /&gt;6. Segala badan-badan dan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Anggaran Rumah Tangga ini belum terbentuk, tetap berlaku sejauh tidak bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga ini.&lt;br /&gt;7. Untuk melaksanakan pembubaran organisasi harus dibentuk panitia pembubaran guna menyelesaikan segala sesuatu di seluruh jajaran organisasi.&lt;br /&gt;8. Kekayaan PMII sesudah pembubaran diserahkan kepada organisasi yang seasas dan setujuan.&lt;br /&gt;BAB XIIIPENUTUPPasal 18&lt;br /&gt;1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggran Rumah Tangga ini akan ditetapkan oleh Pengurus Besar dalam Peraturan Organisasi.&lt;br /&gt;2. Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan oleh Kongres dan berlaku sejak tanggal ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-8481016295683068613?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/8481016295683068613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=8481016295683068613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8481016295683068613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8481016295683068613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/03/ad-art-pmii.html' title='AD ART PMII'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-8625792776582627898</id><published>2009-03-22T17:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T17:54:46.549-07:00</updated><title type='text'>PMII ; JALAN MASUK STRATEGIS AGEN AMERIKA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;color:#33ccff;"&gt;Perang belumlah berakhir, walau perang dunia ke-II sampai pada titik akhirnya. Masa perang dingin antara ideologi besar dunia mulai nampak bentuknya, sosialis versus kapitalis. Saling bermanuver melalui berbagai media untuk menjalankan program (spektrum luas berjangka pendek-panjang), memberi dampak relasi kekuasaan yang sangat berpengaruh dalam seluruh anatomi masyarakat. Ekonomi-sosial-politik-budaya-kepercayaan suatu bangsa pun takkan luput dari bias perang dingin ini (perang pengaruh). Pemetaan negara (Blok Timur-Barat) mengambil bagian terpenting dalam prespektif politik dunia. Hal tragis yang saya lihat adalah “perang pengetahuan” yang digunakan sebagai alat paling dahsyat pada masa perang dingin, demi satu tujuan ke masa depan. Menggunakan pengetahuan untuk menancapkan “file keberpihakan” dalam benak generasi baru. Namun sejarah ternyata berkata lain, sosialis yang identik dengan negara Soviet (-Dewan Rakyat /kamus bahasa Ind.), tak mampu bertahan lama dalam perang dingin alias jatuh belum pada saatnya. Maka ideologi kapitalis mulai mencari common enemy, dengan tujuan menjaga kesatuan ideologi kapitalis itu sendiri. Saat itulah “kapitalis” mulai terpengaruh pada ramalan Samuel P. Huntington “Clash of Civilization”. Genderang Perang wacana telah ditabuh. “Kemanusiaan-kebebasan-keadilan-perdamaian” atau demokarasi menjadi menu wajib dalam setiap kajian. (Hal ini bisa dipahamai karena secara universal umat manusia mendambakan kehidupan yang bahagia, persoalannya kebahagiaan itu sendiri memerlukan penerjemahan, yang bisa dipastikan akan mengalami perbedaan konsep tentang “kebahagiaan” itu). Amerika, negara yang dianggap paling representatif dengan wacana demokrasi. Menjadi kunci penting dalam peta dunia saat ini. Lalu, apakah arah dan perkembangan bangsa tercinta ini, Indonesia, tidak terlepas dari campur tangan kepentingan dunia ?.&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini saya melihat bahwa, sejak kemerdekaan bangsa Indonesia, Amerika, berada pada peran yang sangat penting dalam masa peralihan kekuasaan zaman kolonialisme (Belanda/negara penjajah-Jepang/negara penakluk dan negara lain yang berebut tempat di tanah Nusantara ini). Dalam “mengaruskan” keilmuan-politik-ekonomi-sosial-budaya bahkan kepercayaan bangsa. Yang telah sekian lamanya menelan dengan pahit kekuasaan zaman kolonialisme. Pada zaman yang lebih menjanjikan “kebebasan”. Bangunan struktur-non struktur sampai pada infra-supra struktur, mulai mengalir membentuk bangunan “segitiga piramida” untuk “kebebasan”. Pengaruh Amerika dalam dunia intelektual bangsa Indonesia, satu tahapan pintu masuk yang sangat strategis pasca kemerdekaan bangsa Indonesia. Lembaga sosial dan pendidikan Amerika, mengalirkan ribuan dollar, mendidik dan melatih para perwira TNI, memberi beasiswa pada mahasiswa - yang diantara mereka menjadi peletak dasar-dasar orde baru serta ilmuwan yang mengembangkan kajian dann lembaga pendidikan tinggi seperti tempat mereka belajar (Nasir Tamara). Memang tidak semua diantara mereka menerima begitu saja, pengaruh “American; Way Of Life”.&lt;br /&gt;PMII, diakui secara geopolitis, memiliki signifikasi dalam arus perubahan besar dalam konteks kebangsaan (-salah satunya karena basis kader yang tersebar di berbagai anatomi masyarakat dan kultur yang berkarakter sama). Menjadi daya magnetis ketertarikan para Indonesianis Amerika, jalan masuk yang strategis bagi “wacana” Amerika (bahkan oleh seluruh kepentingan “wacana”). PMII sebagai gerbong besar bangsa Indonesia, dalam konteks proses kaderisasi yang terus berdialektika (menggunakan paradigma kritisnya) menjadi hal yang dimaklumi, ketika menerima dan bahkan mengembangkan sebuah “wacana”. Namun bila proses kadersisasinya terus bertransformasi dan mengarah pada pengenerasian (penanaman sebuah nilai baru, hingga menjadi tradisi kesepakatan bersama), ini hal lain lagi yang harus segera disikapi secara arif dan seksama. Terlepas dari ada tidaknya sebuah konspirasi internasional yang bertendensi untuk melemahkan  martabat dan kedaulatan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Maka, maksud saya disini  (meminjam kerangka analisis M. Foucolt), wacana yang dipercaya dapat menjadi perekayasa sosial masyarakat, harus melalui tahapan-tahapan pemilahan-penilaian sesuai dengan tingkat sensitifitas-kesesuaian wilayah kader (-bukan sensor yang mengaburkan subtansial nilai). Terus terang Saya pikir, agar PMII tidak hanya terjebak pada arus “wacana”, tulisan ini masih harus diperdebatkan secara produktif. Mengingat situasi dunia global-lokal (terutama paska perang Iraq), tidak mudah lagi untuk diramalkan. Sederhananya adalah, supaya kita tidak gampang di klaim sebagai agen kepentingan suatu “wacana” tertentu yang memiliki bias dan konsekuensi logisnya (pada masa depan perubahan). Kita harus hati-hati, Lil……….!               &lt;br /&gt;Royhan (Biro Informasi-komputer dan pers)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-8625792776582627898?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/8625792776582627898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=8625792776582627898' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8625792776582627898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/8625792776582627898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/03/pmii-jalan-masuk-strategis-agen-amerika.html' title='PMII ; JALAN MASUK STRATEGIS AGEN AMERIKA'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6700069820623955873</id><published>2009-03-22T17:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T17:44:39.813-07:00</updated><title type='text'>NILAI DASAR PERGERAKAN (NDP) PMII</title><content type='html'>MUKADDIMAH&lt;br /&gt;Berkat rahmat dan hidayah Allah SWT, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berusaha menggali sumber nilai dan potensi insan warga pergerakan untuk dimodifikasi di dalam tatanan nilai baku yang kemudian menjadi citra diri yang diberi nama Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII. Hal ini dibutuhkan di dalam memberikan kerangka, arti dan motivasi dan wawasan pergerakan dan sekaligus memberikan dasar pembenar terhadap apa saja yang akan dan mesti dilakukan untuk mencapai cita-cita perjuangan sesuai dengan maksud didirikannya organisasi ini.&lt;br /&gt;Insaf dan sadar bahwa semua itu adalah kejarusan bagi setiap fungsionaris maupun anggota PMII untuk memahami dan menginternalisasikan nilai dasar PMII itu, baik secara orang perorang maupun bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IARTI, FUNGSI, DAN KEDUDUKAN&lt;br /&gt;1. Arti :&lt;br /&gt;Secara esensial Nilai Dasar Pergerakan ini adalah suatu sublimasi nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan dengan kerangka pemahaman keagamaan Ahlussunnah wal jama’ah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah dan mendorong serta penggerak kegiatan-kegiatan PMII. Sebagai pemberi keyakinan dan pembenar mutlak, Islam mendasari dan menginspirasi Nilai Dasar Pergerakan ini meliputi cakupan aqidah, syari’ah dan akhlak dalam upaya kita memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Dalam upaya memahami, menghayati dan mengamalkan Islam tersebut, PMII menjadikan Ahlussunnah wal jama’ah sebagai pemahaman keagamaan yang paling benar.&lt;br /&gt;2. Fungsi :&lt;br /&gt;i. Landasan berpijak:&lt;br /&gt;Bahwa NDP menjadi landasan setiap gerak langkah dan kebijakan yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;ii. Landasan berpikir :&lt;br /&gt;Bahwa NDP menjadi landasan pendapat yang dikemukakan terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi.&lt;br /&gt;iii. Sumber motivasi :&lt;br /&gt;Bahwa NDP menjadi pendorong kepada anggota untuk berbuat dan bergerak sesuai dengan nilai yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;3. Kedudukan :&lt;br /&gt;i. Rumusan nilai-nilai yang seharusnya dimuat dan menjadi aspek ideal dalam berbagai aturan dan kegiatan PMII.&lt;br /&gt;ii. Landasan dan dasar pembenar dalam berpikir, bersikap, dan berprilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IIRUMUSAN NILAI DASAR PERGERAKAN&lt;br /&gt;1. TAUHID :&lt;br /&gt;Meng-Esakan Allah SWT, merupakan nilai paling asasi yang dalam sejarah agama samawi telah terkandung sejak awal keberadaan manusia.&lt;br /&gt;Allah adalah Esa dalam segala totalitas, dzat, sifat-sifat, dan perbutan-perbuatan-Nya. Allah adalah dzat yang fungsional. Allah menciptakan, memberi petunjuk, memerintah, dan memelihara alam semesta ini. Allah juga menanamkan pengetahuan, membimbing dan menolong manusia. Allah Maha Mengetahui, Maha Menolong, Maha Bijaksana, Hakim, Maha Adil, dan Maha Tunggal. Allah Maha Mendahului dan Maha Menerima segala bentuk pujaan dan penghambaan.&lt;br /&gt;Keyakina seperti itu merupakan keyakinan terhadap sesuatu yang lebih tinggi dari pada alam semesta, serta merupakan kesadaran dan keyakinan kepada yang ghaib. Oleh karena itu, tauhid merupakan titik puncak, melandasi, memadu, dan menjadi sasaran keimanan yang mencakup keyakinan dalam hati, penegasan lewat lisan, dan perwujudan dalam perbuatan. Maka konsekuensinya Pergerakan harus mampu melarutkan nilai-nilai Tauhid dalam berbagai kehidupan serta terkomunikasikan dan merambah ke sekelilingnya. Dalam memahami dan mewujudkan itu, Pergerakan telah memiliki Ahlussunnah wal jama'ah sebagai metode pemahaman dan penghayatan keyakinan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH.&lt;br /&gt;Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Dia menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baik kejadian dan menganugerahkan kedudukan terhormat kepada manusia di hadapan ciptaan-Nya yang lain.&lt;br /&gt;Kedudukan seperti itu ditandai dengan pemberian daya fikir, kemampuan berkreasi dan kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsi sebagai khalifah dan hamba Allah. Dalam kehidupan sebagai khalifah, manusia memberanikan diri untuk mengemban amanat berat yang oleh Allah ditawarkan kepada makhluk-Nya. Sebagai hamba Allah, manusia harus melaksanakan ketentuan-ketentauan-Nya. Untuk itu, manusia dilengkapi dengan kesadaran moral yang selalu harus dirawat, jika manusia tidak ingin terjatuh ke dalam kedudukan yang rendah.&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam kehidupan manusia sebagai ciptaan Allah, terdapat dua pola hubungan manusia dengan Allah, yaitu pola yang didasarkan pada kedudukan manusia sebagai khalifah Allah dan sebagai hamba Allah. Kedua pola ini dijalani secara seimbang, lurus dan teguh, dengan tidak menjalani yang satu sambil mengabaikan yang lain. Sebab memilih salah satu pola saja akan membawa manusia kepada kedudukan dan fungsi kemanusiaan yang tidak sempurna. Sebagai akibatnya manusia tidak akan dapat mengejawentahkan prinsip tauhid secara maksimal.&lt;br /&gt;Pola hubungan dengan Allah juga harus dijalani dengan ikhlas, artinya pola ini dijalani dengan mengharapkan keridloan Allah. Sehingga pusat perhatian dalam menjalani dua pola ini adalah ikhtiar yang sungguh-sungguh. Sedangkan hasil optimal sepenuhnya kehendak Allah. Dengan demikian, berarti diberikan penekanan menjadi insan yang mengembangkan dua pola hubungan dengan Allah. Dengan menyadari arti niat dan ikhtiar, sehingga muncul manusia-manusia yang berkesadaran tinggi, kreatif dan dinamik dalam berhubungan dengan Allah, namun tetap taqwa dan tidak pongah Kepada Allah.&lt;br /&gt;Dengan karunia akal, manusia berfikir, merenungkan dan berfikir tentang ke-Maha-anNya, yakni ke-Mahaan yang tidak tertandingi oleh siapapun. Akan tetapi manusia yang dilengkapi dengan potensi-potensi positif memungkinkan dirinyas untuk menirukan fungsi ke-Maha-anNya itu, sebab dalam diri manusia terdapat fitrah uluhiyah - fitrah suci yang selalu memproyeksikan tentang kebaikan dan keindahan, sehingga tidak mustahil ketika manusia melakukan sujud dan dzikir kepadaNya, Manusia berarti tengah menjalankan fungsi Al Quddus. Ketika manusia berbelas kasih dan berbuat baik kepada tetangga dan sesamanya, maka ia telah memerankan fungsi Arrahman dan Arrahim. Ketika manusia bekerja dengan kesungguhan dan ketabahan untuk mendapatkan rizki, maka manusia telah menjalankan fungsi Al Ghoniyyu. Demikian pula dengan peran ke-Maha- an Allah yang lain, Assalam, Al Mukmin, dan lain sebagainya. Atau pendek kata, manusia dengan anugrah akal dan seperangkat potensi yang dimilikinya yang dikerjakan dengan niat yang sungguh-sungguh, akan memungkinkan manusia menggapai dan memerankan fungsi-fungsi Asma'ul Husna.&lt;br /&gt;Di dalam melakukan pekerjaannya itu, manusia diberi kemerdekaan untuk memilih dan menentukan dengan cara yang paling disukai. 14) Dari semua pola tingkah lakunya manusia akan mendapatkan balasan yang setimpal dan sesuai yang diupayakan, karenanya manusia dituntut untuk selalu memfungsikan secara maksimal kemerdekaan yang dimilikinya, baik secara perorangan maupun secara bersama-sama dalam konteks kehidupan di tengah-tengah alam dan kerumunan masyarakat, sebab perubahan dan perkembangan hanyalah milikNya, oleh dan dari manusia itu sendiri.15)&lt;br /&gt;Sekalipun di dalam diri manusia dikaruniai kemerdekaan sebagai esensi kemanusiaan untuk menentukan dirinya, namun kemerdekaan itu selalu dipagari oleh keterbatasan-keterbatasan, sebab perputaran itu semata-mata tetap dikendalaikan oleh kepastian-kepastian yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana,yang semua alam ciptaanNya ini selalu tunduk pada sunnahNya, pada keharusan universal atau takdir. 16 ) Jadi manusia bebas berbuat dan berusaha ( ikhtiar ) untuk menentukan nasibnya sendiri, apakah dia menjadi mukmin atau kafir, pandai atau bodoh, kaya atau miskin, manusia harus berlomba-lomba mencari kebaikan, tidak terlalu cepat puas dengan hasil karyanya. Tetapi harus sadar pula dengan keterbatasan- keterbatasannya, karena semua itu terjadi sesuai sunnatullah, hukum alam dan sebab akibat yang selamanya tidak berubah, maka segala upaya harus diserrtai dengan tawakkal. Dari sini dapat dipahami bahwa manusia dalam hidup dan kehidupannya harus selalu dinamis, penuh dengan gerak dan semangat untuk berprestasi secara tidak fatalistis. Dan apabila usaha itu belum berhasil, maka harus ditanggapi dengan lapang dada, qona'ah (menerima) karena disitulah sunnatullah berlaku. Karenanya setiap usaha yang dilakukan harus disertai dengan sikap tawakkal kepadaNya. 17 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN MANUSIA&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa Allah meniupkan ruhNya kepada materi dasar manusia menunjukan , bahwa manusia berkedudukaan mulia diantara ciptaan-ciptaan Allah.&lt;br /&gt;Memahami ketinggian eksistensi dan potensi yang dimiliki manusia, anak manusia mempunyai kedudukan yang sama antara yang satu dengan yang lainnya. Sebagai warga dunia manusia adalah satu dan sebagai warga negara manusia adalah sebangsa , sebagai mukmin manusia adalah bersaudara. 18)&lt;br /&gt;Tidak ada kelebihan antara yang satu dengan yang lainnya , kecuali karena ketakwaannya. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, ada yang menonjol pada diri seseorang tentang potensi kebaikannya , tetapi ada pula yang terlalu menonjol potensi kelemahannya, agar antara satu dengan yang lainnya saling mengenal, selalu memadu kelebihan masing-masing untuk saling kait mengkait atau setidaknya manusia harus berlomba dalam mencari dan mencapai kebaikan, oleh karena itu manusia dituntut untuk saling menghormati, bekerjasama, tolong menolong, menasehati, dan saling mengajak kepada kebenaran demi kebaikan bersama.&lt;br /&gt;Manusia telah dan harus selalu mengembangkan tanggapannya terhadap kehidupan. Tanggapan tersebut pada umumnya merupakan usaha mengembangkan kehidupan berupa hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Dengan demikian maka hasil itu merupakan budaya manusia, yang sebagian dilestarikan sebagai tradisi, dan sebagian diubah. Pelestarian dan perubahan selalu mewarnai kehidupan manusia. Inipun dilakukan dengan selalu memuat nilai-nilai yang telah disebut di bagian awal, sehingga budaya yang bersesuaian bahkan yang merupakan perwujudan dari nilai-nilai tersebut dilestarikan, sedang budaya yang tidak bersesuaian diperbaharui.&lt;br /&gt;Kerangka bersikap tersebut mengisyaratkan bergerak secara dinamik dan kreatif dalam kehidupan manusia. Manusia dituntut untuk memanfaatkan potensinya yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Melalui pemanfaatan potensi diri itu justru manusia menyadari asal mulanya, kejadian, dan makna kehadirannya di dunia.&lt;br /&gt;Dengan demikian pengembangan berbagai aspek budaya dan tradisi dalam kehidupan manusia dilaksanakan sesuai dengan nilai dalam hubungan dengan Allah, manusia dan alam selaras dengan perekembangan kehidupandan mengingat perkembangan suasana. Memang manusia harus berusaha menegakan iman, taqwa dan amal shaleh guna mewujudkan kehidupan yang baik dan penuh rahmat di dunia. Di dalam kehidupan itu sesama manusia saling menghormati harkat dan martabat masing-masing , berderajat, berlaku adil dan mengusahakan kebahagiaan bersama. Untuk diperlukan kerjasama yang harus didahului dengan sikap keterbukaan, komunikasi dan dialog antar sesama. Semua usaha dan perjuangan ini harus terus -menerus dilakukan sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;Melalui pandangan seperti ini pula kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara dikembangkan. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara merupakan kerelaan dan kesepakatan untuk bekerja sama serta berdampingan setara dan saling pengertian. Bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dimaksudkan untuk mewujudkan cita-cita bersama : hidup dalam kemajuan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Tolok ukur bernegara adalah keadilan, persamaan hukum dan perintah serta adanya permusyawaratan.&lt;br /&gt;Sedangkan hubungan antara muslim dan non muslim dilakukan guna membina kehidupan manusia dengan tanpa mengorbankan keyakinan terhadap universalitas dan kebenaran Islam sebagai ajaran kehidupan paripurna. Dengan tetap berpegang pada keyakinan ini, dibina hubungan dan kerja sama secara damai dalam mencapai cita-cita kehidupan bersama ummat manusia.&lt;br /&gt;Nilai -nilai yang dikembangkan dalam hubungan antar manusia tercakup dalam persaudaraan antar insan pergerakan , persaudaraan sesama Islam , persaudaraan sesama warga bangsa dan persaudaraan sesama ummat manusia . Perilaku persaudaraan ini , harus menempatkan insan pergerakan pada posisi yang dapat memberikan kemanfaatan maksimal untuk diri dan lingkungan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALAM&lt;br /&gt;Alam semesta adalah ciptaan Allah SWT. 19) Dia menentukan ukuran dan hukum-hukumnya.20) Alam juga menunjukan tanda-tanda keberadaan, sifat dan perbuatan Allah. 21) Berarti juga nilai tauhid melingkupi nilai hubungan manusia dengan alam .&lt;br /&gt;Sebagai ciptaan Allah, alam berkedudukan sederajat dengan manusia. Namun Allah menundukan alam bagi manusia , 22) dan bukan sebaliknya . Jika sebaliknya yang terjadi, maka manusia akan terjebak dalam penghambaan terhadap alam , bukan penghambaan terhadap Allah. Karena itu sesungguhnya berkedudukan sebagai khalifah di bumi untuk menjadikan bumi maupun alam sebagai obyek dan wahana dalam bertauhid dan menegaskan dirinya. 23)&lt;br /&gt;Perlakuan manusia terhadap alam tersebut dimaksudkan untuk memakmurkan kehidupan di dunia dan diarahkan kepada kebaikan di akhirat, 24) di sini berlaku upaya berkelanjutan untuk mentransendensikan segala aspek kehidupan manusia. 25) Sebab akhirat adalah masa masa depan eskatologis yang tak terelakan . 26) Kehidupan akhirat akan dicapai dengan sukses kalau kehidupan manusia benar-benar fungsional dan beramal shaleh. 27)&lt;br /&gt;Kearah semua itulah hubungan manusia dengan alam ditujukan . Dengan sendirinya cara-cara memanfaatkan alam , memakmurkan bumi dan menyelenggarakan kehidupan pada umumnya juga harus bersesuaian dengan tujuan yang terdapat dalam hubungan antara manusia dengan alam tersebut. Cara-cara tersebut dilakukan untuk mencukupi kebutuhan dasar dalam kehidupan bersama. Melalui pandangan ini haruslah dijamin kebutuhan manusia terhadap pekerjaan ,nafkah dan masa depan. Maka jelaslah hubungan manusia dengan alam merupakan hubungan pemanfaatan alam untuk kemakmuran bersama. Hidup bersama antar manusia berarti hidup dalam kerja sama , tolong menolong dan tenggang rasa.&lt;br /&gt;Salah satu hasil penting dari cipta, rasa, dan karsa manusia yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Manusia menciptakan itu untuk memudahkan dalam rangka memanfaatkan alam dan kemakmuran bumi atau memudahkan hubungan antar manusia . Dalam memanfaatkan alam diperlukan iptek, karena alam memiliki ukuran, aturan, dan hukum tertentu; karena alam ciptaan Allah bukanlah sepenuhnya siap pakai, melainkan memerlukan pemahaman terhadap alam dan ikhtiar untuk mendayagunakannya.&lt;br /&gt;Namun pada dasarnya ilmu pengetahuan bersumber dari Allah. Penguasaan dan pengembangannya disandarkan pada pemahaman terhadap ayat-ayat Allah. Ayat-ayat tersebut berupa wahyu dan seluruh ciptaanNya. Untuk memahami dan mengembangkan pemahaman terhadap ayat-ayat Allah itulah manusia mengerahkan kesadaran moral, potensi kreatif berupa akal dan aktifitas intelektualnya. Di sini lalu diperlukan penalaran yang tinggi dan ijtihad yang utuh dan sistimatis terhadap ayat-ayat Allah, mengembangkan pemahaman tersebut menjadi iptek, menciptakan kebaruan iptek dalam koteks ke,manusiaan, maupun menentukan simpul-simpul penyelesaian terhadap masalah-masalah yang ditimbulkannya. Iptek merupakan perwujudan fisik dari ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, terutama digunakan untuk memudahkan kehidupan praktis.&lt;br /&gt;Penciptaan, pengembangan dan penguasaan atas iptek merupakan keniscayaan yang sulit dihindari. Jika manusia menginginkan kemudahan hidup, untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama bukan sebaliknya. Usaha untuk memanfaatkan iptek tersebut menuntut pengembangan semangat kebenaran, keadilan , kmanusiaan dan kedamaian. Semua hal tersebut dilaksanakan sepanjang hayat, seiring perjalanan hidup manusia dan keluasan iptek. Sehingga, berbarengan dengan keteguhan iman-tauhid, manusia dapat menempatkan diri pada derajat yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IIIPENUTUP&lt;br /&gt;Itulah Nilai Dasar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang dipergunakan sebagai landasan teologis normatif, etis dan motivatif dalam pola pikir, pola sikap dan pola perilaku warga PMII, baik secara perorangan maupun bersama-sama dan kelembagaan. Rumusan tersebut harus selalu dikaji dan dipahami secara mendalam, dihayati secara utuh dan terpadu, dipegang secara teguh dan dilaksanakan secara bijaksana.&lt;br /&gt;Dengan Nilai Dasar Pergerakan tersebut dituju pribadi muslim yang berbudi luhur , berilmu, bertaqwa, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya, yaitu sosok ulul albab Indonesia yang sadar akan kedudukan dan peranannya sebagai khalifah Allah di bumi dalam jaman yang selalu berubah dan berkembang , beradab, manusiwi, adil penuh rahmat dan berketuhanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6700069820623955873?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6700069820623955873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6700069820623955873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6700069820623955873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6700069820623955873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/03/nilai-dasar-pergerakan-ndp.html' title='NILAI DASAR PERGERAKAN (NDP) PMII'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-91136771938337697</id><published>2009-03-22T16:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:36:58.214-07:00</updated><title type='text'>Ekspresi Politik Santri</title><content type='html'>OLEH: IRHAM THORIQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kita flashback ke zaman dulu tepatnya pada abad ke-16 M, kerajaan Islam Demak yang dipimpin oleh Raden Fatah menjadi bukti bahwa pada 500 tahun lalu orang pesantren sudah melek politik. Pesantren dalam peranannya banyak mendapat ujian baik pada masa kolonial Belanda hingga zaman Orde Baru. Tapi pesantren tetap eksis baik sebagai lembaga pendidikan juga dalam berpolitik. Pesantren sebagai lembaga pendidikan merupakan lembaga otonom yang mengacu pada kurikulum total institution, yang menurut pendapat Aving Guarmant berarti kurikulum yang mengasingkan atau menghindari intervensi dari pihak luar. Dengan kurikulum tersebut, pesantren justru menjadi menarik dan menjadi pendidikan alternatif yang cukup berhasil.&lt;br /&gt;Sedangkan dalam dunia politik, peran pesantren sudah ditunjukkan sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Bahkan sampai sekarang, pesantren —yang identik dengan NU-- sudah melakukan politik praktis semenjak kemerdekaan sampai sekarang, yang setidaknya terbagi dalam lima periode. Periode pertama (1945_1952) NU bergabung dengan Masyumi dan merupakan satu-satunya Partai Islam saat itu. Periode kedua (1952-1972) pasca muktamar di Palembang, NU menyatakan keluar dari Masyumi dan berdiri sendiri sebagai partai politik tanpa mereduksi jati dirinya sebagai organisasi sosial keagamaan. Periode ketiga (1972-1984) NU menyatakan bergabung dengan PPP. Periode keempat (1984-1999) NU bermetamorfosis dengan kembali ke khittah. Periode (1999-sekarang) NU secara resmi membidani dan mendukung PKB.&lt;br /&gt;NU dan pesantren memang telah melakukan politik praktis semenjak 60 tahun yang lalu, tapi belum pernah sekalipun menguasai pemerintahan Indonesia. Semenjak masa kolonial Belanda sampai masa Orde Baru pesantren dianaktirikan oleh pemerintah. Ini nampak jelas ketika Belanda menyebut pesantren sebagai “sekolah liar”. Pada zaman Orde Lama, pendidikan pesantren sama sekali tidak diakui oleh pemerintah. Dalam ranah politik pada zaman orde lama maupun orde baru, para kiyai selalu menjadi oposan pemerintah. Hal ini karena pesantren selalu mendukung partai yang tidak berkuasa, baik pada masa partai Masyumi, PPP dan bahkan sampai sekarang PKB.&lt;br /&gt;Pesantren menurut Manferd Ziemek, seorang peneliti asal Jerman, merupakan sentral perubahan bidang pendidikan, politik, budaya, sosial dan keagamaan. Ini terbukti dari peran pesantren yang cukup dominan dalam mengkonsruk hal-hal tersebut. Yang menjadi pertanyaan dibenak kita, kenapa pesantren punya peran sentral tapi selalu termarjinalkan? Hal tersebut dapat teratasi apabila NU dan pesantren bisa memainkan peranan politik dalam negeri ini. Pesantren dan NU harus bisa menjadi pengayom bagi kaum proletar yang akhir-akhir ini sangat jauh dari kesejahteraan dan keadilan. Penulis mengatakan kesejahteraan dan keadilan karena kedua hal tersebut merupakan inti dari politik. Kedua hal tersebut harus berjalan secara bersamaan, karena kesejahteraan tanpa keadilan merupakan ketimpangan, dan keadilan tanpa kesejahteraan berarti omong kosong.&lt;br /&gt;Salah satu kaidah fikih menyebutkan “tashorruful imam ‘alar roiyah manutun bil maslahah”. Jadi, kebijakan pemimpin harus didasarkan pada kemaslahatan ummat yang dipimpinnya. Kalau penulis mencermati, pemimpin kita akhir-akhir ini sangat jauh sekali dari pertimbangan apakah kebijakan yang dibuatnya bermanfaat bagi rakyatnya. Contoh kongkritnya adalah menaikkan dan menurunkan harga BBM karena pertimbangan politik citra.&lt;br /&gt;Menyikapi hal tersebut, Pesantren dan NU harus menjadi agent of change dalam masalah politik yang semakin lama semakin hancur. Pimpinan-pimpinan kita hanyalah membuat candu bagi masyarakat dengan janji-janji manis diwaktu kampanye. Pesantren dan NU harus mempunyai long term politic (politik jangka panjang) untuk membenahi Negara kita ini. Warga pesantren dan NU, kalau penulis cermati, hanya menjadi imbas short term politic (politik jangka pendek) pihak-pihak tertentu untuk mendulang massa. Dalam beberapa kali pemilu, baik nasional maupun daerah, warga pesantren dan NU hanya dijadikan objek untuk mendulang suara. Seharusnya warga pesantren dan NU yang mempunyai basis yang sangat kuat harus berani menjadi subyek dalam politik.&lt;br /&gt;Pesantren dan NU yang merupakan representasi dari keagungan ahklak dan kejujuran sudah selayaknya membuat perubahan dengan memainkan politik tingkat tinggi (high politics) yang setidaknya bisa terkonstruk dengan tiga komponen; pertama kekuasaan yang pada hakekatnya merupakan amanat dari masyarakat dan Tuhan untuk dipelihara sebaik-baiknya, kekuasaan seberapapun kecilnya harus dimanfaatkan untuk membangun kesejahteraan bersama. Kedua, kekuasaan bukan merupakan tujuan akhir dari sebuah politik, melainkan hanya washilah untuk menyejahterakan rakyat, dan akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan Alloh SWT. Ketiga, politik harus kita kaitkan erat dengan prinsip ukhuwah, yaitu persaudaraan sesama umat manusia, menghindari gaya politik konfrontatif yang penuh dengan konflik dan memandang pihak yang lain adalah pihak yang harus dieliminasi. Yang sangat ironis adalah kenapa partai-partai yang punya ikatan batin yang erat dengan pesantren dan NU, yang seharusnya menjadi cerminan terkonsruknya kultur high politics, seringkali menjadi ajang konflik.&lt;br /&gt;Sudah saatnya, melalui politik praktis kita orang-orang pesantren menjadi subyek untuk menyejahterakan rakyat yang selama ini jauh dari sejahtera. Karena itu, warga pesantren harus mempunyai long term politics yang jelas, cerdas, dan konsruktif dan tentunya juga transformatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)* Irham Thoriq, mahasiswa UIN Malang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-91136771938337697?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/91136771938337697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=91136771938337697' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/91136771938337697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/91136771938337697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/03/ekspresi-politik-santri.html' title='Ekspresi Politik Santri'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7491668612832884506</id><published>2009-03-22T04:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T01:36:34.655-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis media'/><title type='text'>Analisis media</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;OLEH: IRHAM THORIQ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"  &gt;Bagi saya menganalisis tulisan Effendi Ghozali sangat penuh dengan tantangan. Seperti anak TK yang disuruh menganalisis seorang professor. Anak TK yang hanya bisa sedikit baca tulis tapi disuruh menganalisa tulisan Master Komunikasi Politik. Tapi bagaimanapun “bola api” yang penulis terima dari Dosen merupakan tantangan yang harus dihadapi guna mereka-reka tulisan professor.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Efendy Ghozali dalam artikel ini membahas tentang Lembaga Survei Indonesia dalam proses demokratisasi. Efendy Gosali mencoba mencermati pemilu di Sumatera Utara dan Kalimantan Timur. Dalam pemilu ini Quick Count yang dilakukan oleh LSI mendapatkan error 0,81 persen serta 0,86 persen. Quick Count yang selama ini terkonsep dalam pikiran kita selalu benar, tapi kenyataanya tidak se-absolut itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Quick Count yang bersandar sampling, dengan ini aka nada sampling error, metode sampling akan menentukan besar kecilnya kesalahan tersebut. Yang ingin dikatakan Efendy Gosali dalam tulisan ini bahwa Quick Count yang dilakukan Lembaga Survei macam LSI juga memungkinkan ada margin error.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Bagaimanapun hal tersebut bisa kita maklumi. Quick Count juga merupakan sebuah metode yang bersifat spekulatif. Namun disisi lain Quick Count juga sangat perlu untuk Demokratisasi di Indonesia. Kegunaan yang sangat transenden adalah untuk meminimalisir kecurangan yang “akan” dilakukan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) karna Quick Count membantu ketransparansi-an dalam Demokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Hal yang sangat menarik kita cermati akhir-akhir ini adalah adanya Election Chanel (Metro TV) dan TV Pemilu (TV One) yang selalu melakukan updating secara seimbang dalam pemilu. Hal tersebut patut kita syukuri guna masa depan demokrasi kita dan dalam mengkonstruksi masyarakat madani (civil society).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 115%;font-family:'Times New Roman','serif';font-size:12;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7491668612832884506?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7491668612832884506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7491668612832884506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7491668612832884506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7491668612832884506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2009/03/analisis-media.html' title='Analisis media'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-9206755961382374397</id><published>2008-11-28T17:36:00.001-08:00</published><updated>2008-11-28T17:38:24.157-08:00</updated><title type='text'>BUKAN SIAPA-SIAPA</title><content type='html'>Jika Kau Siapa Maka Kau Bukan Siapa-Siapa&lt;br /&gt;Jika Kau SiapaPasti Kau Bukan Siap-Siapa&lt;br /&gt;Karena Kau Toch Cuma Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Ngotot Bung&lt;br /&gt;Kita Bukan Siapa-Siapa&lt;br /&gt;Kita Hanyalah Pengembara&lt;br /&gt;Yang Mencari Dan Terus Mencari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-9206755961382374397?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/9206755961382374397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=9206755961382374397' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/9206755961382374397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/9206755961382374397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2008/11/bukan-siapa-siapa.html' title='BUKAN SIAPA-SIAPA'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-7387036356699088551</id><published>2008-11-28T17:36:00.000-08:00</published><updated>2009-04-12T01:35:28.352-07:00</updated><title type='text'>BUKAN SIAPA-SIAPA</title><content type='html'>OLEH: IRHAM THORIQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Kau Siapa Maka Kau Bukan Siapa-Siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Kau SiapaPasti Kau Bukan Siap-Siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Kau Toch Cuma Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Ngotot Bung&lt;br /&gt;Kita Bukan Siapa-Siapa&lt;br /&gt;Kita Hanyalah Pengembara&lt;br /&gt;Yang Mencari Dan Terus Mencari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-7387036356699088551?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/7387036356699088551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=7387036356699088551' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7387036356699088551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/7387036356699088551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2008/11/bukan-siapa-siapa_28.html' title='BUKAN SIAPA-SIAPA'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8723760030814920289.post-6446626202552797338</id><published>2008-11-28T16:05:00.001-08:00</published><updated>2009-04-12T01:34:53.033-07:00</updated><title type='text'>RUU APP VIS AVIS</title><content type='html'>OLEH: IRHAM THORIQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya adalah sesuatu yang bersifat unik, menarik, dan tentunya lokal. Karena keunikan, kemenarikan, serta kelokalannya orang akan dikenal secara menyeluruh oleh orang lain karena disisi lain budaya adalah sebuah identitas. Baik itu identitas Negara, Bangsa, Suku, dan bahkan Individu. Identitas tersebut dapat berbentuk bahasa, adat istiadat, norma, dan berbagai nilai yang diwujudkan dalam perilaku keseharian. Orang Jawa akan tampak berbeda dengan orang Papua karna ada sebuah budaya yang melatar belakangi. Sesama Jawapun akan tampak berbeda ketika kita membandingkan Jawa Timur dengan Jawa-nya orang Sunda. Keberbedaan tersebut merupakan sebuah keunikan tersendiri bagi identitas sebuah bangsa. karna bangsa yang besar adalah yang beridentitas.&lt;br /&gt;Untuk mengkonstruk sebuah budaya yang bisa memberi keunikan dan melambangkan sebuah identitas bangsa harus ada sebuah kebebasan. Karena untuk membangun sebuah budaya harus adanya kebebasan berekspresi, berkarya, dan bercipta. Logikanya bagaimana orang bisa menciptakan keunikan bila ada ketakuatan akan sebuah peraturan yang menjerat. Jadi kebutuhan fisiologis dari Budayawan adalah kebebasan. Entah apa jadinya apabila budaya kita mulai dibelenggu oleh hal-hal yang mengikat.&lt;br /&gt;Indonesia sebagai negara yang multibudaya maka tidak relevan lagi ketika aturan-aturan yang sangat normatif membelenggu kebudayaan Indonesia. Bagaimana dengan Suku Dayak yang memang budayanya adalah bugil. Dan begitu juga dengan Papua yang memang budayanya memakai koteka. Jadi konsep bugil adalah sebuah kerelatifan bagaimana dan dimana kita memandang. Boleh saja dijawa berpakian minim seperti orang Dayak adalah melanggar norma sosial dan lain lagi kalau kita hubungkan dengan suku Dayak yang memang budayanya adalah berpakian bugil “dalam prespektif kita”.&lt;br /&gt;Manusia Beragama dan Berbudaya&lt;br /&gt;Sebagai makhluk manusia memerlukan identitas agar mampu mewujudkan eksistensinya. Identitas itu disebut budaya. Tentu secara naluri setiap manusia membentuk budaya yang unik dan berbeda dari yang lain tergantung berbagai faktor yang melingkup seperti ras dan keadaan alam. Jawa misalnya, dalam perjalanan sejarah masyarakat yang tinggal di pulau Jawa kemudian mereka membentuk sebuah identitas ke-Jawa-an yang berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan yang masih satu pulau pun berbeda. Sunda, memiliki budaya dengan identitas yang berbeda meski sama-sama menetap di pulau Jawa. Identitas tersebut dapat berbentuk bahasa, adat istiadat, norma, dan berbagai nilai yang diwujudkan dalam perilaku keseharian.&lt;br /&gt;Agama sebagai sebuah bentuk identitas tersendiri yang lepas dari budaya pun memerlukan wujudnya tersendiri pula. Islam yang hadir di tanah Arab memang tidak bisa lepas dari konteks kearabannya, akan tetapi Islam sendiri bukanlah Arab. Islam sebagai sebuah agama tidak bisa dicampuradukkan dengan Islam sebagai sebuah budaya. Agama adalah wahyu yang bersumber dari Tuhan, sedangkan budaya adalah murni hasil pikiran akal budi manusia.&lt;br /&gt;Permasalahan yang muncul dan berkembang di masyarakat adalah cenderung mencampuradukkan antara Arab sebagai sebuah budaya dan Islam yang menjadi bagian dari budaya Arab, sehingga muncullah sebuah ungkapan bahwa Arab adalah Islam (Arabisme Islam) yang memandang orang-orang non-arab yang hendak mempelajari Islam harus rela untuk melepaskan identitas non-arabnya dan mau melebur dalam identitas kearaban. Berbaju gamis, memanjangkan jenggot, dan berbagai ekspresi budaya Arab yang dipaksakan dan dianggap, meminjam istilah Ulil Absar Abdalla, sebagai fakta agama, yang sebenarnya itu adalah fakta budaya.&lt;br /&gt;Jadi kalau kita membicarakan tentang RUU APP merupakan suatu dilema tersendiri. Karena disisi lain agama kita melarang hal-hal yang bersifat pornoaksi maupun pornografi. Dan disisi lain kita hidup dengan multikultur yang berbeda-beda. Kembali ke identitas di atas. Ketika kita menerima RUU APP maka secara otomatis kita menjunjung identitas agama kita. Dan ketika kita menolak RUU APP maka secara otomatis juga kita menjunjung tinggi identitas Bangsa kita yakni dengan membiarkan bebas budaya terjun bebas di bangsa kita dan menjadikannya sebagai identitas bangsa.&lt;br /&gt;Identitas agama menginginkan hanya agama saja yang berkuasa. Identitas budaya tidak selayaknya disandingkan karena hanya hasil nalar budi manusia. Berbeda dengan agama yang merupakan wahyu dari Allah Swt. Di sisi lain, identitas budaya menginginkan agama ditempatkan dalam wilayah privat. Jangan ditempatkan di ruang publik. Kebebasan atau otonomi individu dinomorsatukan. Agama tidak berhak berbicara mengenai kepentingan publik. Dengan begitu, identitas agama benar-benar dilawankan (vis a vis) dengan identitas budaya. jadi ada dua kutup yang berlawanan antara keduanya.&lt;br /&gt;Menurut penulis jika islam sebagai identitas agama ingin turut andil ber-amar ma’ruf nahi munkar maka seyogyanya agama mengambil perannya sebagai sumber moral dan tidak bertindak praktis secara frontal. Dengan begitu, kontroversi dan kontra antara kedua identitas diharapkan segera berakhir.&lt;br /&gt;Ketika kita memandang dalam prespektif yang berbeda RUU APP merupakan sebuah belenggu bagi kebudayaan bangsa kita. Karna bagaimanapun bangsa yang maju adalah bangsa yang berbudaya dan bagaimana budaya tersebut di lestarikan tidak justru dijinakkan dengan aturan-aturan formal yang menguntungkan kepentinagan sepihak. Bagaimanapun sadar maupun tidak disadari pembelengguan sebuah budaya akan banyak merugikan pihak-pihak yang berhubungan dengan budaya. Sebut saja seniman, pariwisata kita, bagaimana jadinya ketika beribu-ribu seniman kita tidak bisa lagi berkarya oleh karena di belenggu oleh undang-undang. dan bagaima pula jadinya ketika pantai-pantai kita sepi dari pengunjung. dan bisa dibayangkan ketika berjuta-juta orang miskin akan semakin menjadi miskin karena lapangan pekerjaan mereka “sepi” dan yang lebih menggelitik lagi ketika hal tersebut di sebabkan oleh undang-undang. Jadi jangan meletakkan sebuah keprivatan kedalam ranah publik dengan memformalisasikan sebagai undang-undang.&lt;br /&gt;Tulisan Oleh: IRHAM THORIQ&lt;br /&gt;Mahasiswa Semester 1 Fakultas/Jurusan Psikologi&lt;br /&gt;Unversitas Islam Negeri Malang&lt;br /&gt;No Hp:(0341) 6213918 / 085649811518&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8723760030814920289-6446626202552797338?l=irham-idealis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irham-idealis.blogspot.com/feeds/6446626202552797338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8723760030814920289&amp;postID=6446626202552797338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6446626202552797338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8723760030814920289/posts/default/6446626202552797338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irham-idealis.blogspot.com/2008/11/ruu-app-vis-avis_28.html' title='RUU APP VIS AVIS'/><author><name>irham</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06710994713174260134</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ac9fg_en1Yk/TUUIJ371fLI/AAAAAAAAAHU/gNOXxohqhiA/s220/17236_1091275937952_1708130405_175546_4271313_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
